Iklan

KNPI Minut Ingatkan Forkopimda Waspadai Kumtua Nakal Dalam Skandal Pembebasan Lahan Tol

Posted by jhon simbuang on Senin, 17 Oktober 2016


Airmadidi, Identitasnews.com - Demi menciptakan sistim pemerintahan yang bersih Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Minahasa Utara dibawah Ketua, Audy Kalumata ST mengkritisi kinerja oknum Hukum tua yang di duga telah bermain dalam meraup keuntungan pribadi pada proses pembebasan lahan tol.
Audy saat di konfirmasi pekan lalu menerangkan,hukumtua yang merupakan pimpinan aparat tertinggi di desa seharusnya dapat turut berperan serta membantu setiap proses berdasarkan prosedur pembebasan jalan tol agar dapat mempercepat pembangunan sesuai dengan program pemerintah pusat.
 “ Pemerinntah harus sepenuhnya membantu proses jalannya pembebasan jalan tol ,jangan malah sebaliknya mencari kesempatan demi meraup keuntungan” terang kalumata
Jangan sampai lanjut kalumata,terkesan pemerintah desa memperlambat program pemerintah pusat “ Gubernur dan Bupati telah berupaya dengan melobi kepada investor,jangan bikin malu karena citra dan nma baik Minut bahkan Sulut menjadi taruhannya “ Sindir kalumata
Ditambahkannya,diduga oknum hukumtua ini sengaja menyalahi aturan dengan menggunakan kekuatannya sebagai pimpinan di desa, memanipulasi data sehingga banyak masyarakat yang dulunya pro menjadi kontra dengan proses pembebasan jalan tol.
 " Saya berharap aparat kepolisian dan kejaksaan melihat dan dapat mengabil langkah pasti dalam menseriusi masalah ini ” Ujar Ketua KNPI Minut
Lebih lanjut dikatakannya, kami KNPI Minut meminta teman-teman aktivis yang tergabung dalam suatu wadah organisasi dapat bersama menilai,bahkan mengkritisi akan masalah ini,karena menyangkut kepentingan orang banyak.
“ Kita harus mengkritisi hal ini bahkan kalau bisa menyeret masuk ke ranah hukum,agar nantinya tidak membuat citra buruk Provinsi Sulawesi Utara dan secara khusus Kabupaten Minut,” pungkas dia.(John)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

11.07.00

0 komentar:

Posting Komentar