Iklan

DUA SISI MATA UANG ANTARA ONAL DAN DENSOM TERKAIT WACANA TPA LIKUPANG

Posted by jhon simbuang on Rabu, 21 September 2016

Densom: "TPA yang rencananya dibangun adalah Tempat Pemrosesan Akhir (TPA)" 

Airmasdidi, Identitasnews.com - Wacana Akan di bangunnya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) berskala regional oleh Pemprov Sulut dan BLH Minut, di wilayah Likupang Raya khususnya Kecamatan Likupang Timur, menuai Pro dan kontra di pelbagai kalangan bagaikan dua sisi mata uang.
Bagi masyarakat Likupang, keberadaan TPA regional seluas 5 hektar itu sangat bertentangan dengan program Bupati dan Wakil Bupati VAP-JO yang telah berkomitmen menjadikan Likupang Timur sebagai destinasi Pariwisata dan sector Perikanan tanpa mau ada Pertambangan lagi.
“Kami sangat mendukung program pemerintah dalam menjadikan Likupang sebagai daerah Pariwisata dan Perikanan. Tapi bula benar pemerintah akan menempatkan TPA Regional di wilayah kami, bukankah itu sudah bertolak belakang dengan komitmen Bupati dan Wakil Bupati sebelumnya,,” ujar Donald Rumimpunu aktivis asal Likupang Timur kepada www.identitasnews.com beberapa waktu lalu.

Apabila warga Likupang raya memang sangat membutuhkan TPA, lanjut Rumimpunu, silahkan. Tapi sebaiknya TPA yang dibangun hanya berskala lokal saja dulu agar semua bias menyaksikan sebab-akibat bila ada TPA di Likupang.

“Kalau yang dibangun nanti brbentuk atau sekelas TPA berskala local, pasti warga mendukung. Tapi jikalau regional, akan ditolak sampai kapan pun. Sebab, sangat ironi kalau sampah daerah lain harus dibuang ke Likupang khususnya Liktim sebagai daerah pariwisata,” tutur aktivis yang akrb disapa Onal itu.

Pemprov Sulut, BLH Minut kata Onal lagi, sebaiknya melakukan pertemuan segi tiga dengan masyarakat setempat sebelum  menentukan sikap apa yang akan dibangun nanti agar, tidak ada pihak yang merasa di sakiti oleh kebijakan pemerintah nantinya.

“Bayangkan saja, baru wacana saja, pembangunan TPA berskala regional ini, sudah sangat meresahkan masyarakat Likupang raya, apalagi sudah dibangun diam-diam tanpa meminta persetujuan masyarakat. Harus ada solusi terbaik, intinya kami mendukung program pemerintah, asalkan sejalan dengan kesejahteraan masyarakat, tanpa ada pihak yang merasa di lukai oleh pemerintah seperti yang terjadi di lain tempat,” pungkas Rumimpunu.


Meluruskan keresahan masyarakat Likupang Timur terkait Rencana pembangunan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah regional di Kecamatan Likupang Timur, khususnya di Desa Winuri Kecamatan Likupang Timur (Liktim) Kabupaten Minahasa Utara (Minut), anggota DPRD Minut Denny Sompie menjelaskan yang mana TPA yang rencananya dibangun adalah Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang merupakan tempat dimana sampah mencapai tahap terakhir dalam pengelolaannya sejak mulai timbul di sumber, pengumpulan, pemindahan/pengangkutan, pengolahan dan pembuangan.
“TPA ini merupakan tempat dimana sampah diisolasi secara aman agar tidak menimbulkan gangguan terhadap lingkungan sekitarnya. Karenanya diperlukan penyediaan fasilitas dan perlakuan yang benar agar keamanan tersebut dapat dicapai dengan baik. Bukan tempat pembuangan akhir seperti yang dikira selama ini,” beber Denny Sompie atau akrab disapa Densom.

Di lokasi pemrosesan akhir, tambah Densom, tidak hanya ada proses penimbunan sampah, tetapi juga wajib terdapat 4 aktivitas utama penanganan sampah di lokasi TPA, yaitu pemilahan sampah daur ulang sampah non-hayati (an-organik), pengomposan sampah hayati (organik) dan pengurugan/penimbunan sampah residu dari proses di atas di lokasi pengurangan atau penimbunan (landfill).
“Pemkab Minut sudah menyiapkan lahan di Desa Winuri seluas 5 hektar, dan sudah dilakukan pembebasan lahan 2,3 hektar. Lokasinya di dalam hutan, jauh dari permukiman penduduk. Untuk dijadikan TPA regional, harus ada penandatanganan nota kesepahaman dengan Kota Manado dan Bitung,” terang Sompie.
Ketua PKPI Minut itu membantah jika hadirnya TPA regional di Winuri akan mengancam pariwisata di wilayah Likupang.
“Justru TPA ini sangat membantu karena sejauh ini kebanyakan warga membuang sampah di laut sehingga dengan TPA ini, wilayah laut di Likupang akan lebih bersih. Dan dipastikan, lokasi itu tidak berbau busuk,” tandas Politisi Partai PKPI itu.(John)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

14.00.00

0 komentar:

Posting Komentar