HUT SHS
Headlines News :
Home » » BIASANYA, PT MMP PELAPOR, KINI SEBALIKNYA PT MMP TERLAPOR. MULAI KENA KARMA?

BIASANYA, PT MMP PELAPOR, KINI SEBALIKNYA PT MMP TERLAPOR. MULAI KENA KARMA?

Written By jhon simbuang on Rabu, 27 Juli 2016 | 20.00.00

Diduga Kuat, Dirut PT MMP (Mr Yang) Di Polisikan Media Online Telegraf

Airmadidi, Identitasnews.com - Direktur Utama (Dirut) PT Mikgro Metal Perdana (MMP) Mr YY alias Yang dilaporkan ke Unit Reskrim Polres Minahasa Utara (Minut), Rabu (27/7) sekira pukul 17.30 Wita.

Penguasa tambang biji besi yang hendak beroperasi di Pulau Bangka, Kecamatan Likupang Timur (Liktim) Minut ini, dilaporkan terkait dugaan pencemaran nama baik institusi yang disampaikan pemimpin redaksi (Pemred) telegrafnews.co Rahman Ismail didampingi Alvian Ratu selaku kuasa hukum telegrafnews.co.

Menurut Rahman Ismail, jalur hukum ini ditempuh, setelah kuasa hukum mempelajari surat teguran Nomor 72/Dir.1/MMP-J/VII/2016 tertangga 22 Juli yang dilayangkan PT MMP ke redaksi telegrafnews.co dan diterima pada Selasa (26/7) malam.
“Soal isi surat teguran yang dilayangkan PT MMP, ada beberapa poin yang telah kami sampaikan lewat laporan polisi bernomor: STPL/521/VII/2016/SULUT/Res.Minut,” kata Rahman selaku Pemimpin Redaksi Telegrafnews.

Rahman menjelaskan kepada penyidik reskirm, surat teguran yang dilayangkan PT MMP diduga sarat muatan untuk mendiskredtikan keberadaan telegrafnews.co sebagai media penyebar informasi.
"Inti surat teguran PT MMP ke redaksi kami itu berisi 7 poin. Ada beberapa poin yang kami keberatan, yakni. Pertama pada poin (2), menjelaskan PT MMP menyadari arah tujuan telegrafnews.co menghasut masyarakat dengan menyebar berita penuh kebencian menolah PT MMP. Kedua pada poin (5) menjelaskan kalau media telegrafnews.co adalah kendaraan menghasut masyarakat," jelasnya.
Merasa sangat keberatan, Rahman Ismail meminta Polres Minut segera memanggil dan memeriksa direktur utamanya Mr Yang.
"Kami buka bawahannya PT MMP. Dan redaksi, sangat menghargai proses regulasi pemberitaan seperti termaktub dalam UU Pers nomor 40 Tahun 1999, soal hak jawab sumber berita. Kalau mereka (MMP) merasa keberatan atas pemberitaan kami, harusnya gunakan hak jawab dan akan dimuat. Sayangnya, PT MMP tidak lakukan upaya hak jawab, malah mengirim surat teguran beraroma pidana. Anehnya lagi, surat teguran itu ikut diteruskan ke Menteri Komunikasi dan Informatika, Gubernur Sulut, Bupati Minut serta Ketua Dewan Pers Nasional," tandas Rahman masih dengan nada jengkel.
Alfian Ratu selaku Kuasa Hukum, menjelaskan langkah hukum ditempuh, sebab dalam poin yang tertuang di surat teguran, terlihat ada unsur pembunuhan karakter dan mematikan telegrafnews.co sebagai perusahaan media.
Media ini, sudah mempekerjakan puluhan karyawan (wartawan, tim IT dan marketing) dan gaji yang dibayarkan sesuai standar Upah Minimum Provinsi (UMP).
"Dalam UU Pers tahun 1999 itu mengatur secara jelas tentang mekanisme hak jawab maupun sengketa pemberitaan. Pertanyaanya, apa maksud dan tujuan PT MMP mengirim surat teguran? secara hirarki antara PT MMP dan Telegrafnews.co adalah dua perusahaan yang berbeda dan ini tidak etis. Baiknya, mereka menempuh cara egelan. Makanya, kita mengambil langkah hukum sebagai bentuk keberatan terhadap surat teguran PT MMP. Selanjutnya, kita akan membalas surat teguran ini dan menyampaikan tembusan ke pihak berkompoten," bebernya usai mendampingi Pemred telegrafnews.co melaporkan kasus ini ke polisi.(John)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Redaksi | Layanan Iklan | Hubungi Kami
Copyright © 2013 - All Rights Reserved
Hosting by Manado Web Hosting Publikasi by Identitas Team
Kreasi by MWD