Iklan

ANTISIPASI DUGAAN KONGKALINGKONG DI PASKIBRAKA, PPI DI WARNING DPRD

Posted by jhon simbuang on Senin, 08 Agustus 2016

COLOAY: “PPI TAK BERHAK INTERVENSI DISDIKPORA KOTA KOTAMOBAGU”


Kotamobagu, Identitasnews.com -  Aroma kongkalingkong dugaan jatah-jatahan Paskibraka di lingkup Pemerintah Kota Kotamobagu (Pemkot KK), terus mengerucut, seoakan pihak-pihak terkait tidak jera walau upaya mereka telah terendus. Alhasil, satu jurus ketahuan, jurus lain-pun di usahakan untuk membobol aturan dan prosedur yang ada demi memuluskan niatnya.
Bebebrapa waktu terakhir, merebak informasi, yang ditengarai ada upaya intervensi dari pihak Purna Paskibraka Indonesia (PPI), yang mana ada seorang anggota Polri diduga disusupkan ke pelatihan Paskibraka dengan mengantongi legalitas PPI

Terkait legalitas Pelatih Paskibraka dari kepolisian, menurut politisi Hery Frangky Coloay, hanya satu orang yang mendapat sprint tapi yang satunya atas permintaan PPI. “Pelatih dari kepolisian yang tak ada sprint dari polres terinformasi memang betul aparat yang kesehariannya bertugas di Polsek Passi,” katanya.
Walau betul dia seorang polisi, lanjut Coloay, namun aparat polisi itu hanya datang untuk membantu saja dan tidak membawa almamater polisi tapi PPI.  “Itupun hanya mengisi waktu saat lepas tugas, selaku pribadi, ia datang membantu atas permintaan PPI. Lain halnya kalau dapat sprint dari polres tentunya ful dilapangan,” ujar Hery.
PPI juga, tambah Hery Frangky Coloay,  tidak berhak terlalu masuk kedalam serta mengintervensi kegiatan  Dinas Pemuda Dan Olahraga Kota Kotamobagu. “Karena PPI hanya wadah organisasi  berkumpulnya purna paskibraka dan tidak bisa menentukan serta tidak berhak meng-intervensi,” tukas dia.
Ditambahkan lagi oleh Coloay, Paskibraka saat ini sudah tidak ada masalah karena salah satu calon Paskib sudah dikeluarkan sehingga sudah genap 36 sesuai  SK Dikpora Kota Kotamobagu. “Begitu pula oknum polisi yang tak ada sprint resmi dari Kapolres, ia hanya sewaktu - waktu dan tidak terlibat langsung. Sedangkan yang memiliki sprint resmi dari kepolisian, tetap full berada di lapangan menjadi pelatih Paskibraka 2016,” tukas Hery Coloay.
Menyangkut kompensasi, dinilai Coloay, hanya berdasarkan anggaran. Kalau mereka swit sama siapa, itu adalah urusan mereka. “Tapi anggaran tidak melebihi dengan yang dianggarkan sebelumnya. Kalau hanya permintaan PPI, itu adalah urusan PPI. Dalam arti kata, tidak mengintervensi kegiatan Dikpora Kota Kotamobagu,” tandas Politisi Gerindra itu.
Sementara informasi yang diperoleh media ini, Pelatih Paskibraka  2016 khususnya dari kepolisian yang mendapat sprint resmi dari kapolres  Bolaang Mongondow, atas nama Nurain H Otaya dengan NOMOR SPRINT 472.(Feki)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

08.30.00

0 komentar:

Posting Komentar