Iklan

Tak Tahu Apa-apa, Mendadak 30 Wisatawan Tiongkok “Disandera” Manajemen Hotel Paradise Seharian

Posted by jhon simbuang on Rabu, 20 Juli 2016

Manajemen Arogan Diduga Jadi Pemicu Kematian Warga Desa Maen

Airmadidi, Identitasnews.com - Gara-gara pihak managemen hotel bobrok dan tidak profesional, tatkala management bermasalah dengan warga lokal, sedikitnya ada 30 wisatawan mancanegara asal Tiongkok “disandera” satu hari dalam hotel dan tidak boleh check out.
Penyanderaan yang kurang menyenangkan dilakukan perusahaan itu kepada 30 wisatawan Tiongkok ketika berlibur dan nginap di Hotel Paradise Likupang Timur Minahasa Utara (Liktim Minut).

Dari keterangan sejumlah saksi, ejadian berawal pada Selasa (19/7), warga Desa Maen Kecamatan Likupang Timur lakukan demo atau aksi protes kepada pihak hotel atas meninggalnya Kilman Datunsolang (53) warga setempat.


Kasus kematian Kilman diduga karena syok mendengar kabar yang mana perahu ikan milik anaknya Masrun Datunsolang yang ditahan pihak managemen hotel karena kedapatan memancing ikan di sekitar areal hotel.
Hukum Tua Maen, Royke Pitoy yang juga adalah Ketua Asosiasi Masyarakat Lingkar Tambang membenarkan kejadian itu. Atas kematian Kilman, pihak keluarga dan beberapa warga Desa Maen pun mendatangi di Hotel Paradise.
“Mereka menuntut management bertanggungjawab atas peristiwa meninggalnya Kilman. Bahkan mereka menuntut tiga orang, yaitu, Mr Kim, Mr Koh dan Mr Park pimpinan hotel tersebut untuk angkat kaki dari Desa Maen,” ujar Pitoy Rabu (20/7).
Selanjutnya, warga dan pmerintah Desa Maen yang mendukung program pariwisata Pemkab Minut dan Pemprov Sulut, namun pihak hotel juga harus menghormati norma-norma hidup masyarakat khususnya Desa Maen yang merupakan desa adat.
“Warga Desa Maen menganggap pihak hotel terlalu arogan dalam menerapkan aturan karena warga tidak diijinkan melaut di sekitar wilayah pesisir hotel. Makanya dalam aksi kemarin, warga menuntut tiga hal yaitu:

- Pertama: mengizinkan warga melaut di sekitar wilayah hotel, karena desa mereka desa adat 
- Kedua: pihak hotel bertanggungjawab atas meninggalnya Kilman 
- Ketiga: meminta ketiga pimpinan yaitu Mr Kim, Koh dan Park untuk keluar dari Desa Maen. 

Warga menganggap merekalah biang sikap arogansi pihak hotel sehingga terjadi hal ini yang sampai memakan korban jiwa,” cecar Royke sedikit emosi.
Akibat aksi tersebut, wisatawan yang harusnya check out Selasa (19/7/2016) kemarin, akhirnya harus batal mengingat situasi seputaran hotel tidak kondusif.
Para wisatawan Tiongkok baru bisa dievakuasi Rabu, (20/7) sekitar jam 11.00 Wita dengan bantuan pengamanan dari Polres Minut yang dipimpin langsung Kapolres Minut AKBP Eko Irianto SIK.
“Setelah dilakukan mediasi dengan warga lokal, akhirnya para wisatawan bisa kembali pulang usai pemakaman jenazah Kilman,” jelas Kapolres.(Red)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

21.30.00

0 komentar:

Posting Komentar