HUT SHS
Headlines News :
Home » » Banyak Instansi Tak Mau Berkorban Dukung Program CFD Canangan VAP-JO

Banyak Instansi Tak Mau Berkorban Dukung Program CFD Canangan VAP-JO

Written By jhon simbuang on Selasa, 26 Juli 2016 | 21.00.00

Howard: “CFD Sebaiknya Digelar Minggu Sore”



Airmadidi, Identitasnews.com – Dicetuskannya program pemerintah yang kita kenal dengan Car Free Day (CFD) nan rutin digelar pada setiap Hari Sabtu pagi di Jalan Soekarno oleh pasangan Bupati Vonnie Aneke Panambunan dan Wakli Bupati Joppi Lengkong (VAP-JO), sebenarnya sangat tepat mendapat tanggapan serius dari para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkup Pemkab Minut.

Awal-awalnya, CFD berlangsung begitu meriah, sebab bukan hanya eksekutif saja yang hadir, malah hadir pula para Anggota Dewan yang Terhormat. Tapi entah kenapa, perlahan-lahan, agenda ‘SATU HARI TANPA BERKENDARAAN” (Car Free Day), ini lambat laun mulai kurang diminti. Ini terlihat dari jumlah ASN yang datang.
“Mana dorang mo hargai kalu nda di PERDA-kan, sedang Bupati suruh iko KKR, Cuma stengah yang hadir, noh apalagi CFD di pagi hari,” sindir Niko Lotulung warga Airmadidi.

CFD lanjut Niko, memang sudah mulai sepi, tapi bukan tidak diminati, melainkan perlu tindak lanjut lebih tegas dan terstruktur.
“Bupati harus bikin PERDA dan agenda tetap serta sangsi bagi yang tidak ikut CFD. Hitung-hitung CFD ini menggantikan JUMPA PASS di jaman mantan bupati sebelumnya, agar semua wajib hadir,” tandasnya.

Sementara itu, Bupati Vonnie Aneke Panambunan dan Wakil Bupati Joppi Lengkong, dalam setiap kesempatan,  tidak pernah bosan mengajak ASN dan masyarakat hadiri CFD.
“CFD ini kita buat bukan hanya untuk ASN/PNS, tapi untuk seluruh masyarakat Minahasa Utara,” ajak VAP-JO pada CFD Sabtu silam.

Menyikapi kemerosotan yang terjadi pada Car Free Day itu, Howard Hendrik Marius selaku Ketua LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Mianahsa Utara menyarankan agar hl itu disosialisasi ke masyarakat.

Selain sosialisasi yang gencar, reklame/Iklan beraroma himbauan, masih kurang, cobalah dinas-dinas terkait sedikit lebih bergairah dalam pemberitaan, jangan hanya bupati dan wakil saja yang lelah berkoar-koar mengajak, sementara para Kepala SKPD hanya duduk diam tunggu gaji buta saja,” sembur Howard Selasa (26/7).

Masalah terbesar mengapa CFD belum terlalu padat dan ramai, tambah Howard, dikarenakan masala hari dan jam.
“Hari Sabtu 80% dari masyarakat masih bekerja seperti berjualan di pasar, karyawan swasta masih ke kantor, buruh – buruh pabrik masih kerja dan seluruh anak sekolah masih sekolah. Saya usul, coba buka di hari Minggu buka jam 05.00 - 08.00 witta, pasti masyarakat akan membludak dan berbondong-bondong datag di CFD,” tandas aktivis vocal yang akrab disapa Pengky itu sembari menambahkan yang mana, dalam CFD waktu untuk 2-3 jam untuk berolahraga, sudah cukup.
“Tidak usah sampai jam 10, sebab jam 9-10 rata-rata masyarakat dan ASN beragama Kristen akan ke gereja, jadi saya rasa CFD paling efisien adalah Hari Minggu pukul 05.00 wita-08.30 wita, pasti CFD ramai bersama VAP-JO” tutup Marius.(John)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Redaksi | Layanan Iklan | Hubungi Kami
Copyright © 2013 - All Rights Reserved
Hosting by Manado Web Hosting Publikasi by Identitas Team
Kreasi by MWD