HUT SHS
Headlines News :
Home » » Tolong Ibu Bupati.... Bertahun-tahun Masyarakat Airmadidi Krisis Air PDAM, Deybert Bilang PLN Penyebabnya

Tolong Ibu Bupati.... Bertahun-tahun Masyarakat Airmadidi Krisis Air PDAM, Deybert Bilang PLN Penyebabnya

Written By jhon simbuang on Sabtu, 08 Oktober 2016 | 12.54.00


Alcon Disana-sini, Pelanggan Butuh Direktur Yang Tau Kerja, Bukan Pintar Bicara, Tapi Tak Pernah Turun Lapangan

Airmadidi, Identitasnews.com – Semua masyarakat tahu kalau Kecamatan Airmadidi adalah wilayah yang penuh dengan pabrik air minum mineral dan banyak lokasi mata air bersih tekenal. Sebut saja Mata air Tambuk Terang yang kini menjadi sentral pabrik Airm Mineral Aqua, Mata Air Tumetenden, Air Doki, Air Serani, Air Tuang, dan banyak lagi lokasi pemandian air bersih lain, tanpa disebut sungai- sungai yang ada.
Kalau orang bicara masyarakat Kecamatan Airmadidi sedang mengalami krisis air bersih, tentu saja sulit di percaya, mengingat semua hal yang disebutkan di atas yang mana Airmadidi merupakan suber air terbesar di Kabupaten Minut.
“Percaya atau tidak percaya, lihat saja sendiri. Buktinya kami disini harus membeli air untuk mandi dan kehidupan sehari-hari,” keluh Ibu Elvy Kandouw warga Kelurahan Sarongsong Satu Jaan Air Tuang.
Kendati ia berlangganan air bersih di PDAM, dan rumahnya dekat Mata Air yang dikenal dengan nama Air Tuang, buktiunya Ibu Elvy setiap tiga hari harus membeli air bersih dari penjual asal Suwaan.
Dikabupaten Minahasa Utara beberapa bulan terakhir ini krisis air terjadi beberapa titik di Airmadidi seperti di Rap-rap,Saronsong I,Perum Tamporok hills,Perum Viola,Maumbi dan sekitarnya. Sw (26) warga Saroinsong I Kepada media ini mengatakan,Krisis air telah bertahun-tahun melanda.
Anehnya PDAM Minut, tak pernah bisa memberikan solusi, padahal warga sudah lelah mengaduh. "Air adalah kebutuhan pokok manusia, sudah bertahun-tahun air tidak jalan maksimal, padahal kita di minta membayar tepat waktu,” keluh warga Sarongsong Satu.


Sementara itu Direktur PDAM Minut, Deybert Rooroh saat di konfirmasi sejumlah wartawan via ponsel yang dikeraskan speaker-nya mengatakan bahwa situasi saat ini dalam perbaikan dan menggunakan sistim gilir grafitasi di daerah tinggi ke daerah yang rendah.
“Air bisa jalan kalau pompa jalan namun, kalau pompa mati air akan kembali kepipa dan akan cepat habis dikarenakan Pemadaman Listrik yang tidak beraturan dari Pihak PLN" kata Deybert sembari menjelaskan hal itu terjadi karena Faktor Mati Listrik apabila terjadi masalah jaringan lanjut Deybert, ketika bermasalah langsung teknisi kami kerahkan ke lokasi," Untuk masalah jaringan pihak teknisi dipersiapkan khusus menangani kerusakan," tukas Deybert dengan tanpa beban.

Perlu diketahui bersama, sejak Deybert Rooroh ditunjuk mantan Bupati Minut terdahulu, solusi air bersih untuk Kecamatan Airmadidi, tidak pernah ada. Pasalnya, Deybert tidak pernah turun lapangan, padahal begitu banyak warga menyedot air pakai alcon.
Kebijakan Bupati VAP mempertahankan Deybert, dianggap satu-satunya kekeliruan bupati, mengingat selama ini warga Kecamatan Airmadidi, mengingat selama ini warga di tempat asal Bupati VAP tidak pernah nyaman dibawah kepemimpinannya atas PDAM.
“Ibu Bupati sangat bijaksana, tapi mempertahankan direktur yang tidak bisa memberi perubahan signifikan selama bertahun-tahun, itu sudah keliru. Masih banyak mantan-mantan pejabat dan tim VAP-JO yang lebih mampu, kenapa harus pertahankan orang yang tidak mampu,” sembur Ibu Sutrya Wurara warga Sarongsong Satu Lingkungan II.(Red)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Redaksi | Layanan Iklan | Hubungi Kami
Copyright © 2013 - All Rights Reserved
Hosting by Manado Web Hosting Publikasi by Identitas Team
Kreasi by MWD