HUT SHS
Headlines News :
Home » , » Benarkah PRINCE Karaoke & Longe Kayubesi Airmadidi di Back-up Orang Kuat? (Security-nya Aparat)

Benarkah PRINCE Karaoke & Longe Kayubesi Airmadidi di Back-up Orang Kuat? (Security-nya Aparat)

Written By jhon simbuang on Rabu, 30 November 2016 | 20.30.00


Sebelum memakan korban, PRINCE di Airmadidi Harus Ditutup

Airmadidi, Identitasnews.com - Sejumlah kejadian yang menjurus ke 'kriminalitas' ternyata kerap terjadi di lokasi  PRINCE Karaoke & Longe Kayubesi Kelurahan Airmadidi Atas (depan SPBU) atau samping Rumah Makan DODOKU Kayu Besi Kecamatan Airmadidi Minut.
Beberapa bulan silam, pernah terjadi perkelahian yang nyaris berujung pada tawuran antar pemuda sehingga seorang pemuda asal Kelurhan Airmadidi Bawah, kena tikaman senjata tajam jenis pisau.
Hal itu bagaio api dalam sekam, pasalnya korban tak pernah melapor ke polisi, dan kita dapat menyimpulkan, tak menutup kemungkinan akan ada upaya balas dendam.
Disamping rentan masalah pertikaian antar pemuda, karena dibuka siang dan malam, tak sedikit orangtua murid dibuat resah oleh perubahan anak mereka yang mulai menjadi pembolos gara-gara ikut-ikutan teman mereka, masuk ke PRINCE menyanyi, main billyard sambil menenggak minuman keras.
"Anak saya mulai sering bolos. Pagi dia ke sekolah, namun saat jam istirahat, bolos dengan teman-temannya ke PRINCE, nanti pulang kerumah sudah sore. Kenapa tempat begitu tidak ditutup saja, itu kan merusak masa depan anak sekolah," keluh Ibu Mia yang puteranya sekolah di salah satu SMAN terkemuka di Minut.


Bukan itu saja, sesuai penelusuran wartawan, PRINCE Karaoke & Longe diduga kuat merupakan ajang bisnis tidak transparan yang hanya menguntungkan satu pihak, sementara dari sisi Pendapatan Asli Daerah (PAD), sarana hiburan ini bergerak menyajikan wanita-wanita muda secara tidak terikat, untuk menhgindari aturan ke-Tenaga kerjaan.
"Setiap hari ada cewek-cewek belia disitu. Kalau ditanya, mereka pasti tidak ada hubungan kerja secara resmi dengan pihak pengelolah. Itu adalah salah satu kamuflase menghindari aturan ketenagakerjaan, dan kami menduga banyak rekomendasi 'ijin' dari Pemkab Minut yang tidak mereka kantongi," tutur Wakadepsus TIPIKOR LSM Waraney Puser In'Tana Toar-Lumimuut, Jefran de'Yong.

Seperti kita ketahui bersama, Kabupaten Minahasa Utara merupakan daerah RELIGIUS yang dihuni oleh multi etnis dengan Logo KAKI DIAN EMAS. Bupati Vonnie Aneke Panambunan dan Wakil Bupati Joppi Lengkong, adalah pasangan kepala daerah yang berlatar belakang Tokoh Agama. 
Namun menariknya, dibawah situs Agamais ini, berdiri PRINCE Karaoke & Longe dengan sajian mengarah ke dunia gemerlap.
"Ini sungguh ironi, sebab kepala daerah kita orang religius, sementara PRINCE merupakan sarana penunjang GENERASI MUDA untuk MABUK-MABUKAN yang berdiri tegak dibawah Logo Sakral KAKI DIAN EMAS," sembur pria yang akrab disapa Boets (baca Buds red-). 

Lanjut Jefran, PRINCE Karaoke & Longe diduga kuat di back-up  aparat. "Tidak mungkin FORKOPIMDA tidak mengetahui lokasi ini.Sekuriti Bayangan yang di pasang si pemilik adalah Aparat untuk menjaga walau tidak berseragam, tapi kami kenal mereka itu aparat aktif. 
Makanya, sebalum terjadi hal-hal yang tidak di inginkan, kami minta, Pemkab Minut dan Forkopimda tutup PRINCE Karaoke & Longe," tandas de'Yong Rabu (30/11).

CATATAN: Coba lihat di akun Facebook MANGUNI LOVERS 123, ada berita memalukan dimana ada seorang cewek ABG di aniaya oknum Polisi. Nah, apa nanti sudah ada korban pembunuhan di PRINCE Karaoke & Longe baru akan ada tindakan, sementara aparat tutup mata alias cuci-tangan.(Red)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Redaksi | Layanan Iklan | Hubungi Kami
Copyright © 2013 - All Rights Reserved
Hosting by Manado Web Hosting Publikasi by Identitas Team
Kreasi by MWD