HUT SHS
Headlines News :
Home » » Tak Didukung Bupati Minut, Bos PT MMP Gentayangan ke Deprov Diduga Mr Yang Melobi Pimpinan Dewan dan Ketua Pansus ZWP3K

Tak Didukung Bupati Minut, Bos PT MMP Gentayangan ke Deprov Diduga Mr Yang Melobi Pimpinan Dewan dan Ketua Pansus ZWP3K

Written By jhon simbuang on Rabu, 15 Juni 2016 | 18.30.00

JUMLAH DERMAGA DI PULAU BANGKA SUDAH BERLEBIHAN, PT MMP SEMAKIN TERDESAK...
Manado, Identitasnews.com – Sementara DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Deprov Sulut) lewat Pansus Ranperda Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (ZWP3K) membahas, terpantau , Mr Yang pemilik PT Mikgro Metal Perdana (MMP) yang sempat beroperasi di Pulau Bangka, masuk keruangan Andre Angow, Ketua Deprov Sulut.
Kehadiran bos PT MMP itu tidak luput dari pantauan wartawan. Dari informasi, rombongan tiba di kantor dewan sekira pukul 11.25 Wita dan melakukan pembicaraan dengan Ketua Deprov Andrei Angouw, Wakil Ketua Marthen Manopo dan Wenny Lumentut, serta Ketua Pansus ZWP3K Edwin Lontoh.
Usai pertemuan, legislator Wenny Lumentut mengatakan, Mr Yang, bos MMP hanya tukar pikiran dengan para pimpinan dewan, serta Pansus ZWP3K. Namun ada satu poin penting yang jadi pengeluhan Mr Yang. "Sebagai investor beliau datang ke gedung dewan. Beliau meminta bantuan untuk memperhatikan investasi yang ia tanam di Pulau Bangka. Misalnya saja fasilitas pelabuhan.
Karena sekarang sedang dalam pembahasan Ranperda Zonasi," beber Lumentut.

Namun, permintaan Mr Yang, lanjut Lumentut, tak lantas diiyakan. "Saya menegaskan, semua harus ikut aturan. Apapun itu. Termasuk investor. Pansus juga sudah menjelaskan mengenai arah Ranperda Zonasi. Tak lagi masuk di wilayah daratan. Tapi pesisir," pungkas Lumentut.

Sementara Andrei Angouw melalui pesan WhatsApp pada wartawan mengatakan Mr Yang meminta bantuan. “Mr Yang minta bantu. Kami mengatakan, sepanjang sesuai ketentuan, kita bantu. Itu saja. Prinsipnya, ada tamu yang datang, ya diterima dong,” singkat politisi PDI Perjuangan ini.
Sementara itu, Politisi Edwin Lontoh membenarkan adanya pertemuan itu. Lontoh yang beberapa waktu lalu mengaku tak mengenal Mr Yang mengatakan, Mr Yang hanya curhat tentang kondisi investasi. Karena sudah hampir Rp1 triliun untuk pertambangan tersebut. “Intinya, Pansus Zonasi tetap mengacu pada aturan yang bersinergi dengan Perda RTRW,” tandas Lontoh.

Perlu pembaca ketahui bersama, saat ini Deprov sedang dilakukan pembahasan Ranperda ZWP3K. Yang cukup alot adalah lokasi Pulau Bangka. Terjadi tarik ulur kawasan pesisir yang dijadikan zona fasilitas umum, bukan zona industri. Di mana, jika berada di zona fasilitas umum bisa dibangun sekolah, gereja, dan beberapa fasilitas lain. Pelabuhan atau dermaga diperbolehkan, khusus pariwisata atau jeti. Hal ini membuat kecil kemungkinan PT MMP bisa membangun pelabuhan khusus tambang di Pulau Bangka.(Red)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Redaksi | Layanan Iklan | Hubungi Kami
Copyright © 2013 - All Rights Reserved
Hosting by Manado Web Hosting Publikasi by Identitas Team
Kreasi by MWD