Iklan

Rinto Rakhman Bantah Kalau Bukit Toka Di Kaki Gunung Kalabat Mudah Longsor

Posted by jhon simbuang on Senin, 11 Juli 2016

Rakhman: “Kalu Torang mo kritisi, mari sama-sama kritisi itu lokasi PT MSM, bukan Bukit Toka yang nota-bene adalah gunung batu yang tidak menyerap air”



Airmadidi, Identitasnews.com – Riak-riak tentang keberadaan aktivitas pengerukan di Bukit Toka Kelurahan Airmadidi Atas, dalam beberapa hari terakhir ini, cukup seru dan menyita perhatian masyarakat Minut. Entah datang dari mana, tiba-tiba lokasi yang terpantau ada aktivitas penghancuran bebatuan, disoroti warga lewat jejaring social.

Walaupun mengandung wacana lain, namun statement masyarakat ternyata mengandung keresahan dan tidak ingin Bukit toka tersebut mengalami longsor. “Kalau lahan itu dijadikan area Galian C, kami takut dikemudian hari akan menyebabkan longsor sehingga mencederai masyarakat setempat,” kata salah satu pengunjung akun.

Setelah jelas, yang mana lahan tersebut bukanlah sebuah lokasi Galian C, walau masih ada statement-statement ringan, namun suasana akhirnya reda juga.

Menanggapi status daripada Bukit Toka dibagian bawah depan Gunung Klabat itu, Rinto Rakhman Ketua LSM LAK-P2N, kepada www.identitasnews.com angkat bicara. “Lahan yang dimaksud itu yang mana, kalau lahan itu milik pribadi, dan dalam berkas-berkasnya sudah ada keterangan apa hasil akhir dari pekerjaannya, apa itu menyalahi aturan, tentu saja tidak,” tutur Rakhman.

Berbicara perbukitan maupun pegunungan yang rawan longsor, lanjut aktivis senior asal Minut (Rinto Rakhman red-)  itu, ada beberapa klasifikasi struktur tanah.
“Kita ambil contoh daerah Ring-road, disana banyak titik yang menyimpan kadar basah dan sedikit bebatuan, itu yang rawan terjadi longsor. Sedangkan untuk Bukit Toka, setahu saya kandungan air dan kadar basah saja, sangat jauh. Kemudian, bebatuan yang ada disitu, sangat padat, rapat dan erat mengikat tanah, jadi masyarakat Airmadidi tidak perlu resah karenanya,” beber mantan Teknisi Drylling di Kalimantan itu.

Jika mengkritisi masalah longsor, Rinto Rakhman yang juga berperan penting dalam kegagalan Lumpur Lapindo di Sidoarjo Jawa Timur itu mengajak masyarakat justeru memperhatikan DAS Tondano dan Ring-road saja.
“Disitu justeru letak potensi bencana alam dan longsoran tertinggi, di banding Bukit Toka. Apalagi saya dengar, usai di keruk, lahan di Bukit Toka itu katanya akan dibangun gudang dan lain-lain, otomatis bekas galian yang dikerjakan, pasti akan dibenahi juga,” tandas aktivis yang mengaku tidak ada kepentingan apa-apa dalam menyampaikan statementnya itu.

“Kapasitas saya dalam masalah ini objektif. Saya hanya meluruskan saja, bahwa masyarakat tidak perlu cemas dengan komposisi material di Bukit Toka. Kalu torang mo kritisi, mari sama-sama kritisi itu lokasi PT MSM, sebab dorang sampae saat ini belum melakukan AUDIT LINGKUNGAN, bukan menciptakan terror kepada warga dengan mengatakan Bukit Toka rawan longsor. Saya yakin Bukit Toka yang nota-bene adalah gunung batu yang tidak menyerap air, dan masih jauh dari Gunung Kalabat, tak mudah longsor,” pungkas Rakhman.(Reflin)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

17.41.00

0 komentar:

Posting Komentar