Iklan

DIDUGA KUAT PUNGLI MERAJALELA DI PELABUHAN MUNTE

Posted by jhon simbuang on Selasa, 09 Agustus 2016

Retribusi ‘So Dapa Tako’, Pembangunan Pelabuhan Membleh!

Airmadidi, Identitasnews.com – Tidak sedikit pengusaha ekspedisi mengeluhkan ulah oknum-oknum petugas yang bekerja di Pelabuhan Munte, Kecamatan Likupang Barat, Minahasa Utara.

Sudah begitu tingginya tarif retribusi yang di kenakan petugas dalam pengiriman dan penerimaan barang ekspedisi yang masuk, aturan dan kebijakan lain, masih juga ada.

"Saya sih tak keberatan jika ditarik retribusi atau iuran dalam bentuk apa pun, tapi proses penarikan retribusi jangan membingungkan dan syarat pungli," nyanyi seorang kurir ekspedisi Senin (8/8), juga meminta namanya dirahasiakan.

Penarikan retribusi oleh petugas penjaga pelabuhan tidak disertai karcis retribusi dan hanya berupa nilai taksiran yang diberikan petugas ke pengguna jasa pelabuhan. "Kadang kami dimintai Rp3 juta, ada 1 juta, dan nilainya berubah-rubah. Ada apa? kalau namanya retribusi itu harusnya ada patokan. Kondisi ini jelas sangat merugikan kami sebagai pengusaha," keluhnya.

Mereka berharap, pemerintah melalui instansi tekhnis bisa memperhatikan masalah ini, sebab jika tidak tentunya berdampak pada pemanfaatan pelabuhan. "Semoga bupati dan wakil bupati menindaklanjutinya. Praktek dugaan pungutan liar (Pungli) marak di pelabuhan Munte," tandas sumber.

Sangat disayangkan, kalau Bupati dan Wakil Bupati VAP-JO sangat mudah dihu8bungi baik via ponsel maupun di jumpai secara langsung, lain lagi dengan Kepala Dinas Perhubungan dan Komunikasi (Dishubkominfo) Drs Benny Mengko.
Mantan Camat Kauditan ini saat dikonfirmasi via HP nomor 08234453XXXX, nomor itu dalam kondisi tak aktif.
Sebagai seorang kepala dinas yang sejatinya adalah pelayan public, tingkah laku dan cara kerja Kadishub Kominfo ini terkenal banyak yang tidak pantas. Selain pernah bermasalah moral di kantornya terhadap salah satu staf perempuan, Mengko diduga kuat, kerap mengkonsumsi minuman keras.
Ini sangat bertolak belakang dengan jati diri Kabupaten Minahasa Utara dengan logo KAKI DIAN, dan pasangan bupati yang RELIGIUS, sementara kepala dinas-nya berakhlak seperti itu.(Red)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

10.00.00

0 komentar:

Posting Komentar