HUT SHS
Headlines News :
Home » » Plan Pembangunan ‘Waduk Kuwil’ Nyaris Rampung, Tinggal Relokasi Beberapa WARUGA

Plan Pembangunan ‘Waduk Kuwil’ Nyaris Rampung, Tinggal Relokasi Beberapa WARUGA

Written By jhon simbuang on Rabu, 03 Agustus 2016 | 18.00.00

VAP-JO Minta Pemberitaan ‘FORJUBIR’ Bantu Pemkab Dan Balai Sungai

Airmadidi, Identitasnews.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Perumahan Rakyat Direktorat Jendral Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai Sulawesi I, Kepala Balai (Kabalai) Ir. Djidon Watania ST, MM bersama Ir Marva Ibnu MT Kepala SNVT Pembangunan Bendungan BWS Sulawesi I, Lydia A. Karema ST,MT PPK Pembangunan Bendungan BWS Sulawesi I (Kuwil -Kawangkoan), Alif usman perwakilan PT Nindya Karya,Fafan PT Wijaya Karya, sambangi Pemkab Minut Rabu (3/8) pukul 11.00 witta.
Tim disambut hangat Bupati Vonnie Aneke Panambunan dan Wakil Bupati Joppi Lengkong (VAP-JO) didampingi Kabag Humas dan Protokoler Sem Tirayoh beserta group Forum Juru Bicara Minahasa Utara (FORJUBIR MINUT), membahas PEMBANGUNAN BENDUNGAN WADUK KUWIL.
Dalam pembahasan, Kabalai Djidon Wantania menyampaikan tujuan utama pembangunan waduk Desa Kuwil di landaskan atas Peraturan Presiden (Perpres) RI No 5 tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Peraturan Presiden (Perpres) RI No.3 Tahun 2016 tentang percepatan pelaksanaan proyek strategis nasional .
"Pentingnya tujuan pembangunan Waduk Kuwil ini guna mengantisipasi bencana alam berupa banjir yang pernah melanda masyarakat Sulawesi Utara, dan karena merupakan perioritas ke-enam (6) sebagai salah satu Subsector Perioritas Infrastruktur Pegendalian Banjir,“ terangnya.

Pihaknya, lanjut Djidon, telah melalui tahapan study seperti, Feasibility Study Bendungan Sawangan dan Kuwil (2009), Detail Desain dan Studi Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) Bendungan Kuwil (2012), Studi LARAP dan am-Break Analysis bendungan Kuwil-Kawangkoan (2013), Studi konservasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Hulu Bendungan Kuwil (2014), Sertivikasi bendungan Kuwil (2014-2015).
“Selain bisa mengantisipasi banjir pembanguan waduk desa Kuwil-Kawangkoan nantinya dapat membantu menyediakan air baku bagi tiga lokasi yaitu; Minut, Manado dan Bitung “ ungkapnya.

Menurut Djidon, berdasarkan keputusan Gubernur Sulawesi Utara Nomor 145 tahun 2015 tentang Penetapan Lokasi Pembangunan disertai Perda Provinsi Sulawesi Utara No.1 tahun 2014,perda kabupaten Minahasa Utara No.1 tahun 2013 dan Surat Menteri Keuangan RI Nomor S-114/MK.2/2016 tanggal 11 Juli 2016 dengan total anggaran sebesar Rp. 1.508.937.501.000- (Satu triliun lima ratus delapan miliar Sembilan ratus tiga puluh juta lima ratus satu ribu rupiah) dari TA. 2016 Sampai dengan TA 2020.
“Sudah ada 30 hektar tanah yang telah di bebaskan dan kedepannya jika tidak ada aral melintang proyek pembangun waduk ini akan segera di kerjakan,“ tukas Wantania.

VAP-JO mengapresiasi dan menyambut baik temu audiens Balai Wilayah Sungai Sulawesi I ini. "Saya bangga karena di Provinsi Sulut, pembangunan bendungan hanya di dua daerah saja yaitu Minut dan Lolak. Saya juga akan membantu masalah pembebasan lahan sesuai aturan yang ada. Jika lahan itu masuk wilayah adat, tentunya akan diatur sesuai budaya setempat. Bendungan ini untuk kepentingan yang sangat besar kedepan yaitu mengatasi banjir, olehnya saya berharap masyarakat juga mendukung," ujar Panambunan.

Demi melancarkan semua urusan, VAP mengingatkan pihak Balai untuk komunikatif dan transparan. Untuk itu Balai harus tetap berkordinasi dengan Pemkab dan masyarakat melalui pemberitaan yang nanti dikawal 30 media FORJUBIR.
“ Sebagai Bupati saya akan membantu terlaksananya pembangunan Waduk Kuwil-Kawangkoan ini demi kepentingan bersama, tapi saya tidak suka kalau masyarakat saya harus dikorbankan demi kepentingan sepihak. Harus libatkan media lewat pemberitaan, disini kita punya Humas dan FORJUBIR, “ urai VAP, seraya di amini Wakil Bupati Joppi Lengkong.

Kita semua, timpal Bupati tahu bencana yang telah meluluhlantahkan Sulut 15 Januari 2014 lalu. Pastinya tak seorang pun menginginkan peristiwa seperti itu terulang kembali.
“Pembangunan waduk ini akan sangat menolong kita semua dan supaya program ini di terima oleh semua pihak segala kendala di lapangan harus di selesaikan agar tidak terjadi blunder dan pengaruh negative di kalangan masyarakat,“pinta VAP .
Pembebasan lahan hampir rampung, tapi Balai Sungai masih terkendala dengan Hukum Aday, terkait pembebasan lahan yang ada ‘Makam Bersejarah WARUGA’. Untuk itu, VAP meminta Balai Sungai tidak memandang sebelah mata terhadap hal itu, mengingat tanah adat adalah Tanah ULAYAT, yang harus dibebaskan secara Tradisi.
“Disitulah sosialisasi yang butuh kerjasama, antara pihak Balas Sungai, pemkab Minut, dan peran serta media melalui pemberitaan. Kami akan membantu pemerintah dengan melibatkan pemerintah desa, tokoh adat, kemudian menggelar ‘Budaya Ator Kampung’ untuk memindahkan makam-makam para leluhur yang kami sebut WARUGA itu,” pungkas Bupati wanita kaya talenta itu.

Sharing berlangsung santai namun berbobot, hadirin disuguhi ‘Kukis Basah Khas Suku TOUN-SEA (baca Tonsea red-), sementara VAP-JO memberi kesaksian tentang Kemurahan TUHAN sehingga masyarakat Mnut bisa terlidungi selama ini.(John)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Redaksi | Layanan Iklan | Hubungi Kami
Copyright © 2013 - All Rights Reserved
Hosting by Manado Web Hosting Publikasi by Identitas Team
Kreasi by MWD