Iklan

Abrakadabra... Jelang Natal, Trotoar Jadi ‘Sarang Pedagang’ Musiman

Posted by Unknown on Rabu, 21 Desember 2016

Amurang, Identitasnews.com - Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2017, pasar 54 Amurang terjadi peningkatan jual beli masyarakat. Menariknya, tak biasanya trotoar yang ada di komplek pertokoan Amurang ramai dipenuhi pedagang musiman. Akibatnya, pengendara roda dua, empat dan masyarakat padaumumnya mengaku gelisa dengan penampakan pedagang musiman tersebut.
"Sudah menjadi kebiasaan, menjelang Natal dan Tahun Baru 2017, pedagang musiman muncul. Menariknya, semua trotoar di seputar Pasar 54 Amurang tak bisa dilalui warga Amurang dan Minsel. Karena memang, trotoar yang menjadi tempat berjalan kaki pun telah disesaki pedagang musiman tersebut,’’ujar para penagih retribusi pasar namun meminta namanya tak ditulis.
Menurut mereka, bahwa soal ‘pedagang musiman’ yang datang berjualan di komplek pasar 54 Amurang sudah sejak lama. Setiap tahun mereka ada dan berjualan keperluan masyarakat. Jadi, inilah pasar. Dan pedagang musiman adalah identic pasar di Indonesia. Sementara itu, sejumlah pejalan kaki mengeluh karena tak bisa berjalan dengan baik.
"Dimana-mana, pedagang musiman ada. Sampai-sampai, untuk lewat saja sangat sulit. Ditambah lagi, padatnya masyarakat yang ingin membeli. Maka dari itu, harusnya pedagang musiman disediakaan tempat khusus. Agar warga yang datang baik dari pegunungan bisa menjalankan aktifitas dengan baik,’’kata ibu Meivy Ottay, warga Ranoiapo.
Kepala Dinas Koperasi UKM, Pasar, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Minsel, Samuel Setho Slaat, ST Msi melalui Kepala Bidang Pasar, Petrus Jus Tutu, SE menilai hal diatas berjalan seperti biasa.
"Soal banyaknya pedagang musiman yang berjualan di hampir semua trotoar itu atas ijin pihaknya. Namun, setiap hari kami melakukan control soal kebersihan dan lain sebagainya. Apabila lokasi berjualan kotor dan bau, maka pihaknya akanmemberikan sanksi buat mereka (pedagang,red) tersebut. Jadi, mereka harus tahu diri soal berjualan dan menjaga kebersihan,’’ujar Tutu. Disatu pihak, kata Tutu ini menjaga kemungkinan bahwa bisa saja Bupati Christiany Eugenia Paruntu, SE atau wakil bupati Franky Donny Wongkar, SH melakukan pantauan langsung kepasar. ‘’Dengan demikian, semua pedagang wajib menjaga kebersihan dan berjualan.(Meyvo Rumengan)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

20.30.00

0 komentar:

Posting Komentar