HUT SHS
Headlines News :
Home » » DIDUGA ERROR KARENA LISTRIK TAK STABIL, BANK SULUT MINUT DAN BANK SULUT MINAHASA RUGIKAN NASABAH

DIDUGA ERROR KARENA LISTRIK TAK STABIL, BANK SULUT MINUT DAN BANK SULUT MINAHASA RUGIKAN NASABAH

Written By jhon simbuang on Jumat, 30 September 2016 | 23.39.00

 Tanpa Pemberitahuan, Saldo Milik 'Wartawan' Di Sedot



Airmadidi, Identitasnews.com - Profesionalisme pelayanan Bank Sulut baik di Tondano Minahasa maupun Airmadidi Minahasa Utara, tiba-tiba di hebohkan oleh sebuah kejadian unik yang melibatkan seorang wartawan.
JS alias John adalah wartawan yang kesehariannya meliput di Kabupaten Minahasa Utara, adalah nasabah tetap Bank Sulut Cabang Minut.

Suatu hari JS hendak mengambil uang di rekening pribadinya, lewat ATM. Anehnya, kendati saldonya cukup, namun JS tidak bisa mengambil uang, dan di monitor ATM tertera tulisan:
DANA ANDA TIDAK CUKUP (INSUFICIENT AMOUNTH).
"Awalnya saya pikir, hanya karena gangguan jaringan. Tapi setelah 2 minggu hampir setiap hari saya coba di beberapa ATM Bank Sulut, maka Rabu (28/9), saya melapor ke Bank Sulut Cabang Airmadidi, pihak Bank bilang rekening saya telah di blokir atas permintaan Bank Sulut Cabang Tondano," kata JS.

Kamis (29/8) kemarin, JS dan rekan-rekannya menuju Bank Sulut Tondano, kemudian mengkonfirmasi hal itu. Oleh Bank Sulut Tondano, JS diberikan penjelasan, sampai diperlihatkan bukti CCTV yang mana ia pernah mengambil uang via ATM Tondano.

"Menurut Bank, saya pernah melakukan pengambilan uang sebesar Rp. 1 juta, entah kenapa, uang 1 juta milik Bank, kembali masuk ke rekening saya. Dan itulah sebabnya saldo saya sekarang, diblokir Bank. Tapi karena saldo saya tidak mencukupi untuk kembalikan kerugian Bank, maka di kolom mutasi kredit buku rekening saya tertera angka, Rp. 200 ribu," jelasnya.

JS kecewa, pasalnya kalau memang ada masalah seperti ini, sebagai Bank satu-satunya tempat dia bertransaksi, Bank Sulut harusnya memberi pemberitahuan dahulu kepadanya.
"Kalau memang terjadi seperti itu, saya tidak keberatan, tapi saya kecewa sebab uang yang saya tahu ada didalam rekening saya, sangat saya butuhkan untuk membawa anak saya ke dokter. Saat saya buka rekening, Bank minta alamat dan nomor ponsel saya, kenapa tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, uang saya sudah di blokir dan seolah-olah malah menunggak utang Rp. 200 ribu," tanya JS.

Dirinya merasa sangat tidak nyaman atas kejadian itu. Dan ia berjanji akan menempuh jalur hukum. "Saya akan menempuh jalur hukum atas kejadian ini, sebab selain saya sudah rugi waktu dan biaya, saya juga punya hak sebagai nasabah yang berhak dilindungi undang-undang perlindungan konsumen," tutupnya.
Cara kerja Bank Sulut terhadap nasabah JS, mendapat tanggapan miring dari Jefran Herodes de'Jong, Kadepsus TIPIKOR LSM Waraney Puser In Tana Toar - Lumimuut DPB Sulut.
Menurut Jefran, sebagai Bank lokal yang tergolong bonafide, tidak pantas Bank Sulut lalai seperti itu. "Memang hanya kelalaian dan manajemen Bank Sulut Minahasa (Tondano), sudah minta maaf kemarin, tapi ini kann tanda bahwa ada celah yang membuktikan Bank Sulut bisa kecolongan," tuturnya.
Disamping itu, lanjut de'Jong, Bank Sulut telah mengambil tindakan pemblokiran tanpa pemberitahuan terlebih dulu kepada nasabah, telah melanggar kode etik dan Undang-undang keterbukaan publik serta Perlindungan Konsumen.
"Ini akan berdampak buruk pada citra Bank Sulut. Bisa saja kejadian seperti ini, pernah atau akan terjadi pada uang nasabah lain nantinya," tandas Jefran.(John)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Redaksi | Layanan Iklan | Hubungi Kami
Copyright © 2013 - All Rights Reserved
Hosting by Manado Web Hosting Publikasi by Identitas Team
Kreasi by MWD