Iklan

DINILAI TAK DEMOKRATIS 23 RANTING KELUAR TANPA SYARAT DI MUSDA KE III PAN KK

Posted by jhon simbuang on Selasa, 09 Agustus 2016

 Sehan Landjar sebut itu hal biasa, Tatong Bara katakan prihatin dengan kader PAN ini

Kotamobagu, Identitasnews.com -  Minggu  (7/8) bertempat di gedung Restoran Cempaka Putih,   dilaksanakan Musda ke III PAN  Kota Kotamobagu. Kegiatan awalnya berlangsung baik, namun sangat disayangkan mendadak dari tiga puluh tiga (33) ranting yang duduk di ruangan musda tiba - tiba ada 23 ranting keluar tanpa syarat.
Terinformasi, ke 23 kader itu kecewa dengan Musda ke III PAN Kota Kotamobagu. Pasalnya mereka tidak diberikan kesempatan mengetahui aturan dan tata tertib Musda. Saat hendak berbicara mereka tak ada respon dari pemimpin Musda.
Selain itu, ke-13 formatur yang menjadi kandidat telah ditetapkan 4 yang lolos ditambah dengan 1 dari unsur DPW. "Kami memilih keluar ruangan Musda bukan keluar karena kecewa dengan salah satu calon ketua DPD yang akan terpilih nanti, namun mereka kecewa karena hak ranting untuk mengeluarkan pendapat dalam musyawarah  tidak direspon oleh panitia musda PAN Kota Kotamobagu," aku salah satu kader.
Menanggapi apa yang dilakukan 23 ranting tersebut menurut Ketua DPW PAN Sulut  Sehan Salim Landjar bahwa hal itu merupakan hal yang biasa dan perlu dimaklumi serta tidak marah kalau disaat begini ada kader yang demikian karena yang menyatakan mundur itu bukan bersifat mutlak.
"AD/ART PAN yang baru berubah lagi yaitu DPD dan DPW membuka pendaftaran calon formatur kemudian DPD menyerahkan ke DPW menyaring sehingga tinggal 4 dan mendapatkan 1 orang DPW untuk menentukan siapa yang akan menyusun keputusan,urainya.
Aturan itu, lanjut Landjar, turun setelah kongres dan kepengurusan lama itu ternyata tidak melakukan sosialisasi sehingga dibawa itu tidak tahu bahwa mekanismenya sudah begini. "Perlu diketahui bahwa dalam pemilihan ketua DPD mekanismenya ada di DPW dan formatur itu  belum tentu menjadi ketua tapi mereka hanya merumuskan siapa yang layak jadi ketua," jelas pria yang identik denga  kumis tebal itu.
Terkait dengan ranting, tambah pria yang akrab juga disapa Eyang itu, dulu ranting itu memberikan hak suara. Namun saat ini mereka hanya menghadiri dan  mendengarkan.  "Dalam pemilihan ketua DPD ketika formatur tak mendapatkan hasil maka DPW yang akan menentukan dan tidak ada vooting  karena itulah sesuai AD/ ART yaitu  musyawarah mufakat , apabila tidak dead-lock  maka diberikan ke DPW dan dikonsultasikan dengan DPP untuk mengambil langkah tapi masih mengundang bagi yang jadi formatur., " tandas Sehan Landjar.
Sementara Tatong Bara selaku mantan ketua DPW PAN Sulut sempat dikonfirmasi oleh beberapa media  mengatakan  merasa prihatin dengan  kader- kader PAN ini. Menurut Tatong Bara pemilihan ketua DPD PAN di Kota Kotamobahu  tidak sesusi AD/ ART PAN karena ada banyak poin yang harus ditaati yang tidak dilaksanakan Musda ke III PAN Kota Kotampbagu yang harus sesuai AD/ ART PAN.(Feki)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

05.30.00

0 komentar:

Posting Komentar