HUT SHS
Headlines News :
Home » » Kerap Terjadi Perkelahian dan Resahkan Orangtua Murid, Jefran Minta Pemda Tutup PRINCE Karaoke

Kerap Terjadi Perkelahian dan Resahkan Orangtua Murid, Jefran Minta Pemda Tutup PRINCE Karaoke

Written By jhon simbuang on Rabu, 30 November 2016 | 10.11.00


Airmadidi, Identitasnews.com - Satu tahun terakhir, keberadaan PRINCE Karaoke & Longe Kayubesi Airmadidi Atas Kecamatan Airmadidi, mulai meresahkan para orangtua terutama mereka yang memiliki anak laki-laki dan perempuan remaja.
Pasalnya, lokasi hiburan di salah satu ruko didepan SPBU Airmadidi Atas ini, dibuka siang dan malam, dan tidak pernah ada pembatasan uia para tamu yang masuk disitu. Akibatnya, di jam-jam sekolah, tak sedikit pelajar dari SMP N 2 dan beberapa SMA sederajat masuk ke PRINCE untuk menyanyi, main bilyar sambil minum-minum.
"Anak saya jadi tukang bolos, tukang melawan orangtua dan sering pulang sore hari gara-gara nongkrong dengan teman-temannya di PRINCE," keluh seorang Ibu dari pelajar bernama Callvin Selasa (29/11).
Keresahan para orangtua murid kian menjadi-jadi, manakala beberapa waktu lalu di halaman parkir PRINCE Karaoke & Longe Kayubesi Airmadidi Atas, sudah beberapa kali terjadi perkelahian massa. 
"Kalau sudah kerap menjadi ajang tidak aman dan meresahkan para orangtua murid, sebaiknya tempat begitu ditutup saja," ujar Jefran Herodes de'Yong aktivis LSM Waraney Puser In'Tana Toar-Lumimuut DPB Sulut kepada www.identitasnews.com.


Sedang jadi pembicaraan miring, tiba-tiba beberapa hari lalu, PRINCE Karaoke & Longe Kayubesi Airmadidi Atas kembali menuai sorotan dan kecaman tajam dari p[ara fans Manguni Lovers 123, dimana ada seorang gadis telah memposting di akun media sosialnya (Facebook), bahwa dia telah dikeroyok dan dipukul seorang aparat Polisi di tempat itu.
"Ini tidak boleh dibiarkan, mengingat Minut adalah kabupaten religius. Selain itu masa tempat bermasalah, berada dibawah Kaki Dian Emas, dekat Polsek Airmadidi dan Polres Minut, tapi dibiarkan buka sesuka hati seolah mengantongi legalitas resmi," sindir Jefran.
Kepada pemerintah terkait dan aparat hukum di Minut, Jefran mengimbau agar PRINCE ditutup saja. "Pemkab dan Polres Minut, segera tutup lokasi tersebut, sebab kami juga mendapat informasi PRINCE ini belum mengantongi beberapa ijin. Namun anehnya, dari beberapa kali penelusuran kami, ada aparat yang sering datang duduk menjagai lokasi itu. Bahkan dari sumber resmi kami didalam PRINCE, tempat itu telah menjadi lokasi transaksi esek-esek. Walau tidak melakukan perzinahan disitu, tapi setidaknya disitulah awal transaksi, jadi demi menjaga nama baik Minut, tutup saja tempat itu," tutup de'Yong.(John)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Redaksi | Layanan Iklan | Hubungi Kami
Copyright © 2013 - All Rights Reserved
Hosting by Manado Web Hosting Publikasi by Identitas Team
Kreasi by MWD