Iklan

Aliansi Masyarakat Lingkar Tambang Gelar Demo Ke PT MSM/TTN

Posted by jhon simbuang on Rabu, 24 Agustus 2016

Warga Tuding PT MSM/TTN Telah Cemari Sungai Araren


Airmadidi, Bitung, Identitasnews.com – Rabu (24 Agustus 2016) pukul 08.30 wita, Pos 1 sicurity PT.MSM  (Meares Soputan Meaning) dan  TTN (Tambang Tondano Nusajaya) Desa Rinandoran Kec.amatan Likupang Timur Minut, disambangi sedikitnya seratus (100) orang warga untuk lakukan unjuk rasa/demo damai.
Kelompok berkekuatan cukup besar ini mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Lingkar Tambang sekitar, dibawah pimpinan (korlap) oleh Bpk Hendrik Lule (47), warga Kelurahan Pinasungkulan, Kecamatan Ranowulu Kota Bitung.

Inilah drama demo sesuai pantauan www.identitasnews.com... Pukul 08.40 wita, Hendrik Lule (Korlap) melakukan orasi bersama Cris Lengkong,  menyampaikan tututan sebagai berikut :

1. Seharusnya PT MSM/TTN mematuhi aturan Kementrian Negara Lingkungan Hidup dengan menjaga kaulitas dan kuantitas air sungai ARAREN (Kota Bitung) yang aliran airnya ke Desa Pinenek, kemudian bermuara di Pantai Rondor dan pesisir pantai lainnya sebagai sumber air bersih/sehat bagi masyarakat sekitarnya. “Sekarang ini kami menyatakan bahwa Sungai ARAREN sudah tidak sehat karena sudah terkontaminasi/tercemar karena banyaknya air asam tambang pada permukaan air Sungai Araren akibat kegiatan tambang PT MSM/TTN warga Bitung dan warga Minut tidak dapat lagi mengkomsumsi air sungai Araren sehingga terjadi krisis air bersih pada warga Pinasungkulan (Bitung) Desa Pinenek , Rondor , dan pantai sekitarnya. Hal ini dipublikasikan secara umum dan meluas juga harus disampaikan ke Menteri Negara Lingkungan Hidup , Gubernur Sulut , Bupati Minut, Walikota Bitung untuk menindak PT. MSM/TTN dengan memberikan sanksi yang tegas. Bila perlu, pencabutan/pembatalan segala perijinan PT MSM/TTN untuk tidak lagi beroperasi dan sebagian besar berpengaruh pada mata pencarian masyarakat khususnya nelayan.

2. Sesuai juga dengan aturan Kementrian Negara Lingkungan Hidup, ketika Amdal PT MSM/TTN dinyatakan layak dan disetujui, bukankah dalam putusan tersebut ada banyak hal tentang kewajiban yang harus dilakukan oleh PT. MSM/TTN kepada Masyarakat Binaan Lingkar Tambang, diantaranya dalam hal Perekrutan tenaga kerja harus di prioritaskan Tenaga Kerja lokal 10 Desa dan 3 Kelurahan yaitu (Desa/Kelurahan):

- Pinenek
- Rinandoran
- Kalinaung
- Marinsou
- Pulisang,
- Kinunang
- Maen,
- Winuri
- Wineru
- Resetlemen


-Pinasungkulan
-Batuputi atas
- Batuputi bawah

Namun yang terjadi dalam perekrutan tenaga kerja lebih banyak dari luar lingkar tambang, sementara tenaga kerja lokal diabaikan sehingga membuat masyarakat lingkar tambang menjadi kecewa, marah dan dengan sikap memprotes Masyarakat melakukan pemblokiran jalan untuk akses kendaraan menuju PT.MSM/TTN ini dilakukan hanya untuk mencari dan meminta pekerjaan demi untuk memenuhi kehidpan sehari-hari.

3. Dimulai dari tahun 2014 ketika perjanjian kerja sama antara PT. MSM/TTN dengan Pemerintah Kota Bitung dan Pemdah Minut dalam rangka pemberian penyaluran dana CSR , sebesar 2 juta $ dolar (26 Milyar) dibagikan kepada setiap desa dan kelurahan binaan untuk menerima 2 miliyar setiap tahun, namun pada tahun 2014 baru tersalur 50 persen dari total dana yang ada dan pada tahun 2015 yang tersalur 27 persen dan tahun 2016 tidak ada penyaluran danah CSR, ini menjadi pertanyaan ada di mana dana sisa setiap tahun yang tidak tersalurkan. Dan kenapa tahun 2016 tidak ada program untuk penyaluran danah CSR, kami sangat keberatan terhadap penghambatan penyaluran danah CSR oleh oknum-oknum petinggi PT.MSM/TTN yang sangat tidak bermoral dan bertanggung jawab karena itu adalah sebuah bentuk penyelewengan, pelanggaran, penghianatan terhadap perjanjian kerja sama.

Pukul 08.50 wita, para pendemo diterima oleh Kabak Humas PT.MSM/TTN, Jacky Sumampouw . Oleh Sumampouw, pihak perusahaan menanggapi sebagai berikut:
a. Kami dari Perusahaan bersama masyarakat akan mengambil sampel air yang terkena limba untuk diperiksa lewat laboratorium.
b. Masalah ini kami akan sampaikan kepada pimpinan perusahaan.
c. Kami akan memanggil ke-22 orang yang menandatangani surat keberatan/tututan tersebut.

Setelah diterima dan tanggapan pihak PT MSM/TTN yterkesan belum memuaskan, massa menuju Pemkab/Dekab Minut diterima diruang Rapat Kantor DPRD Minut oleh  Wakil Ketua DPRD Kab. Minut Drs Denny Wowiling.

Tentang pencemaran lingkungan, Wowiling berjanji akan menindaklanjuti keabsahannya, dalam waktu tidak lama. “Kami juga akan menindaklanjuti dan untuk dana CSR yang garus melibatkan BPK RI untuk  mengaudit danah tersebut, kami dari DPRD Minut siap memfasilitasi masyarakat dan BPK dan berikan waktu 2 (dua) minggu untuk menindaklanjuti hal ini dan kami akan laporkan perkembangan situasi dilingkar tambang,” kata Wowiling.

Selanjutnya Massa pindah ke Pemkab Minut, diterima langsung oleh Bupati Minut Vonny Aneke Panambunan dan Wakil Bupati JoppyLengkong.

Kepada masyarakat Bupati Vonnie berjanji akan menindaklanjuti hal – hal yang disampiakan itu. “Saya sebagai Bupati  berterimakasih kepada masyarakat lingkar tambang yang sudah hadir ber-demo disini dengan tertib. Masalah ini kami dan Forkopimda  akan mengecek langsung dilokasi dan melihat bukti tuntutan dari masyarakat lingkar tambang agar kami pemerinta mempunyai dasar hukum, sehingga saya betul-betul dapat membela masyarakat  tentunya,” janji VAP di amini Joppi Lengkong.

Tak sampai disitu saja, walau sudah dijanjikan Bupati VAP, massa kemudian bergerak menuju Kekantor DPRD Kota Bitung, dan diterima langsung di terima oleh anggota DPRD kota Komisi B, Ronny Boham S.Sos. Menurut Boham, aspirasi masyarakat akan ditampung dan disampaikan kepada pimpim Dewan untuk diadakan Hearing dengan pihak-pihak terkait.

Sesudah menerima jaji Dewan Bitung, massa mulai membubarkan dri dengan teratur pada pukul 14.40 wita, dalam keadaan aman.(Red)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

17.30.00

0 komentar:

Posting Komentar