Iklan

VAP-JO DI WAWANCARA EKSLUSIF TENTANG KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA OLEH NET-TV

Posted by jhon simbuang on Selasa, 23 Agustus 2016

VAP: “Tidak ada bangsa lain yang boleh mengklaim budaya Suku Tonsea”

Airmadidi, Identitasnews.com – Net-Tv adalah salah satu programa televisi nasional yang sedang naik daun. Tidak jarang, berita nasional yang disajikan Net-Tv, kerapkali menjadi konsumsi public banyak masyarakat, karena tv baru ini, mempunyai resep tersendiri dalam sajian programanya.

Selasa (23/8), jajaran protokoler Bupati Minahasa Utara, dikejutkan oleh kehadiran Anita Tambajong, yang sebelumnya dikenal masyarakat Minut sebagai reporter Tv-One. Namun sesuai pengakuannya, kehadiran Anita kali ini tidak dengan Tv-One lagi, melainkan Net-Tv.“Iya, saya memang sudah pindah ke Net-Tv,” tutur wanita berparas manis itu.

Dalam wawancaranya diruang kerjanya, Bupati Vonnie Aneke Panambunan yang didampingi Wakil Bupati Joppi Lengkong membeberkan tempat-tempat pariwisata serta situs-situs budaya yang memiliki nilai historis sehingga tidak kalah dengan wilayah lainnya, di Belahan Nusantara.
“Kalau daerah lain berbangga dengan wisata pantai, Minut justeru memiliki wilayah pantai wisata paling banyak. Begitu juga dengan Air Terjun Tunan,  Waruga di beerapa tempat seperti Airmadidi Bawah dan Sawangan, semuanya memiliki nilai historis yang tak kalah dengan daerah lainya di Indonesia. Belum lagi aneka tari-tarian seperti Maengket, Katrilly, Cakalele dan Kabesaran, ini sangat indah dan tak ada di daerah lain manapun juga,” beber VAP.

Kedepan nanti, lanjut Panambunan, pemerintah Kabupayen Minahasa Utara akan mengkonsentrasikan perhatian pada ekonomi, pariwisata dan kebudayaan, mengingat animo wisatawan mancanegara (wisman) kian hari kan besar.
“KIta bakal memposting anggaran ke bidang-bidang tersebut, agar kian hari, Minut kian semarak dan mengkilap, mengingat kekayaan alam yang Tuhan sudah berikan kepada Minut, terlalu indah untuk dibiarkan,” tukas Vonnie.
Diminta tanggapan tentang adanya Negara tetangga yang acap kali mengklaim yang mana kebudayaan dan music serta tari-tarian asal Indonesia sebenarnya adalah milik mereka, menurut Bupati VAP, itu tidak boleh dibiarkan.
“Tidak bias dibiarkan, sebab tidak ada bangsa lain yang boleh mengklaim budaya Suku Tonsea sebagai milik mereka. Sebut saja alat music Kolintang, apakah itu ada di Negara tetangga, padahal Kolintang adalah alat music tradisional yang diciptakan dari hasil olahan aneka kayu asli Sulawesi Utara, khususnya Minahasa Raya dan Tonsea ini,” tukas bupati cantik yang dikenal memiliki rasa patriotism yang tinggi itu.(Red)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

21.00.00

0 komentar:

Posting Komentar