Iklan

DE'JONG SEBUT KEJARI AIRMADIDI TAKUT KEMBANGKAN KASUS OTT DEWAN MINUT

Posted by jhon simbuang on Kamis, 15 September 2016

Kuat Dugaan, Selain Terdakwa JD dan PL, Masih Ada Beberapa Oknum Di Komisi A Yang Terlibat


Airmadidi, Identitasnews.com – Kasus memalukan beraroma pemerasan yang disinyalir dilakukan oleh salah satu Komisi di DPRD Minut sehingga Kejaksaan Negeri Minahasa Utara (Kejari Minut) menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) dengan hasil memuaskan, telah terdiam saat ke dua politisi berinisial PL alias Paulus dan JD alias Oce diseret ke Rumah Tahanan (Rutan) Malendeng.
Seperti kita ketahui bersama, pasca kejadian beberapa bulan silam, intelijen Kejari menerima informasi yang mana ada beberapa instansi/dinas diminta oleh Komisi A DPRD Minut untuk menyetorkan sejumlah uang fee dengan imbalan, akan dimuluskan permintaan proyek sesuai masing-masing instansi.
Melihat ada hal melanggar hokum, tim intel Kejari langsung turun lapangan, kemudian menggeledah PL dan JD yang kebetulan berada diantara beberapa rekan lainnya diruangan rapat Komisi A.
Malam itu juga, PL dan JD langsung digelandang ke Kejari Minut kemudian diperiksa secara marathon, bersama barang-barang bukti yang ada seperti uang hasil OTT dan fasilitas lainnya seperti ponsel dan lain-lain.
Karena kasus ini cukup membomming, Kejati Sulut melalui Wakajati Ricardo Sitinjak SH. MH turun langsung memback-up kasus itu. “Ini isu nasional dan masuk dalam kasus besar, jadi kami harus memback-up kinewrja Kejari Minut yang jempolan,” kata Sitinjak saat jumpa PERS waktu itu.
Oleh Wakajati Sulut juga dikatakan bahwa, kedua Tersangka akan diproses hokum secepatny, dan tidk menutup kemungkinan bertambahnya Tersangka lain.
“Semua bisa saja terjadi dan tidak menutup kemungkinan  bertambahnya Tersangka lain, mengingat kasus korupsi seperti ini kerap dilakukan secara berjemaah,” tandas Sitinjak.
Setelah kasus tersebut, sesudah PL dan JD di dakwa dan di penjarakan, pihak DPRD Minut nampak mulai beraktifitas dengan lancer seolah kejadian itu tidak pernah terjadi. Nama PL dan JD pun mulai hilang dari pembicaraan.
Kamis (15/9), Aktivis Anti Korupsi, Jefran Herodes de’Jong mempertanyakan kelanjutan daripada skandal Kasus OTT. “Dimana keseriusan Kajari Minut dalam penanganan kasus OTT itu, kan didalam fakta persidangan terhadap Terdakwa PL dan JD, pungli tersebut dilakukan secara berjemaah bukan hanya mereka berdua saja,” Tanya aktivis yang akrab disapa Buds itu.
Lanjut Jefran, ia heran sebab waktu kejadian OTT, tim Kejari Minut telah menggeledah kedua Terdakwa di ruang Komisi A, jadi tidak mungkin hanya PL dan JD yang jadi korban. “Kejari harus berani menuntaskan kasus itu sampai tuntas. Masih ada beberapa politisi yang bebas menghirup udara segar, padahal bias saja mereka itu justeru yang mendalangi pemerasan halus yang berbuntut pada OTT itu,” tukas de’Jong.
Demi menjaga institusi dan kebesaran nama Kejaksaan Negeri Minut yang baru saja di tingkatkan dri nama Kejari Airmadidi, Jefran meminta instansi berseragam coklat, itu jangan kepalang – tanggung.
“Kejari Minut harus menuntaskan kasus itu, agar citra dari nama instansi vertical mereka kian harum tanpa menimbulkan kesan buruk atau perseden miring, yang mana Kejari Minut takut menambah tersangka pada kasus yang tergolong ekstra ordinary crime (Kejahatan Luar Biasa) ini,” pungkas de’Jong.
Sementara ditempat terpisah, Kejari Airmadidi, Agus Sugianto Sirait SH, menampik tudigan aktivis yang mana pihaknya tidak punya keberanian dalam menuntaskan kasus OTT tersebut.
“Kami bukan takut atau tidak berani, tapi tenaga personil kami terbatas, setelah beberapa Jaksa pindah,” kata Sirait berkelit.
Namun, tambah Agus Sirait, apabila memang ada lembaga yang mempertanyakan dan meminta pihaknya menindak lanjuti skandal itu, ia akan mempelajarinya. “Saya akan mempelajari lagi hal itu, kemudian melakukan pembedahan mendalam, apakah akan bertambah Tersangka atau tidak, kita lihat saja nanti,” janji Sirait kepada beberpa awak media diruang kerjanya.(John)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

19.51.00

0 komentar:

Posting Komentar