HUT SHS
Headlines News :
Home » » Hari Sumpah Pemuda, Pria Beranak Dua Tumpah Darah Dipukul Seorang Pemuda

Hari Sumpah Pemuda, Pria Beranak Dua Tumpah Darah Dipukul Seorang Pemuda

Written By jhon simbuang on Sabtu, 29 Oktober 2016 | 20.00.00


Airmadidi, Identitasnews.com - Apes benar nasib Max Duano (42) warga Kelurahan Sukur Lingkungan 10 Kecamatan Airmadidi (Jalan samping Kompi 7/12 Sukur) Kabupaten Minahasa Utara itu.

Hari itu Jumat (28/10) pukul 16.00 witta, sopir truk ber-anak 2 itu menuju rumahnya dengan sepeda motor Jupiter miliknya. Max berpapasan dengan pria bernama Ko Seng (50-an), sedang menyapu ditepi jalan depan rumahnya.
Sekitar 10 meter lewat, Max mendengar Ko Seng memaki dirinya, ia-pun kembali dan bertanya baik-baik."Saya turun dan mengklarifikasi, kenapa Ko Seng memaki saya. Beliau bilang, saya hampir menabaraknya, sehingga saya meminta maaf kalau betul saya hampir menabrak dia," kata Max Duano.

Setelah Max dan Ko Seng berdamai, tiba-tiba muncul Yunsito Ng (20), anak tunggal Ko Seng.
Tanpa mengeluarkan satu kata-pun, Yunsito langsung menonjok wajah Max mengenai hidungnya sehingga pecah mengeluarkan darah segar.
"Tidak disangka-sangka, tiba-tiba saya dipukulnya, padahal dia itu adalah anak serani saya," tukas Max Duano kecewa.
Dalam keadaan sempoyongan karena pandangannya nanar terkena pukulan di hidung, Max harus mengelak dari pukulan susulan Yusnito yang menendang dia. Merasa tak mampu melawan Yusnito Mahasiswa Politeknik yang masih muda itu, Max memilih lari menghindar.

Ia langsung mengambil sepeda motornya dengan niat mencari pengobatan, tapi alangkah kagetnya Max saat mendengar Yusnito berteriak, "Pi lapor jo pa polisi, kira kita tako".

Merasa sudah keterlaluan, Max mendadak berubah pikiran. Dari hendak ke dokter, saat itu juga ia segera melapor masalah itu ke Polres Minahasa Utara.
"Ini sudah keterlaluan, dan saya langsung melapor ke Polres Minut, dengan harapan saya tidak akan dipukul lagi, dan pelaku mendapat perlakuan hukum sesuai perbuatannya," kata pria malang yang tidak menyangka akan di aniaya seperti itu.

Sekitar pukul 17.00 wita, aparat Polres Minut langsung menjemput Jusnito Ng dikediamannya, untuk di amankan di ruang tahanan Polres, dan menunggu proses hukum lebih lanjut.

Kepada wartawan, Max Duano mengatakan bahwa dirinya tidak ada niat melapor, tapi karena ditantang, tujuannya ke dokter langsung berubah.
"Karena kata-katanya menantang saya seorang orangtua dan sudah dipukuli, saya jadi takut. Terpaksa saya melapor saja," tandas Max sambil menyeka hidungnya yang berdarah.

Max juga mengatakan, saat melapor ke Mapolres Minut, dia menghadp dua polisi berbeda. "Di SPK saya diambil kterangan oleh Brigadir Agus, sedangkan di bagian Reskrim, dengan Pak Jetter. Sat itu juga saya dibawa ke rumah sakit, kemudian di visum," tuturnya.(Red)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Redaksi | Layanan Iklan | Hubungi Kami
Copyright © 2013 - All Rights Reserved
Hosting by Manado Web Hosting Publikasi by Identitas Team
Kreasi by MWD