Iklan

Rapatkan Koordinasi, Bupati Minut Pilih Tatap Muka Dengan LSM dan Ormas

Posted by jhon simbuang on Jumat, 25 November 2016


Airmadidi, Identitasnews.com - Bupati Kabupaten Minahasa Utara (Minut) Vonnie Aneke Panambunan menggelar tatap muka dengan sejumlah LSM dan Organisasi Masyarakat se-Minut Kamis (24/11) di Sutanraja Hotel Desa Watutumou Kecamatan Kalawat.
Tatap muka ini juga dihadiri oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Minut. Mereka adalah Ketua DPRD Minut Berty Kapojos S.Sos, Ketua Pengadilan Negeri Minut Agus Mahendra SH MH, Dandim 1310 Bitung-Minut, Letkol Inf. Deden Hendayana, Dandim 1309 Manado Letkol Inf. Toar Pioh, Kapolres Manado yang diwakili Kabag Sumda Kompol Kaunang, Kapolres Minut AKBP Eko Irianto yang diwakili oleh Wakapolres Kompol Joice Wowor.

Tatap muka ini dimaksudkan untuk membina silaturahmi dan menjalin kerja sama yang saling bersinergis antara LSM dan ormas dengan pemerintah Kabupaten Minahasa Utara. Bupati VAP dalam pertemuan ini meminta warga muslim Minut untuk tidak ikut melakukan demonstrasi di Jakarta.
Menurut Panambunan aksi demo terkait penistaan agama , saat ini sudah di tangani oleh aparat hukum dan biarlah hukum yang membuktikan , benar - salahnya seorang Ahok. Panambunan mengatakan selaku Bupati dirinya sangat menolak keras aksi radikalisme, anarkisme apalagi terkait Isu, Suku, agama dan Ras (SARa) yang dapat memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sementara itu Komandan Kodim (Dandim ) 1310 Bitung-Minut Letkol Inf Deden Hendayana S,Sos mengatakan kasus yang menimpa seorang Ahok saat ini, sudah di susupi kepentingan politik yang berujung Makar, hal ini menjadi ancaman dan perlu diwaspadai. Beberapa ancaman terhadap Negara juga dipaparkan Hendayana yang harus menjadi perhatian bersama. Hal yang sama dikatakan Dandim 1309 Manado Letkol Inf. Toar Pioh,
“Apa yang dikatakan oleh Dandim Bitung bukan saja sebagai potensi ancaman, namun sudah ada didepan kita. Untuk itu kita harus menghadapinya bersama-sama,” tutur Pioh.

Diimbuhkan Pioh, peran serta masyarakat dalam hali ini ormas dan LSM menjadi sangat penting untuk menangkal semua ancaman ini. “Berapa juta, miliar bahkan triliun anggaran yang dikeluarkan oleh pemerintah tidak akan sanggup menghadapi ancaman yang ada saat ini. Diperlukan kerjasama masyarakat untuk ikut menjaga stabilitas keamanan negara. Provinsi Sulut khususnya di Minut terkenal dengan kerukunan antar umat beragama. Ini saatnya kita buktikan, menghadapi situasi yang berkembang belakangan ini.” tutup Pioh.(Red)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

18.30.00

0 komentar:

Posting Komentar