Iklan

LSM GMBI Pertanyakan Komitmen PT Tirta Investama Tentang Perekrutan Naker Lokal

Posted by jhon simbuang on Kamis, 22 September 2016


Airmadidi, Identitasnews.com - Komitmen perusahan air kemasan isi ulang yakni Aqua yang dikelola PT Tirta Investama/Danone terhadap masyarakat Minahasa Utara, dipertanyakan.

Sebut saja tentang perekturan tenaga masyarakat lokal yang bekerja di perusahaan air kemasan terbesar di dunia ini. Pasalnya, sesuai informasi yang masuk, dalam penerapan pola perekrutan tenaga kerja PT Tirta Investama/Danone, telah menyimpang dari hak-hak warga Airmadidi.
Warga disini hanya diberikan porsi 30 persen sementara sisanya 70 persen tenaga kerja direkrut perusahaan ini dari luar Minut.
"Sepengetahuan kami, komitmen perekrutan tenaga kerja (Naker) lokal oleh PT Tirta Investama (Aqua) sebesar 70 persen untuk warga lokal, sisanya itu dari luar. Komitmen ini harus dipertegas lagi, jangan sampai sudah melenceng," kata Ketua LSM GMBI Distrik Minut Howard Hendrik Marius.

Sebelum semua berakhir tidk nyaman, lanjut Marius, persoalan masih ini bisa diperbaiki. Pihak Disnaker Minut juga diminta kerja secara profesional dan mengedepankan tanggungjawab atas  pekerjaan yang diberikan untuk lakukan pemantauan.

"Bukan hanya Naker. PT Tirta Investama diminta lebih transparan soal pengelolaan limbah dan memperlihatkan ke puboik laporan  UPL/UK. Sebab disinyalir, dalam beberapa item tersebut, ada yang diduga tidak dimiliki, atau ada, tapi belum di perpanjang,” seru pria yang juga akrab disapa Pengky itu.

Saat dihubungi via ponsel, Binsar Simanjutak mantan GM PT Tirta Investama/Danone, (Aqua) tak menampik adanya kontrak terkait pembagian tenaga kerja lokal di perusahaan.

"Kalau komitmen pembagian persentase tenaga kerja itu bukan 70 berbanding 30. Namun persentasenya 60 dan 70 persen untuk naker lokal. Tapi coba ditanya lagi ke pimpinan yang baru di perusahaan Airmadidi sebab  saya baru pindah ke Surabaya," ungkapnya saat diwawancarai wartawan.

Kepala BPLH Tieneke Rarung membenarkan bahwa PT Tirta Investama memang mengantongi status proper hijau terkait pengelolaan limbah. "Mereka memang sering melaporkan pengelolaan limbah setiap 6 bulan," jelasnya.(Red)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

08.52.00

0 komentar:

Posting Komentar