HUT SHS
Headlines News :
Home » » Padat Pemukiman Penduduk, Dungus Berharap Pasar Kema Segera di Relokasi

Padat Pemukiman Penduduk, Dungus Berharap Pasar Kema Segera di Relokasi

Written By jhon simbuang on Senin, 27 Juni 2016 | 09.59.00

 WC Hanya 2, Sudah Rusak. Perigi Cuma 1, Tidak Berfungsi Lagi 



Airmadidi, Identitasnews.com – Keberadaan Pasar Kema di Desa Kema Satu, sudah cukup ramai dan menjanjikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) signifikan untuk inkam Kabupaten Minahasa Utara.
Pasalnya, Pasar Kema merupakan salah satu pasar induk yang menjadi pusat perbelanjaan paling dekat dijangkau oleh desa-desa di wilayah Minut terjauh seperti MAWALILA (Makalisung, Waleo, Lilang, Lansot).
Sangat disayangkan kalau ternyata dari tahun ke tahun Pasar Kema tidak diberi perhatian serius oleh Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, dalam hal ini Perusahaan Daerah (PD) KLABAT.
Perlu diketahui bersama, Pasar Kema memiliki luas (isi) 2161 persegi, dibangun di Desa Kema Satu, beberapa tahun silam. Direktur PD KLABAT sebelumnya, telah berupaya merealisasi fasilitas infrastruktur dan sarana pendukung lain, namun semua itu seolah tidak bermanfaat, karena masih banyak faktor lain tidak diwujudkan.

“Pemukiman penduduk telah menjadi penghalang perkembangan dan aktifitas pasar ini. Begitu juga drainase yang ada, tidak berfungsi, keluh Billy Dungus Kepala Pasar Kema (Senin 27/6).

Dampak dari kedua hal diatas, cukup mempengaruhi aktifitas pasar sebabpara pedagang dan konsumen tidak leluasa bergerak mengingat disekeliling pasar, telah dipadati pemukiman penduduk.
“Disamping itu, drainase yang tersumbat karena realisasi tidak maksimal, telah menebar naroma sangat tidak sedap sehingga suasana di Pasar Kema menjadi tidak sehat,” ujar Dungus.
Seperti pasar-pasar lainnya di Minut, Pasar Kema beroperasi tiga (3) kali dalam seminggu dengan total pedagang tetap sebanyak 123 orang, dan pedagang musiman 25 orang.

Sampai hari ini juga, pihak pengelolah Pasar Kema masih berkantor darurat dengan menumpang pada salah satu tempat dalam pasar. Mirisnya lagi, Wc hanya 2 unit, itupun sudah pada rusak berat, ditambah sumur sudah kering, membuat suasana Pasar Kema kian tidak maksimal saja.

“Kami juga butuh kendaraan sampah, serta TPA yang memadai mengingat untuk ke TPA di Airmadidi cukup jauh, maka sampai hari ini kami terpaksa mengambil inisiatif menanggulangi sampah-sampah tersebut di beberapa tempat yang kami nilai memenuhi syarat,” jelas Billy Dungus.
Beberapa waktu lalu, beredar informasi yang mana akan ada anggaran turun ke PD KLABAT sebesar kurang lebih tiga (3) miliar Rupiah. Dungus berharap, dari jumlah anggaran tersebut, Pasar Kema boleh mendapat bagian untuk pembebasan lahan.

“Kalau betul akan turun dana 3 M, kami berharap ada bagian dari dana itu relokasi Pasar Kema. Posisi pasar sudah tidak efisien, dan itu sudah diwacanakan sejak beberapa tahun silam,” tukas Billy seraya menambahkan bahwa, kalau lahan atau tanah untuk pembebasan lahan, sebenarnya sudah ada. “Ya semua tinggal dana-nya saja.”(John)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Redaksi | Layanan Iklan | Hubungi Kami
Copyright © 2013 - All Rights Reserved
Hosting by Manado Web Hosting Publikasi by Identitas Team
Kreasi by MWD