HUT SHS
Headlines News :
Home » » VAP Minta Zona 3 in 1 Pulau Bangka Jadi 2 in 1 Tanpa Pertambangan, Nasib PT MMP The-End!

VAP Minta Zona 3 in 1 Pulau Bangka Jadi 2 in 1 Tanpa Pertambangan, Nasib PT MMP The-End!

Written By jhon simbuang on Kamis, 28 Juli 2016 | 10.25.00

Airmadidi, Identitasnews.com – Kalau kita selama ini mengenal PT Micgro Metal Perdana (MMP) dikenal sebagai perusahaan asing yang bisa dikata mampu mengukur semua dengan UANG alias bayar sana-bayar sini, menang, ternyata apa yag dikatakan pepatah “Ada Hujan Ada Panas”, akhirnya berbukti juga.

Kalau pada rezim pemerintah Provinsi Sulut dan Pemkab Minut semua upaya PT MMP utuk mencaplok Pulau Bangka diluluskan karena diduga uang sudah bermain, kali ini PT MMP harus gigit jari dan harus mengubur dalam-dalam impiannya tuk lanjut menambang di Pulau Bangka itu.

Kali ini Putera dan Puteri Tanah Tonsea yakni Gubernur Olly Dondokambey dan Bupati Vonnie Aneke Panambunan, walaupun berlatar belakang bisnis, namun kedua prodak asli Minahasa Utara ini punya kesamaan dalam memandang Pulau Bangka di Kecamatan Likupang Timur itu.
 “Ibu sudah menyampaikan ke Pak Gubernur, bahwa Pulau Bangka terlalu kecil untuk jadi tambang, dan potensi Perikanan dan Pariwisata yang dikandung daerah itu merupakan detak jantung masyarakat pesisir Likupang Raya. Dan Pak Gubernur setuju,” kata Kabag Humas dan Protokoler Drs Sem Tirayoh beberapa waktu lalu.

Menariknya, kendati secara resmi Bupati VAP telah menggelar jumpa PERS tentang penolakan penambangan, namun ada saja pihak-pihak tertentu yang berupaya menggelindingkan bola api, mempelesetkan bahkan berupaya meng-adu domba kedua petinggi provinsi dan kabupaten itu.

Beberapa waktu silam, PT MMP terus berlabuh ke Pemprov dan Deprov, berharap Perda RT-RW Zonasi yang mana ada sistem tri in one (3 in 1), yakni Zona Pariwisata, Zona Perikanan dan Zona Pertambangan.
Namun lubang jarum yang diharapkan PT MMP itu kian mengecil dan sebentar lagi sirna, sebab kembali Bupati Minahasa Utara Vonnie Aneke Panambunan (VAP) dengan lantang memilih Pulau Bangka sebagai Zona Pariwisata dan Perikanan saja, tanpa ada Zona Pertambangan.
“Kemarin saya mengantar Surat Permohonan ke  KEMENHUB dan Kementerian/Dirjen lainnya, lewat Pemprov dan Deprov untuk meminta Pertambangan dihentikan dan cabut semua ijin yang berkaitan dengan PT MMP,” tutur Kabag Humas Protokoler Pemkab Minut, Drs Sem Tirayoh Kamis (28/7).

Menurut Tirayoh, permohonan Bupati VAP itu mengacu dari Pansus Perda Zonasi tentang RTRW bahwa Pulau Bangka dibuat menjadi Pulau 3 in 1. “Karena itu adalah wacana pemerintah sebelumnya, giliran pemerintahannya, Ibu Bupati meminta 3 in 1 dirubah dengan menghapus Zona Pertambangan, dn yang tersisa hanya Zona Perikanan dan Zona Pariwisata saja,” tandas Kabag Humas.(Red)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Redaksi | Layanan Iklan | Hubungi Kami
Copyright © 2013 - All Rights Reserved
Hosting by Manado Web Hosting Publikasi by Identitas Team
Kreasi by MWD