HUT SHS
Headlines News :
Home » » Diduga Sarat Pungutan Fee, MSCW Tantang Kejari Amurang, Telisik Realisasi 13 Paket Proyek Kantor Camat/Lurah 1,5 Miliar

Diduga Sarat Pungutan Fee, MSCW Tantang Kejari Amurang, Telisik Realisasi 13 Paket Proyek Kantor Camat/Lurah 1,5 Miliar

Written By jhon simbuang on Rabu, 23 November 2016 | 09.33.00


PESIK: “KAMI MINTA KEJARI LAKUKAN ‘CORDIL DAN AUDIT’ VOLUME BANGUNAN 13 PAKET ITU”

Amurang, Identitasnews.com - Masyarakat Minahasa Selatan (Minsel) menyoroti kualitas pekerjaan proyek rehabilitasi sejumlah kantor kelurahan dan kantor camat. Yang telah menyedot Dana  APBD 2016 bernilai total Rp 1,5 miliar yang gencar ‘dikuasai’ oknum-oknum anggota legislatif setempat.
Sesuai catatan Minahasa Selatan Corruption Wacth (MSCW), setidaknya ada 13 bangunan yang direhab dengan dana APBD sebesar Rp.1,5 miliar itu yakni, empat kantor lurah dan sembilan kantor camat.
Ketua MSCW Ir Yulius Minder Pesik, MSi menjelaskan, ke empat kantor lurah dimaksud, adalah,
1. Kantor Lurah Pondang
2. Kantor Lurah Ranomea,
3. Kantor Lurah Bitung
4. Kantor Lurah Ranoiapo,
Masing-masing mendapat jatah dana rehab yang sama besar, yakni Rp.100 juta.
Sedangkan Sembilan Kantor Camat memperoleh alokasi anggaran rehab berbeda.
1. Kantor Camat Maesaan sebesar Rp.200 juta,
2. Ranoyapo Rp.150 Juta, Tenga Rp.150 juta.
“Sementara enam kantor camat lainnya memperoleh pagu anggaran rehab yang sama dengan empat keluharan, masing-masing sebesar 100 juta (rupiah),” ungkap Pesik.
Ke-enam Kantor Camat tersebut adalah:
a. Motoling,
b. Kumelembuai,
c. Sinonsayang,
d. Amurang,
e. Tareran dan
f. Kantor Camat Suluun Tareran.
“Kalau dicermati rata-rata dikerjakan tidak sesuai RAB,” katanya.
Semakin mencurigakan lagi, lanjutnya, semua paket proyek itu pun tidak didukung dengan papan proyek. Dari sembilan paket proyek penunjukan tersebut, MSCW menilai kwalitas pekerjaan rehab empat kelurahan di Kecamatan Amurang Timur dan Amurang yang paling jelas hanya dikerjakan asal jadi saja.
“Maka kami MSCW merekomendasi kepada Kejaksaan Minsel untuk turun melihat keberadaan proyek-proyek rehab,” ujar Pesik.
Sebagaimana rehab kantor empat kelurahan, menurutnya, rehab sembilan kantor camat juga terindikasi dikerjakan tidak sesuai bestek. Hanya satu pekerjaan yang dinilainya, relative baik, yakni rehab kantor Camat Maesaan.
“Delapan lainnya sama seperti empat kantor lurah, terkesan hanya dikerjakan asal jadi. “Jadi kami sangat mengharapkan sekiranya pihak Kejaksaan bisa turun tangan, memeriksa kwalitas pekerjaan proyek-proyek rehab kantor lurah dan camat ini,” sembur dia.
Skandal dugaan miring ke 13 paket proyek itu kian meruncing, ketika terkuak yang mana proyek-proyek itu diduga di klaim sebagai proyek aspirasi yang ditangani langsung oleh oknum-oknum anggota DPRD Minsel sesuai daerah pemilihan (Dapil).
“Kabarnya, setelah reses terjadi deal-deal para anggota dewan melalui badan anggaran dengan TAPD. Setelah disetujui masuk dalam APBD, para anggota dewan yang memperjuangkannya mendesak agar proyek aspirasi itu dikerjakan langsung mereka masing-masing,’’ urai Pesik.
Sementara, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PU Minsel, Ifke Solambela, ST membantah kalau ke 13 paket proyek tersebut dikerjakan tidak sesuai RAB. “Kalau soal papan proyek, memang tidak masuk dalam item RAB,” ungkapnya ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya.
Solambela juga membantah jika proyek-proyek rehab tersebut adalah proyek aspirasi rakyat. “Saya membantah kalau proyek-proyek itu dikerjakan oleh para anggota DPRD Minsel. Sekali lagi, bisa saya klarifikasi kalau itu tidak benar,’’ tandasnya.
Terpisah, Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setdakab Minsel, Ir Handry Novy Pusung menegaskan bahwa proyek-proyek rehab kantor tersebut adalah tanggungjawab PPK. “Kalau anda ingin bertanya soal rehab kantor lurah dan kantor camat, silahkan konfirmasi saja langsung kepada PPK-nya,” kelitnya ketika ditemui sebelumnya.(Meyvo Rumengan)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Redaksi | Layanan Iklan | Hubungi Kami
Copyright © 2013 - All Rights Reserved
Hosting by Manado Web Hosting Publikasi by Identitas Team
Kreasi by MWD