Iklan

DIBAWA LARI, 2 MAHASISWI UNIMA ASAL TOBELO LOMPAT DARI ANGKOT SATU TEWAS, SATUNYA LAGI LUKA BERAT

Posted by jhon simbuang on Senin, 15 Agustus 2016

SUB JUDUL: TIEM POLRES MINAHASA TANGKAP 2 TERSANGKA

Tondano, Identitasnews.com - Setelah berupaya mencari 2 tersangka kasus kriminal pelarian terhadap 2 Mahasiswi UNIMA asal Tobelo Maluku Utara yang meloncat dari mobil angkot jurusan Tondano- Kampus UNIMA yang mengakibatkan salah satu (1)  meninggal dunia sedangkan satunya lagi cidera yang cukup serius, khirnya Tim Resmob Polres Minahasa, Senin (15/08) 09:00 wita, menangkap kedua tersangka di Kelurahan Tataaran 1 Lingkungan Iv Kecamatan Tondano Selatan tanpa ada upaya perlawanan.
Kedua tersangka masing- masing sopir berinisial HT (17) dan KT(14),

Kronologinya, sebagai berikut, Kamis (11/08) pukul 22.00 wita, masyarakat Kelurahan Tataaran Patar menemukan dua orang perempuan di jalan lokasi Kampus Unima (dekat kolam renang Kampus Unima) tergeletak lemah.
Tragisnya, salah satu diantaranya bernama RESTI ILCE NABIU (18) sudah meninggal dunia. Resti tercatat sebagai Mahasiswi UNIMA asal Tobelo. Sedangkan rekannya yang terluka cukup parah juga, bernama MEGA IRA AYU ATONGGAR (20), adalah mahasiswi dan asal yang sama.
Melihat gelagat tidak baik, ketakutan kedua korban lompat dari mobil angkot jurusan Tondano- Kampus. Menurut keterangan korban MEGA yang cidera, takut di bawa lari dan diperkosa, kedua korban melompat dari mobil, karena sebelumnya kedua korban berada dibundaran Tataaran, usai mengambil uang di ATM.
Usai beli gorengan untuk dimakan di tempat kost, keduanya menunggu angkot untuk ditumpanginya dengan tujuan pulang ke tempat kos di lorong SMA. Beberapa saat menunggu, mendadak datang sebuah angkot trayek Tondano-Kampus, keduanya naik.
Dalam angkot terdapat dua orang lelaki duduk di depan (sopir dan kondektur). Saat naik, kedua korban meminta sopir untuk mengantarnya di tempat kos di lorong SMA dan di iyakan.
Akan tetapi sopir angkot tidak mengantar ke lorong SMA malahan justru membawa korban ke dalam area kampus menuju jalan FMIPA yang gelap gulita. Karena ketakutan kedua korban melompat dari mobil angkot di jalan kampus dekat dengan kolam renang, sehingga keduanya mengalami cedera bahkan salah satunya harus meregang nyawa.

Kapolres Minahasa AKBP Syamsubair SIK melalui Kabag Humas AKP Hilman Rohendi mengatakan, motif dari kejadian berawal dari sopir angkot mengajak jalan dan menemani untuk menjemput penumpang di FMIPA.
“Kedua korban menduga, itu hanya alasan sopir saja. Dan kedua korban sudah meminta untuk berhenti, tapi tersangka malah tancap gas. Merasa ada yang tak pantas, korban-pun ketakutan dan melompat dari mobil,” beber Rohendi.

Sampai saat ini, lanjut Kabag Humas Polres Minahasa, tak terungkap unsur ancaman kekerasan, melainkan hanya rayuan tersangka saja kepada ke-dua korban. Namun hal itu masih dalam pendalaman penyidikan.
“Saat ini kedua tersangka di tahan di Mapolres Minahasa untuk di mintai keterangan dan akan di hukum sesuai undang- undang yang berlaku, Kapolres juga menghimbau untuk para mahasiswa-mahasiswi berhati-hatilah naik angkot apalagi kalau sudah malam. Kalau bisa, cariklah langganan yang sudah di kenal atau angkot yang ada beberapa penumpang didalamnya," beber Hilman.(Haris)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

08.30.00

0 komentar:

Posting Komentar