Iklan

BENARKAH ROMBONGAN MAENGKET SMPN 10 YANG TERLANTAR DI BALI AKAN DIPULANGKAN RABU 19 OKTOBER?

Posted by jhon simbuang on Rabu, 19 Oktober 2016


“Kepsek Hanya Menanggung Tiket Bagi Yang Tak Didampingi Orangtuanya. Sedangkan yang datang dengan orangtua, diluar tanggungjawab kepsek”

Denpasar, Identitasnews.com - Masih ingat nasib naas yang menimpa 28 sisw-siswi dan para guru serta orangtua murid di Denpasar Bali kemarin? Total 30 puluh lebih delegasi Sulut dari SMPN 10 Manado setelah hari pertama di Pulau Dewata (Bali) itu harus mengakhiri sisa malam pertama mereka di Mako Brimob Bali, akhirnya panitia penyelenggara membantu rombongan, dengan menampung mereka di kediaman ketua pelaksana.
“Walau berpindah-pindah, tapi kami merasa nyaman disini,” kata salah satu orangtua murid berbohong saat dihubungi via ponsel di nomor 081356505XXX.


Selasa (18/10) pukul 16.00 wita, beberapa dari rombongan telah kembali ke Manado, sebagian lagi menuju kediaman kerabat maupun kenalan mereka, sedangkan sisa lainnya memilih pasrah menunggu bintang terang di kediaman ketua panitia pelaksana.
Pukul 18.00 wita, rombongan merasa cukup terhibur, karena mereka mendapat kabar yang mana mereka akan di pulangkan ke Manado pada besok hari Rabu (19/10). “Syukurlah, kendati terkatung-katung, tapi karena besok sudah akan pulang, ya kami anggap ini pengalaman paling seru sepanjang hidup kami,” kata beberapa orangtua murid kepada sumber resmi www.identitasnews.com .


Kelelahan yang dapat ditebus oleh informasi kepulangan itu, ternyata tidak berlangsung lama. Pasalnya, sekitar pukul 21.00 wita, dari pembicaraan via ponsel antara seorang guru pembimbing dan Kepala Sekolah SMPN 1 Manado, salah seorang orangtua murid yang menguping pembicaraan terkejut dan tidak bias terima keputusan dari kepala sekolah tersebut.
“Kepsek bilang, dia akan bertanggungjawab dengan memesankan tiket pulang untuk rombongan yang tertinggal. Tapi dia hanya akan menanggulangi tiket para siswa-siswi yang tidak didampingi orangtua saja, sedangkan yang datang di damping orangtua, katanya tidak akan ditanggung sekolah, biar orangtuanya yang tanggung,” ujar ibu dari seorang siswi SMPN 10 itu.
Lanjut sumber, dalam pembicaraan yang didengarnya, Kepala Sekolah SMPN 10 tidak terima kalau dia salah dalam masalah ini. Sebab sudah ada guru yang mengatur keberangkatan, penginapan serta kepulangan rombongan, melalui salah satu travel di Manado.


“Kepsek bilang, semua ini adalah kesalahan Ibu Assa yang berurusan dengan travel tidak jelas, akibatnya terjadi seperti ini. Jadi, sekali lagi, kapsek hanya akan menanggung tiket anak yang tidak didampingi oangtua saja, sedangkan anak-anak kami yang kami damping, tiket harus kami tanggung sendiri. Uang dari mana akan kami dapat untuk pulang kalau betul klepsek memutuskan sepereti itu, kalau itu terjadi, kami akan melaporkan Kepsek dan Ibu Assa di Polda Sulut,” tukas orangtua murid kecewa.
Kepada media ini, para orangtua murid juga meminta unuk beritakan hal ini agar Gubernur dan Walikota serta aparat hokum di Manado, membantu mereka, dan copot jabatan Kepala Sekolah SMPN 10 bersama Ibu Assa.
“Kami berharap Pak Gubernur Sulut dan Pak Walikota Manado, untuk membantu kepulangan kami. Selain itu, kami berharap, Kepsek dan Ibu Assa, diproses hokum karena telah menelantarkan kami secara tak langsung,” pungkas mereka penuh kecemasan.(Red)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

05.29.00

1 komentar:

  1. Mo copot bagimana pa Kepsek, sedang dia katanya Manado 01 pe orang, makanya guru-guru biar nyanda sanang pa kepsek, pura-pura jo sanang, jangan ta lempar dari kepsek pbapegang kuat di orang nomor satu Pemkot Manado. kira-kira bagitu orang jaga cirita. makanya biar depe murid so ilang jalan di bali dia cuek, rupa ndak ada beban sebagai Kepala Sekolah yang bertanggung jawab atas murid yang brangkat bawa nama sekolah.

    BalasHapus