HUT SHS
Headlines News :
Home » » SELURUH UMAT BERAGAMA DI SULAWESI UTARA SEPAKAT PEMBUBARAN FPI

SELURUH UMAT BERAGAMA DI SULAWESI UTARA SEPAKAT PEMBUBARAN FPI

Written By jhon simbuang on Kamis, 17 November 2016 | 16.30.00

Manado, Identitasnews.com - Gerah dengan kesewenang-wenangan dan cara ekstrim yang dipertontonkan ormas berkedok Agama Islam namun bertolak belakang dengan ajaran Islam yang cinta damai, maka tanpa dikomando secara sporadis, kekompakkan masyarakat Sulut dari segala kalangan, suku, ras dan agama, melebur pada Kamis17 November 2016 pukul 11.30 Wita, menggelar demo damai.
Terpantau di Lapangan KONI Kelurahan Sario Kecamatan Sario Kota Manado telah berkumpul sekitar 750 orang Masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Makapetor ber-unjuk Rasa damai dengan Tema "Aksi Bela Negara dalam rangka mempertahankan Pancasila dan NKRI ", dibawah Korlap Donny Lasut dan Rizal Saleh.

Ormas yang turut hadir dalam unras damai ini masing-masing adalah;

1. BMI (Brigade Manguni Indonesia) Bitung.
2. MTS (Minahasa Tombulu Sulut).
3. LMI (Laskar Manguni Indonesia)
4. LK (Laskar Kabasaran)
5. LAMI (Laskar Adat Manguni Indonesia).
6. Waraney Malesung.
7. Divisi Bela Negara Bitung.
8. Pemuda Pancasila Kota Manado.
9. GM (Garda Manguni)
10. Komando bela negara.
11. Waraney Santiago.
12. Milisi Waraney.
13. Makatana Minahasa.
14. LPM (Laskar Pemuda Manguni).

Ormas raksasa itu menuntut,
1). Menolak dengan tegas dan mengecam berbagai bentuk tindakan pemecah belah keutuhan berbangsa dan bernegara.

2). Menolak oknum ataupun kelompok tertentu dengan kekerasannya mengancam keutuhan NKRI.

3). Menolak dengan keras bentuk-bentuk radikalisme dan mendesak aparat penegak hukum, mengadili, menghukum oknum yang terbukti melecehkan simbol-simbol NKRI serta mendorong aparat penegak hukum.

4). Menghukum/mengadili oknum ataupun kelompok penghasut/provokator timbulnya instabilitas berbangsa bernegara serta mendesak aparat pemerintahan, membubarkan Ormas FPI (Front Pembela Islam) atas kekerasannya yang dinilai meresahkan kenyamanan berbangsa dan bernegara.

Aksi tersebut dliaksanakan dengan cara berorasi dan membawa Spanduk dan pamflet yang bertuliskan :

1. Negara Kesatuan Republik Indonesia Harga Mati Satu Nusa, Satu, Bangsa, Satu aksi damai, Masyarakat Sulawesi utara menuntut : Adili Abu Rizik, Bubarkan FPI, Adili Ahmad dani, Adili Buni yani, Adili Fahri hamsa.
2. NKRI Matiku.
3. Save Pancasila dan UUD 1945
4. Bubarkan FPI, NKRI harga mati.
5. Tolak FPI, Bubarkan.
6. Save Ahok.
7. Damai itu Indah.
8. NKRI harga mati, Tolak FPI bukan berarti tolak muslim.
9. Aksi damai 17 November, Bubarkan FPI, Penjarakan Habib, Penjarakan Ahmad Dani, Penjarakan Buni Yani.

Adapun rangkaian kegiatan aksi
Pukul 11.00 Wt, massa pengunras berkumpul di Lapangan KONI, Pukul 13.00 Wt, melaksanakan Apel Bela NKRI di Lap. KONI diawali dgn Doa yg dibawakan oleh Bpk. Ever Rindengan, Pukul 13.05 Wita, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Pukul 13.10 Wt, pembacaan Pancasila.

