HUT SHS
Headlines News :
Home » » Jasad Wanita Tewas Di Ring-road Ternyata Bernama Olisye Manginsihi Warga Malalayang

Jasad Wanita Tewas Di Ring-road Ternyata Bernama Olisye Manginsihi Warga Malalayang

Written By jhon simbuang on Rabu, 16 November 2016 | 05.30.00

 KORBAN DIBUNUH OLEH 3 WANITA INI

Manado, Identitasnews.com – Kembali Tim Manguni Polda Sulut berhasil mengungkap sekaligus meringkus tiga perempuan yang diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan (eksekutor) terhadap seorang siswi SMP yang jasadnya ditemukan warga pada Senin (14/11/2016), di Ring Road Manado,
Ke-tiga wanita bengis tersebut masing-masing berinisial L,  S, dan T. Dari ketiganya pula Tim Manguni berhasil mengorek keterangan dan mengungkap siapa sebenarnya korban tersebut.
Sosok wanita yang ditemukan warga dalam kondisi fisik mengenaskan, di Ring-road pada Selasa (15/11/2016), ternyata bernama Olisye Manginsihi (14), warga Malalayang Timur, Kota Manado.


Tim Manguni menemui titik terang saat menginterogasi GMT alias T, warga Tombulu, Minahasa.  Sesuai penggakuan T yang kemudian dari saksi berubah menjadi tersangka karena diduga merupakan salah satu dari 3 pelaku, Senin (14/11/2016) sekitar pukul 03.10 WITA, bersama korban, S dan L, saksi T menenggak minuman keras yang dicampur obat keras di Tugu Lilin, Kawasan Marina Plaza, Manado.
Beberapa saat kemudian, pelaku S dan korban saling adu mulut gara-gara pengaruh minuman keras, sehingga S menuduh korban menyukai pacarnya. T berhasil meredakan pertilaian antara korban dan S, walau akhirnya pertikaian berubah menjadi perkelahian.
“Karena sudah dibawah pengaruh miras dan emosi memuncak, S mengambil sebongkah batu lalu melemparkannya begitu keras tepat mengenai belakang kepala korban sehingga korban terjatuh. Saat korban berusaha berdiri, S mengambil kayu dan memukulkannya lagi ditempat yang sama sama serta tengkuk korban,” tutur T mengenang peristiwa tersebut, seraya menambahkan yang mana walau korban terjatuh namun ia bisa berdiri lagi dan melarikan diri dengan menumpang pengendara sepeda motor matic tak dikenal olehnya.


Mengembangkan cerita saksi T, tim segera melakukan pengejaran terhadap pelaku S, yang berhasil dibekuk di rumahnya, di kompleks pekuburan Kecamatan Singkil. Saat melakukan interogasi lanjutan kepada T dan S, tim mendapati keterangan janggal. Hal ini disebabkan karena keduanya masih dalam pengaruh obat yang mereka campur dalam minuman keras.

Tapi karena tak mau kebobolan, Tim ngotot dalam pengembangan sampai tim berhasil menmutuskan bahwa korban ternyata dianiaya secara bersama-sama oleh S, T dan L. Setelah korban tak sadarkan diri, ketiga pelaku menyeret korban ke jalan raya dan menghentikan sebah mobil pick up.
Kemudian korban dinaikkan ke bak mobil oleh T dan L, sedangkan S pulang ke rumah pacarnya di Kecamatan Singkil, Kota Manado. T dan L mengatakan kepada sopir jika akan mengantar temannya yang sedang mabuk berat.
Di Ring-road, kedua perempuan ini meminta sopir untuk menurunkan mereka di lokasi tersebut. Setelah menurunkan ‘penumpang gelap’, sopir dan kendaraan yang belum diketahui identitasnya ini pun melanjutkan perjalanannya. Sedangkan T dan L, membuang jasad korban disekitar lokasi, lalu kabur.
Kapolda Sulut, Drs Jimmy Palmer Sinaga melalui Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sulut, Kombes Pol Pitra Ratulangi, membenarkan penangkapan tersebut. “Dari hasil pengembangan lanjut, juga diamankan seorang pria, Y alias Aba (55), yang diduga mencabuli korban di rumah kostnya, Minggu (13/11/2016) sore,” beber Ratulangi.
Lanjut Dirreskrimum, pada Selasa (15/11/2016), korban telah di otopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Manado, dan ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan dan luka robek pada alat vitalnya. “Y juga sering mencabuli tiga pelaku dengan mencampur obat pada minuman keras. Status Y masih sebagai saksi terkait urutan peristiwanya, dimana korban dan ketiga pelaku sebelum kejadian berada di rumah kost Y,” jelas Dirreskrimum.
Tiga pelaku, tambah Dirreskrimum, saat ini sudah ditahan. “Tim juga berhasil menyita barang bukti berupa batu kali dan sepotong kayu yang digunakan para pelaku untuk menganiaya korban. Kasus ini ditangani Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sulut,” pungkas perwira menengah yang akan menjalani pendidikan Sespimti Polri ini.(Red)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Redaksi | Layanan Iklan | Hubungi Kami
Copyright © 2013 - All Rights Reserved
Hosting by Manado Web Hosting Publikasi by Identitas Team
Kreasi by MWD