Iklan

Mabuk, Anong Tebas Yobel Dengan Parang Di HUT GMIM Exodus Manembo-nembo

Posted by jhon simbuang on Senin, 14 November 2016

Bitung, Identitasnews.com – Jaman sudah edan. Kata ini sangat tepat di alamatkan kepada mereka yang masih doyan menenggak minuman keras (miras) mabuk –mabukan, bahkan nekat membawa permasalahan kecil sampai masalah besar dengan aneka modus, baik dengan tangan kosong sampai senjata tajam  hingga melukai korban.

Padahal siang dan malam aparat hokum tidak henti-hentinya menghimbau agar masyarakat menjauhi miras dan hindari urusan hokum. Pasalnya, selain menyita waktu, orang yang berurusan dengan hokum pasti akan menderita kerugian baik materiil, sampai inmateril.
Minggu (13/11) sekira pukul 19.00 wita, bertempat di Kelurahan Manembo-nembo Atas Lingkungan 1 atau tepatnya didepan Gereja GMIM Exodus Kecamatan Matuari Kota Bitung, telah terjadi kasus penganiayaan menggunakan sajam.

Kasus menggemparkan ini, sesuai informasi Humas Polres Bitung yang ditengarai dilakukan oleh pria Anong Bawole (35), yang kesehariannya ber profesi sebagai wiraswasta, asal Kelurahan. Manembo-nembo Lingkungan.1 Kecamatan Matuari terhadap pria Yobel Lantang,  (32),warga yang sama.
Sesuai keterangan Deny Bongkayes  (40)  asal Perum Meita, awalnya saksi bersama korban sedang berada di lokasi kegiatan acara ibadah syukuran HUT Jemaat Gereja Exodus ke-IX sekitar pukul 19.00 wita.
“Saya dengar suara keributan ditempat kejadian dan orang-orang sudah berkerumunan. Melihat itu, saya menuju ketempat kejadian, saya lihat korban sudah terjatuh / tergeletak ke aspal dengan  posisi tubuh menghadap kearah pelaku. Lalu pelaku langsung menebas parang kearah wajah korban sebanyak satu kali,” beber PNS yang juga merupakan saksi 1 dalam BAP kejadian itu.

Deny juga mengatakan pada saat pelaku akan menebas kedua kalinya masyarkat yang berada dilokasi kejadian langsung melumpuhkan pelaku dengan menggunakan bamboo tiang umbul- umbul.
Sedangkan dari keterangan Stenli Wuwumbene ( 42) Ketua Rt. 07 Kelurahan Manembo-nembo Atas, di acara dia mendengar suara dari pelaku berteriak (bakuku). Stenli juga melihat pelaku membawa sajam jenis parang sedang berhadapan dgn korban.
 “Saat berhadapan antara korban dan pelaku. korban langsung terjatuh dengan posisi tubuh menghadap ke arah pelaku dan pelaku menebaskan parang kearah korban sebanyak satu kali dan mengenai dibagian wajah korban bagian dahi,” tuturya.
Stenly Wuwumbene (saksi 2) juga menambahkan, pelaku berupaya menebas korban untuk kedua kalinya, tapi warga yang ada di tempat kejadian, langsung melumpuhkan korban. “Massa langsung menghalangi dengan menggunakan bambu umbul-umbul, menghajar pelaku sehingga parang ditangan pelaku, terlepas.
Kapolres Bitung melalui Bagian Humas, membenarkan kejadian tersebut. Pelaku dalam kondisi mengkonsumsi miras dan berteriak/bakuku serta membawa parang dari arah rumah pelaku dekat lokasi kejadian.
Pasca kejadian baik korban maupun pelaku, keduanya langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Manembo-nembo untuk mendapat penanganan medis, dibantu aparat Polres Bitung TKP telah diamankan oleh Polsek Matuari.
“ Keluarga dari korban telah membuat laporan polisi di Polsek Matuari untuk diproses hukum. Motif kejadian berawal dari pelaku yang sudah mabuk. Pelaku tidak terima atas teguran korban dan langsung mengambil parang dirumahnya, dan langsung menyerang korban,” jelas Humas.(Marcel Rorong)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

19.00.00

0 komentar:

Posting Komentar