HUT SHS
Headlines News :
Home » » Serahkan Diri, Diperiksa 7 Jam, Akhirnya Stevenson Dapat Dipastikan Rayakan Natal Di Rutaan Malendeng

Serahkan Diri, Diperiksa 7 Jam, Akhirnya Stevenson Dapat Dipastikan Rayakan Natal Di Rutaan Malendeng

Written By jhon simbuang on Kamis, 10 November 2016 | 19.00.00


Walau Sudah Pindah, Ternyata Amanah Mantan Kajari Agus Sirait Masih Sakti

Airmadidi, Identitasnews.com – 10 hari menahkodai Kejaksaan Negeri (Kejari) Minahasa Utara, Rustiningsih SH, MSi langsung memenjarakan mantan Kadis Pekerjaan Umum (PU) Minahasa Utara lelaki SK alias Steven sebagai tersangka kasus proyek jembatan Sampiri, Kecamatan Airmadidi, Kamis (10/11) kemarin sore sekitar pukul 16.30 WITA.
Oknum pejabat Pemkab Minut itu digiring ke Rutan Malendeng setelah menjalani pemeriksaan kurang lebih tujuh jam. Oknum mantan Kadis tersangka kasus proyek jembatan Sampiri dengan total anggaran Rp 1.136.000.000 itu memenuhi panggilan datang ke Kejari didampingi Kuasa Hukumnya Stevie Dacosta SH sekitar pukul 08.00 WITA.
Stevenson-pun mulai menjalani pemeriksaan oleh Kasi Pindus Budi Kristiarso didampingi Kasi Datun Danur Suprapto. Pemeriksaan berlangsung selama kurang lebih tujuh jam hingga pukul 16.30 WITA.
Di cecar kurang lebih 24 pertanyaan, Stevenson kemudian diperiksa tim medis sebelum dibawa ke Rutan Malendeng. Kuasa Hukum Stevie Dacosta SH ketika dimintai tanggapan mengakui pihaknya mengikuti saja proses penyidikan dari Kejari Minut.
“Ikuti saja penyidikan. Pemeriksaan sementara berjalan. Ini domain kejaksaan, kita ikuti saja mekanismenya,” tutur Dacosta.
Dacosta mengurikan, 09.00 WITA hingga pukul 12.00 WITA istirahat makan kemudian dilanjutkan lagi pukul 14.00 WITA hingga selesai pukul 16.30 WITA. “Ada 24 pertanyaan tetapi belum sapai pada pokok kasus,” ungkap Dacosta.
Dalam pemeriksaan medis, timpal Stevi Dacosta, tekanan darah tersangka 150/100. Ketika ditanya apakah ada upaya untuk penangguhan atau pembantaran penahanan. Dacosta mengakui kalau sakit bisa pembantaran.
Terpisah, Kajari Minut Rustiningsih SH, MSi didampingi Kasi Pidsus Budi Kristiarso menguraikan yang mana tersangka Stevenson Koloay dikenakan Pasal 2, Pasal 3, yunto Pasal 18 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi.
“Ini pemeriksaan pertama sebagai tersangka. Pemeriksaan baru sebagian nanti dilanjutkan,” katanya.


Rustiningsih juga menambahkan, kerugian negara dari hasil perhitungan ahli sebesar Rp 192 juta. Pada pekerjaan proyek jembatan itu ada selisih volume maupun mutu.
“Adapun alasan penahanan itu menurut Kajari, karena tersangka sudah memenuhi unsur objektif maupun subjektif penahanan, yaitu ditakutkan melarikan diri. “Tersangka sudah beberapa kali dipanggil tetapi tidak memenuhi penggilan,” ungkap Kajari. Diakui Rustiningsih dan Kristiarso untuk tersangka kasus ini selain SK alias Steven juga ada oknum kontraktor yaitu perempuan RK alias Rin. “Untuk tersangka yang satu lagi masih kooperatif jadi pelum perlu dilakukan penahanan,” tegas Kajari.
Perlu diketahui bersama, proyek Jembatan Sampiri itu dikerjakan pada tahun 2015 silam, dengan anggaran Rp 1.136.000.000 melalui APBD Minut. Dalam penyidikan Kejari ditemukan dugaan pengurangan volume pekerjaan sehingga tidak sesuai spek, namun menariknya pencairan dana sudah ditandatangani 100 persen oleh mantan Kadis PU Stevenson Koloay.(Red)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Redaksi | Layanan Iklan | Hubungi Kami
Copyright © 2013 - All Rights Reserved
Hosting by Manado Web Hosting Publikasi by Identitas Team
Kreasi by MWD