Iklan

Dandim 1309 Turunkan “Bendera PKI” Berkibar Di Suluan

Posted by jhon simbuang on Senin, 11 Juli 2016

Tondano, Identitasnews.com – Masyarakat Desa Suluan sempat kaget melihan banyak aparat TNI menyambangi desa yang sikenal cukup tenang dan damai itu. Selidik punya selidik, ternyata kehadiran aparat TNI di desa itu dikarenakan oleh berkibarnya selembar bendera merah dengan lambang Palu dan Arit milik dari Gerakan 30 Sebtember – Partai Komunis Indonesia (G30S – PKI) di halaman rumah keluarga Lontoh-Moningka warga Desa Suluan, Kecamatan Tombulu, Kabupaten Minahasa.

Menariknya, bendera yang di haramkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) itu dikibarkan sejajar dengan bendera negara lain peserta piala Euro 2016 yang baru saja usai semalam.
Informasi itu, dirangkum oleh pihak Kodim 1302/Minahasa, kemudian melaporkan hal itu ke Kodim 1309/Manado.  Selanjutnya, Informasi itu langsung ditindaklanjuti.

Adapun bendera tersebut dipasang oleh pekerja atas perintah dari warga negara Belanda bernama Berta Moningka pada tanggal 12 Mei 2016 yang kini telah kembali ke negaranya.
"Dorang orang sini, mar so warga negara Belanda. Itu lalu dorang datang, so pulang nda cabu ni bendera," beber warga.

Dandim 1309/Manado Letkol Arm Toar Pioh lewat sejumlah awak media, tidak menampik hal tersebut. Dirinya memastikan yang mana dirinya sendiri secara langsung  telah menurunkan bendera tersebut.
“Iya, kejadian tersebut sudah dilaporkan dan saya sendiri yang menurunkan benderanya,” klaim Dandim 1309.
Ia pun berharap, tidak akan ada lagi bendera PKI yang berkibar di Provinsi Sulawesi Utara ini sekarang maupun kedepan nanti. “Semoga itu saja, tidak ada lagi yang lain,” jelas Pioh.
Oleh Kodim 1309, bendera PKI itu langsung di amankan setelah diturunkan langsung oleh Dandim 1309, Letkol Arm Toar Pioh.(Ronny)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

17.08.00

0 komentar:

Posting Komentar