HUT SHS
Headlines News :
Home » » Terapkan Sistem Kerja Familiar, Romel Mampu Turunkan Angka Lakalantas Di Bolmong Raya

Terapkan Sistem Kerja Familiar, Romel Mampu Turunkan Angka Lakalantas Di Bolmong Raya

Written By jhon simbuang on Senin, 21 November 2016 | 19.00.00

LAKALANTAS TURUN MENCAPAI 40 PERSEN

Kotamobagu, Identitasnews.com - Kinerja kepolisian resort Bolang Mongondow  tak henti - hentinya menunjukan hasil kerja yang diharapkan oleh masyarakat. Pasalnya dengan himbauan disiplin dan tertib berlalulintas dengan gaya ciri khsasnya, maka angka kecelakaan di Bolmong Raya menurun.
Kasat Lantas Polres Bolmong AKP Romel Pontoh yang sukses mengawal lalu lintas sejak masih menjabat Kasat Lantas Polres Minut dengan sistem Kerja Familiar-nya, kepada beberapa media di ruang kerjanya Senin (21/11) mengatakan, dalam rangka menjaga keselamatan saat berkendara agar terhindar dari kecelakaan memang sangatlah penting.
"Hal ini diharapkan menjadi budaya, bagi seluruh pengendara kendaraan jenis roda dua maupun roda empat, khususnya di wilayah Bolmong Raya," seru perwira yang dikenal akrab dengan semua wartawan dimana saja itu.
Menurut Romel, lakalantas kebanyakan diakibatkan oleh manusianya, kondisi jalan serta cuaca. Dengan demikian budayakan keselamatan berlalulintas," keselamatan itu  nomor satu," ujarnya.
Perwira tampan asal Kota Tomohon ini juga menambahkan bahwa pentingnya lagi para pengendara harus mentaati rambu - rambu lalulintas karena hal itu juga bagian dari mengurangi resiko.
"Begitu pula kelengkapan surat kendaraan, menggunakan helm untuk roda dua dan sabuk pengaman untuk roda empat demi kenyamanan berkendara," timpl Pontoh.

Lanjut Romel, patut disyukuri bahwa polisi lalulintas Polres Bolmong sudah bekerja secara maksimal sehingga mampu menurunkan angka kecelakaan dibanding tahun sebelumnya dan saat ini angka kecelakaan turun hampir 40 persen.
"Cara kerja Polisi familiar yang saya bawa itu, bukan berarti polisi memberikan kebebasan kepada pengendara untuk ugal-ugalan dan sesuka hati dalam mengemudi, tapi tetap komit dan konsisten dengan peraturan dan aturan, namun polisi harus ramah dan lebih mendekatkan diri terhadap pelanggar lalin, untuk menciptakan rasa malu dan pemahaman yang tinggi di hati pelanggar lalin.
Disini, kami hanya mempraktekan budaya seperti itu, kalau di Minut, saya bahkan mangajak si pelanggar lalin berdoa. Yang Nasrani dipimpin polisi nasrani, yang Muslim, dipimpin polisi Muslim pula. Dengan demikian, kesadaran lalulintas akan tumbuh dan tertanam di sanubari para pengguna lalin," tutup AKP Romel Pontoh.(Feky)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Redaksi | Layanan Iklan | Hubungi Kami
Copyright © 2013 - All Rights Reserved
Hosting by Manado Web Hosting Publikasi by Identitas Team
Kreasi by MWD