HUT SHS
Headlines News :
Home » » Nasib 21 Siswa SMPN 10 Manado Di Bali, Mengenaskan

Nasib 21 Siswa SMPN 10 Manado Di Bali, Mengenaskan

Written By jhon simbuang on Kamis, 20 Oktober 2016 | 06.20.00

 Kepsek Hanya Tanggulangi Tiket 18 Siswa, 3 Siswa Lagi Tidak Di Hitung 

Denpasar, Identitasnews.com - Nasib Tim Maengket SMPN 10 Manado yang mengikuti festival Mapalus di Art Center Denpasar Bali, yang belakangan menjadi topik pemberitaan sejumlah media di Manado karena sekitar 28 siswa dan 3 guru serta 10 orang tua murid yang tergabung dalam rombongan tersebut dikabarkan terlantar di bali karena tidak memiliki tiket pulang ke Manado, ternyata hingga saat ini (tadi siang red-) masih ngambang.

Dari hasil pantauan tim Identitasnews.com Selasa (18/10/2016) pukul 04.30 wita rombongan check-out dari hotel Puri Kedaron, dan dibawa ke Asrama Polri Sanglah Denpasar menggunakan Mobil Truk Dalmas Polda Bali, selama beberapa jam mereka (Tim maengket, red-), ditampung di lantai dasar Rusun Polri pada komplek Asrama tersebut.
Kemudian pukul 13.00  WITA, rombongan tersebut dijemput oleh Panitia lokal dan ditampung pada Rumah ketua Panitia yang beralamat di Jalan Kebudayaan nomor 27 Denpasar, disana mereka mendapatkan tempat tidur yang layak namun tiket untuk pulang ke Manado tetap dikembalikan kepada Travel dan pihak sekolah untuk mengurusnya.

Informasi yang berhasil dirangkum, saat itu pihak yang katanya Travel juga berada ditengah-tengah rombongan, namun Ibu Dian panggilan penyedia jasa travel tersebut, mengaku tidak bisa berbuat apa-apa karena dirinya sudah tidak memiliki uang, “Kita so nyanda ada doi, kita so nintau le mo bagimana, itu doi kita pe mama so kase pa Ibu Assa”.  tutur Ibu Dian.

Memang para siswa tidak terlantar sampai menjadi gembel atau jadi pengamen di Denpasar, namun jika kabar ini tidak terangkat ke publik, dan hanya mengharap tanggungjawab dari travel yang notabene mengaku sudah tidak punya dana untuk membeli tiket.
“Sementara tidak ada tindakan capat dari kepsek, maka tidak menutup kemungkinan para siswa tersebut harus bertahan hidup apa adanya di Denpasar,” turur orang tua siswa yang mengaku anaknya juga berada dalam rombongan tersebut.

Mirisnya, status dalam media sosial (medsos) alias facebook dari Kepsek SMPN 10 Manado, (Sonne Engka) malahan mengungah foto-foto para siswa yang sedang berada di Rumah Panitia. Didalam unggahan, pemilik akun menulis
“Suasana kebersamaan siswa SMPN 10 manado di Bali, dengan jadwal kepulangan hari Rabu 19 oktober 2016, pagi jam 10.00 (12 orang), dan jam 18.00 (26 orang), karena  terjadi miss komunikasi antara pihak travel dengan panitia”.

Sangat disayangkan, status dan foto kepulangan yang ditulis pada status Engka tidaklah sesuai dengan apa yang terjadi. Didug kuat, Kepala Sekolah SMPN 10 Manado, Sonne Engka berbohong.


Inilah fakta di lapangan yang dirangkum media ini lewat beberapa sumber resmi serta didukung oleh foto-foto dan informasi:

1. Kepala Sekolah Hanya Menanggung Tiket Pulang Untuk 18 Siswa, Dan Sisanya 3 Siswa Dan Guru Pendamping Serta Orang Tua Tidak Ditanggung Oleh Kepala Sekolah, 

2. Ada orang tua yang terpaksa membeli sendiri tiketnya dan anaknya karena tidak ada kepastian tiket dari travel maupun solusi dari Kepala sekolah.


Perlu diketahui bahwa pengiriman siswa SMPN 10 Manado ke Denpasar, tidak mendapatkan dukungan anggaran dari Kepala sekolah. Biaya dibebankan kepada orang tua siswa yang anaknya masuk dalam tim tersebut.
Adapun biaya yang dibebankan kepada orang tua untuk pembelian tiket sekitar Rp. 2.300.000, kemudian biaya pendaftaran dan biaya jahit pakaian serta honor pelatih turut dibebankan kepada orang tua siswa.
Bukan itu saja, dua hari menjelang keberangkatan, Tim Maengket sempat ngamen di RM. Pondok Teturusan, guna mencari tambahan dana untuk biaya mereka selama di Denpasar. Dari proposal yang dibuat oleh pihak sekolah, tertulis jumlah biaya yang dibutuhkan untuk mengikuti kegiatan tersebut sebesar Rp. 215.850.000.
Rabu (19/10) pukul 13. 00 wita, Kepala Sekolah SMPN 10 Sonne Engka saat dikunjungi di sekolahnya, ruang kantor dalam keadaan tertutup rapat. Salah seorang penjaga sekolah ketika di konfirmasi mengaku Kepsek pulang.(Red)
Share this post :

+ komentar + 1 komentar

Anonim
24 Oktober 2016 07.41

kepseknya yang bohong, karena ternyata pembayaran tiket pulang 18 orang siswa, bukan menggunakan dana sekolah, tetapi menggunakan uang dari salah satu guru, dan nanti pengembaliannya akan dibebankan kepada travel.
jadi tidak benar kalau kepsek menanggung tiket para siswa yang terlantar tersebut,

Posting Komentar

 
Support : Redaksi | Layanan Iklan | Hubungi Kami
Copyright © 2013 - All Rights Reserved
Hosting by Manado Web Hosting Publikasi by Identitas Team
Kreasi by MWD