Pukul 13.10 wita, penyampaian orasi secara bergantian oleh korlap Donny Lasut, dan para perwakilan Tonaas dari ormas Tou Minahasa Jhoni Sondak (Tonaas MTS), Yongki Sumual (Tonaas Laskar Adat Manguni), Paulus Pangow (Ketua Pemuda Pancasila Kota Manado):

Menuntut keadilan kepada Pemerintah RI, Ormas Radikal segera di bubarkan di Republik ini, Meminta kepada Bpk Kapolda Sulut utk segera membubarkan ormas radikal yg ada di Sulut, Menuntut kepada pemerintah Utk segera membubarkan FPI yg ada di Indonesia, Meminta Kepada Pemerintah Indonesia Untuk membubarkan FPI, Kedaulantan RI tdk boleh ditekan-tekan dgn membawa nama Agama, Mengharapkan kepada Kapolda Sulut dan pemprov Sulut utk mengadili Ahmad Dani yg sdh menghina Presiden, Bubarkan ormas-Ormas yg sdh tidak menghargai Pancasila sebagai dasar negara RI.

Pukul 13.14 Wita, anggota Divisi Bela Negara membakar foto Ahmad Dani, Abu Rizik, Fahri Hamzah dan Buni Yani.

Pukul 13.28 Wita, pembacaan tuntutan oleh Sdr. Wellem Sigar Kaunang yang intinya, Menolak dengan tegas dan mengecam berbagai bentuk tindakan pemecah belah keutuhan berbangsa dan bernegara, Menolak oknum ataupun kelompok tertentu dengan kekerasannya mengancam keutuhan NKRI, Menolak dengan keras bentuk-bentuk radikalisme dan mendesak aparat penegak hukum, mengadili, menghukum oknum yang terbukti melecehkan simbol-simbol NKRI serta mendorong aparat penegak hukum, Menghukum/mengadili oknum ataupun kelompok penghasut/provokator timbulnya instabilitas berbangsa bernegara serta mendesak aparat pemerintahan, membubarkan Ormas FPI (Front Pembela Islam) atas kekeras annya yang di nilai meresahkan kenyamanan berbangsa dan bernegara.

Pukul 13.35 Wita tanggapan dari Wakil DPRD Prov Sulut (Drs. Freke Runtu): Saya mewakili DRPD Prov. Sulut mengapresiasi aksi ini dan akan ikut mengawal aspirasi serta tuntutan pengunras sampai di tingkat pusat, Keamanan di negara kita adalah merupakan tugas kita semua, DPRD Prov. Sulut akan ikut bersama rakyat mengawal

Pukul 13.38 Wita, penandatangan surat tuntutan oleh para Tonaas ormas Tou Minahasa dan diserahkan kepada Kapolda Sulut (Irjen Pol Wilmar Marpaung, SH)

Atas semua aspirasi yang disampaikan para pengunras, Kapolda Sulut Irjen Pol Wilmar Marpaung, mengatakan akan menindak lanjutinya. "Pertama saya mengucapkan terima kasih kepada pengunras karena telah melakukan aksi dengan damai, serta marilah kita menjaga kedaulatan NKRI dan kita semua dimata Tuhan tubuh, ras dan agama sama. Saya mewakili Forkompinda utk menerima aspirasi pengunras dan akan di teruskan ke pemerintah pusat. Dan untuk semua ini, kami meminta pengunras kembali dengan damai aman dan tertib," kata Kapolda.

Pukul 14.00 Wita, aksi Unras damai selesai dengan aman dan membubarkan diri untuk kembali ke tempat masing-masing.(Red)
Share this post :

+ komentar + 1 komentar

Anonim
16 Mei 2017 07.17

ee mohon maaf tapi tidak seluruh ya,,itu cuman pemikiran kalian yang berdarah "minahasa" saja yaa

Posting Komentar

 
Support : Redaksi | Layanan Iklan | Hubungi Kami
Copyright © 2013 - All Rights Reserved
Hosting by Manado Web Hosting Publikasi by Identitas Team
Kreasi by MWD