Iklan

PROYEK JEMBATAN SAMPIRI SERET PLT KADIS PU STEVENSON DAN SALAH SATU KONTRAKTOR

Posted by jhon simbuang on Kamis, 11 Agustus 2016

P E N G A L I H A N  I S S U E???

Airmadidi, Identitasnews.com – Proyek pembangunan jembatan Sampiri di Desa Sampiri Jaga V Kecamatan Airmadidi yang menelan dana APBD Minut sebesar Rp1.136.000.000 akhirnya berbuntut pada masalah hukum. Oknum Stevenson Koloay (SK) Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Minut dijerat kasus dugaan korupsi Kejaksaan Negeri (Kejari) Minut.

Terinformasi pada Senin, (18/7/2016) lalu, Stevenson telah ditetapkan sebagai tersangka bersama pelaksana proyek berinisial R.

Kepala Kejari (Kajari) Minut Agus Sirait SH MH saat dikonfirmsi salah satu wartawan Group FORJUBIR di kantornya Rabu, (10/8/2016) membenarkan hal itu.
“Benar telah ditetapkan dua tersangka dalam kasus ini, masing-masing oknum Kadis PU, S dan pelaksana proyek R. Saat ini sedang dalam tahap penyidikan tiga kepala seksi saya tugaskan untuk penyidikan kasus ini,” ujar Sirait.

Adapun tiga jaksa yang melakukan pemeriksaan kemarin, masing-masing Kasie Intel Hendra Wijaya SH, Kasie Pidsus Budi Kristianto SH dan Kasie Datun, Danur Suprapto.

Perlu diketahui, jembatan Sampiri dibangun untuk menghubungkan jalan antara Desa Sampiri dan Desa Rumengkor. Adapun landasan kuat Kejari Minut mengembangkan kasus terhadap proyek itu, berawal dari dugaan terjadi pengurangan volume pekerjaan tidak sesuai dengan spek yang ada.

Sangat disayangkan, pencairan dana proyek telah ditandatangani 100 % oleh Kadis PU Stevenson Koloay tanpa ada rasa takut berurusan dengan hukum.

Kasie Datun Danur Suprapto ketika dimintai informasi mengatakan, sampai hari ini sudah 8 orang saksi yang diperiksa, antaranya Bendahara dan PPTK.
“Sebenarnya masih ada satu orang lagi yang harus kami periksa, yaitu Edi Sunarko selaku Direktur perusahan kontraktor namun belum bisa diperiksa karena sakit. Yang bersangkutan memasukan surat keterangan sakit, padahal sudah dua kali kami panggil untuk diperiksa,” jelas Suprapto.

Ditambahkan Suprapto, untuk nilai kerugian negara dalam kasus jembatan Sampiri ini sedang menunggu hasil audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulut.
“Hasil audit BPKP sedang kami tunggu, mereka (BPKP) juga meminta Kejari Minut untuk memperdalam beberapa item untuk memperkuat bukti yang ada. Untuk tersangka Rin,  pemeriksaannya lanjutan ditunda sebab yang bersangkutan minta didampingi oleh pengacara” jelas Suprapto.
Dari pantauan wartawan jembatan yang membentang di atas Sungai Tikala Lewet ini baru saja diselesaikan.
Namun dikuatirkan jembatan ini tidak akan bertahan, karena selain volume pekerjaan yang tidak sesuai, letak jembatan tidak mengikuti aliran sungai yang ada sehingga diprediksi saat hujan dan banjir, air dalam volume yang besar akan menghantam fondasi penyanggah jembatan.
Sementara, oknum Kadis PU Stevenson Koloay, memilih enggan berkomentar terkait kasus yang menjeratnya.(Red)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

11.35.00

0 komentar:

Posting Komentar