HUT SHS
Headlines News :
Home » » KEBOBROKAN DI UNGKAP, PEJABAT UNIMA DIDUGA ANCAM WARTAWAN

KEBOBROKAN DI UNGKAP, PEJABAT UNIMA DIDUGA ANCAM WARTAWAN

Written By jhon simbuang on Kamis, 21 Juli 2016 | 19.27.00

Paulin Pongoh: “Itu salah, saya tidak pernah mengatakan itu. Saya katakan, akan melaporkan berita itu ke PLH Rektor Bukan ke Polisi”


Tondano Identitasnews.com – Landasan Keterbukaan Informasi Publik (KIP) tentang Kebebasan Dan Tanggung Jawab PERS sebagai PILAR KE-4 NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA (NKRI) yang mutlak telah dijamin Undang-Undang No 40 Thn 1999, sudah begitu jelas sehingga kiprah PERS telah diakui dan diterima secara resmi oleh seluruh kalangan

Namun siapa menyangka kalau sampai hari ini kekuatan hukum PERS sebagai Pilar ke-4 NKRI ternyata masih saja ada perlakuan diskriminasi. Lebih menarik lsgi, oknum yang disinyalir telah melakukan pengancaman itu malahan adalah oknum penyelenggara pemerintahan.
Masalah pengancaman itu merebak tatkala dugaan kebobrokan dan keterlibatan oknum tersebut di  Universitas Negeri Manado (Unima),
Adapun temuan kebobrokan yang terjadi di UNIMA yang ditemukan oleh www.identitasnews.com ialah dalam beberapa kedempatan ada pergerakan yang berupaya membungkam sejumlah media yang memberitakan dugaan kejahatan keuangan di Unima.
Bahkan, kalau upaya suap itu tidak berhasil, diduga kuat wartawan-pun diancam akan di pidana kan oleh oknum Kepala Biro Administrasi dan Keuangan bernama Paulin Pongoh melalui Kabag Humas Jonly Tendean.
“Padahal kami tidak menuding atau menuduh, tapi menyampaikan dugaan. Ancaman itu adalah bentuk intimidasi bagi wartawan,” keluh sejumlah wartawan yang bernaung dalam Persatuan Pers Minahasa (Persmin), pada Rabu (20/07).

Sementara itu, Paulin Pongoh ketika dikonfirmasi wartawan www.Identitasnews.com membantah dirinya melontarkan kata-kata yang bersifat ancaman itu.
“Itu salah, saya tidak pernah mengatakan itu,saya katakan akan melaporkan berita itu ke PLH Rektor Bukan ke polisi,” jelasnya berkilah.

Sedangkan Jonly Tendean selaku Humas UNIMA, mengaku bahwa dirinya sudah salah atau keliru mendengar perkataan Paulin yang dititipkan melaluinya, karena suara Paulin terdengar samar-samar di telinganya.
“Saya yang salah mendengar Karena waktu itu situasi ramai jadi tak terdengar jelas. Maksudnya melaporkan kepada PLH Rektor UNIMA, bukan polisi,” ungkap Tendean dengan gaya kikuk.(Haris)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Redaksi | Layanan Iklan | Hubungi Kami
Copyright © 2013 - All Rights Reserved
Hosting by Manado Web Hosting Publikasi by Identitas Team
Kreasi by MWD