Iklan

KAIRUPAN LEGOWO DALAM DEMOKRASI "PILCAREK" UNIMA.JAMAL WIWOHO SEBUT INI BELUM FINISH

Posted by jhon simbuang on Kamis, 14 Juli 2016

Jefran: “Benarkah salah satu Carek adalah isteri seorang Kepala Daerah” 


Tondano, Identitasnews.com – Tiba saatnya perguruan Tinggi Universitas Negeri Manado (UNIMA) kembali melakukan tahapan penyaringan untuk pencarian 3 besar yang akan di kirimkan ke KEMENRISTEKDIKTI RI.
Kegiatan dilaksanakan di Ruang Senat Kantor Pusat Unima Rabu (13/07), di buka oleh PLH Rektor Prof. Jamal Wiwoho, diikuti 19 calon rector. Setelah di lakukan verifikasi berkas dan uji persyaratan formal, dari 25 calon, kedapatan ada 5 calon tidak memenuhi syarat, sedangkan 1 calon mengundurkan diri sehingga total menjadi 19 bakal calon rector saja.
Para calon rektor (carek) di berikan kesempatan untuk menyampaikan biodata pribadi sekaligus visi misi UNIMA ke depan.
Hasil dari penyaringan di Ruang Senat Unima, yang masuk 4 besar masing-masing adalah:

- Prof. Julyta Paula Runtuwene: 24 suara
- Prof. Dr. Joulanda Rawis: 18 suara
- Dr. Raymond Rumampuk: 7 suara
- Dr. Sisca Kairupan M.Si:  6 suara

Dari hasil tersebut, Dr. Sisca Kairupan salah satu dari 4 Carek mengatakan bahwa dirinya sangat menghormati proses demokrasi asalkan itu sudah sesuai dengan prosudur berlaku.
" Saya sangat menghargai keputusan para senat dan siapapun yang akan terpilih sebagai rector UNIMA nanti, saya akan mendukung dengan catatan niat yang tulus untuk membangun UNIMA ke depan, menjadi lebih baik," ungkap wanita cantik yang kesehariannya menjabat PR 3 UNIMA dengan sportif dan berjiwa besar.

Sementara itu Prof. Jamal Wiwoho PLH Rektor Unima sekaligus Irjen Kemenristekdikti kepada www.identitasnews.com mengatakan, hasil penyaringan atau proses pemilihan rektor UNIMA belum finish.
"Saya bersyukur agenda pelaksanaan tahapan penyaringan sudah selesai hari ini (Rabu 13 Juli 2016). Namun ini semua belumlah finish,karna masih ada tahapan terakhir yaitu pemilihan rektor dan ada 35% suara di Kementrian,".ujar Rektor.
Ditambahkan Jamal Wiwoho, dari proses visi-misi, yang dipentingkan adalah bidang keilmuan dan keahlian dan beberapa hal yang di pertimbangkan seperti track record atau block-grant lainnya.

Di waktu yang sama dan tempat terpisah ketika www identitasnews.com terhubung dengan Koordinator Investigasi LIP-TIPIKOR RI SULUT Jefran de’Jong menanggapi hal ini mengatakan, "Saya mendengar ini turut perihatin terhadap UNIMA ke depan dengan para calon yang lolos di penyaringan 3 besar. Kalau saya tidak salah dengar, salah satu Carek adalah istri dari seorang KEPALA DAERAH yang belum lama dilantik,” ujarnya.

Yang jelas, kata Jefran lagi, isteri dari kepala daerah tentu saja harus menjalani kewajiban sebagai Ketua Tim Penggerak PKK.
“Nah, kalau terpilh nanti menjadi Rektor UNIMA, apakah Carek itu bias fokus memimpin UNIMA sekaligus isteri seorang kepala daerah,” sembur aktivis yang akrab disapa Boets (Buds) itu.
Sebagai aktivis yang mengkritisi Tindak Pidana Korupsi (TIPIKOR), Jefran mengaku ada isu yang masuk ke pihaknya, yang mana dalam penjaringan Carek tersebut, dan ada juga dugaan-dugaan kasus lainnya.
“Isu itu bisa ya, bisa juga tidak. Kami akan mengumpulkan bukti agar dugaan itu bisa jadi kepastian benar atau tidaknya. Untuk itu, kami juga meminta pihak KEMENRISTRKDIKTI melibatkan aparat hokum untuk menyelidiki hal ini, sebelum nama-nama yang masuk di kirim ke KEMENRISTEKDIKTI. Disamping dugaan money politic, kami juga berharap pihak lembaga hukum dapat segera menuntaskan kasus masalah ijazah expres dan kuliah jarak jauh yang kemarin sempat meluluh lantak UNIMA, agar kasus itu bisa punya ketetapan hukum terhadap ex Rektor P Tuerah, soalnya dia adalah actor paling bertanggung jawab dalam kejadian itu,” tutup Jefran.(Haris)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

13.54.00

0 komentar:

Posting Komentar