Iklan

MASYARAKAT AIRMADIDI BERHARAP VAP-JO PAKAI DIREKTUR PDAM YANG KREATIF DAN AKTIF, BUKAN PEMBUAL

Posted by jhon simbuang on Kamis, 13 Oktober 2016

NORRIS: "PDAM MINUT BUTUH PENYEGARAN DAN TEROBOSAN, BUKAN PEMIMPI YANG CUMA  JAGO KHOTBAH"


Airmadidi, Identitasnews.com - Keresahan dan kegerahan masyarakat se-Kecamatan Airmaidi, terutama para pelanggan air bersih, kian menjadi-jadi. Pasalnya sudah bertahun-tahun masyarakat dilanda krisis air bersih, padahal Airmadidi adalah basis sumber air terbanyak di Provinsi Sulawesi Utara.
"Ini baru namanya lucu, Pabrik AQUA saja, didirikan di Airmadidi, karena sumber airnya dahsyat. Tapi kenapa kami disini justeru harus beli air untuk kebutuhan rumah - tangga," keluh Ibu Elvy warga Kelurahan Sarongsong Satu Lingkungan II (Kompleks Pasar).
Lebih mengenaskan lagi, karena volume air di Airmadidi justeru di suplay ke daerah Kecamatan Kauditan beberapa tahun lalu, maka pelanggan kian menderita saja jadinya.
Untuk menyiasati kekurangan volume air bersih, masyarakat-pun berbondong-bondong membeli alcon dan menyedot air di masing-masing saluran.
Dengan demikian, pelanggan bisa mendapat air, walau dampaknya sangat besar bagi pelanggan yang tidak punya alcon alias menunggu air keluar. "Yah, seperti kami ini, mau pakai alcon kan rugi. Selain itu tidak baik karena merugikan daerah, biaya listerik jadi membengkak, terpaksa kami beli air yang di jual dari Suwaan," tandas Elvy.
Sangat disayangkan, Direktur PDAM Deybert Rooroh saat di konfirmasi sejumlah wartawan via ponsel beberapa waktu lalu dengan mengeraskan speaker, memberi jawaban yang cukup mengejutkan.
"PLN cukup berperan dalam ketidak stabilan suplay air bersih kami. Kami menggunakan daya Grafitasi, jadi kalau listerik padam, air yang turun, terhenti..." jelas Deybert dari seberang ponsel.

Apapun jawaban Direktur PDAM Deybert Rooroh, dimata masyarakat Airmadidi semuanya sia-sia belaka. Hal ini didorong pula dengan kekecewaan warga di salah satu perumahan rakyat di bilangan Airmadidi Atas.

"Selama dia pimpin, pelayanan PDAM jauh dari level mencukupi. 6 tahun Deybert memimpin PDAM, seolah tidak ada kemajuan, malah jalan di tempat," tukas Norris Tirayoh aktivis asal Airmadidi Kamis (13/10).


Lanjut Tirayoh, hal seperti ini, apalagi sudah bupati yang baru, sangat miris, mengingat Airmadidi adalah Ibukota Kabupaten Minahasa Utara, yang letaknya tak jauh dari kantor bupati.
"Coba kita lihat di derah Sarongsong Dua dan Sukur  (Jalan Soekarno), masih ada warga mngunakan air alam.alias ba timba. Bukan di situ saja, di Kelurahan Sarongsong Satu dan Airmadidi Bawah, 500 meter dari Mata Air Tambuk Terang masih ada kampung tak miliki jaringan instalasi air, sementara hotel berbintang malah dapat fasilitas maksimal dari PDAM. Ini kan lucu namanya," sembur Noriis sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Solusinya, timpal Tirayoh, hanya satu, copot Direktur PDAM. "Hanya itu satu-satunya solusi. Saya yakin VAP-JO punya niat lebih baik dalam memajukan PDAM Minut. Tapi kalau masih pakai direktur lama yang tak punya visi, ya rasanya mustahil program VAP akan tercapai," tukas Tirayoh sembari menambahkan, bahwa "PDAM MINUT BUTUH PENYEGARAN DAN TEROBOSAN, BUKAN PEMIMPI YANG CUMA  JAGO KHOTBAH".



Di akhir statementnya, Norris kembali menyebut 6 tahun kepemimpinan Deybert Rooroh, PDAM Minut tidak berkembang. "Ingat, 6 tahun cukup jadi bukti nyata, padahal PDAM sebetulnya adalah sumber PAD. Jangan jadi dirut cuma jago mengeluh PLN lah, gangguan lah, anggaran lah, atasan nda dukung lah, mar nimau brenti. Masih banyak kader-kader VAP-JO yang layak dan mumpuni pimpin PDAM Minut, tapi semua katu tergantung pa pasangan VAP-JO. Atau, jangan-jangan kwa dia itu titipan seseorang stow,"sindir Norris penuh tanda tanya.(Red)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

09.51.00

0 komentar:

Posting Komentar