HUT SHS
Headlines News :
Home » » Tonaas Wangko LMI Polisikan Angelica

Tonaas Wangko LMI Polisikan Angelica

Written By jhon simbuang on Sabtu, 16 Juli 2016 | 07.30.00


Manado, Identitasnews.com – Tonaas Wangko Laskar Manguni Indonesia (LMI) Pdt, Hanny Pantouw (56), warga Kelurahan Malalayang, mendatangi kantor Polda Sulut Karena merasa dirinya telah difitnah. Jumat (15/7/2016), Pantouw melaporkan seorang wanita bernama Angelica Sabrina Mantik (nama akun Facebook) atau FB.
Angelica dilapor telah mencemarkan nama baik dan moralitas terhadap Tonaas LMI melalui akun facebooknya, dengan menulis kata-kata sangat tidak mengenakkan.
Penyidik Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sulut, korban menuturkan kejadian itu diketahui sejak, Senin (11/7/2016) lalu.

Kapolda Sulut Wilmar Marpaung ketika dikonfirmasi melalui juru bicara, AKBP Wilson Damanik membenarkan adanya laporan tersebut. “

Laporan bernomor STTLP/603,a/Vll/2016 SPKT telah kami terima untuk ditindak lanjuti. Sementara kasus ini ditangani oleh penyidik Ciber Crime Polda Sulut. Barang bukti berupa postingan kami ambil untuk melacak keberadaan pelaku,” bebernya.

“Pelaku menulis di grup facebook Laskar Mangini Indonesia Metro Jaya. Katanya, ini fakta atau dugaan : Yayasan Bunga Bakung dicuri. Hanny Pantouw dari hugelnya dulu. Hanny Pantouw bawa lari uang 500 juta dari Jakarta ke Manado,” kata Pdt Hanny membacakan kembali postingan yang dikirimkan Mantik.

Pelaku juga mengatakan, uang 500 juta digunakan Pantouw untuk melanjutkan Yayasan Bunga Bakung dan mendirikan Gereja.
“Dalam postingan itu, pelaku katakan kalau saya tidak mempunyai anak, semua anak saya, katanya anak angkat,”  keluh Pantouw.

Satu hal yang sulit dimaafkan, timpal Pantouw ialah, Angelica menghujat bahwa korban masuk organisasi, bertujuan membela kasus-kasus tanah untuk mendapatkan fee. “Katanya saya mengangkat diri sendiri sebagai Tonaas Wangko LMI. Katanya (pelaku), itu adalah gelar yang sakral bagi masyarakat adat Minahasa, karna tanpa persetujuan adat Minahasa,” urainya.
Semua yang dinyatakan pelaku itu, kata Pantouw sangat tidak benar tidak benar dan itu fitna. “Sebenarnya saya tidak mau melaporkan kasus ini, sebab bagaimana pun saya adalah seorang Pendeta. Masa pendeta mau polisikan orang. Tapi ini sudah berlebihan. Kata-katanya sudah berlebihan menurunkan harkat martabat Saya,” kata Tonaas LMI ini.
Pdt Hanny Pantouw tidak menerima fitnaan ini, Ia mengambil langka hukum dan melaporkan kasus ini ke Mapolda Sulut serta dilengkapi dengan bukti-bukti yang ada.
“Semua saya serahkan sepenuhnya kepada penyidik sebagai pihak yang berwajib, ”pungkasnya.(fL)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Redaksi | Layanan Iklan | Hubungi Kami
Copyright © 2013 - All Rights Reserved
Hosting by Manado Web Hosting Publikasi by Identitas Team
Kreasi by MWD