HUT SHS
Headlines News :
Home » » Mengeluh So Rugi Banya, Taramen Nilai MMP Hanya Mengada-ada

Mengeluh So Rugi Banya, Taramen Nilai MMP Hanya Mengada-ada

Written By jhon simbuang on Rabu, 22 Juni 2016 | 15.30.00

Lagi, Bupati VAP Tolak Tambang di Pulau Bangka


 Airmadidi, Identitasnews.com - Salah satu alasan PT Mikgro Metal Perdana (MMP) bersikukuh bertahan di Pulau Bangka ternyata dikarenakan mereka telah mengeluarkan banyak uang untuk aktifitas tambang pasir besi.
Itu terkuak ketika Bupati Vonnie Anneke Panambunan sendiri menceritakan yang mana dalam kunjungan Pansus Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RZWP3K) DPRD Sulut dan Pokja RZWP3K bersama Bupati Minut, Selasa (21/6).
“MMP mengaku mereka sudah rugi banyak. Tapi itu kan salah sendiri. Sudah dibilang stop beroperasi, masih saja melanjutkan,” ujar Vonnie dengan nada ketus.


Menariknya, klaim PT MMP yang mana mereka sudah merugi sekitar Rp. 20 Triliun, dalam penilaian Maria Taramen  selaku Ketua LSM Tunas Hijau, menyangsikan hal itu.
“Kalau diihitung dari hari pertama (medio Februari 2014, hingga tahun 2016), sejumlah alat berat masuk ke Pulau Bangka, mustahil kerugian mereka mencapai angka seperti itu. Masalahnya, terhitung sejak 2014-2016, apa iya kerugian sudah sebesar itu? Tanah yang di bayar saja hanya bervariasi dari Rp 7.500 sampai 12.500 per meter, jadi saya sangsi,” tukas aktivis yang paling kenal seluk-beluk PT MMP itu.

Apabila memang ada kerugian, lanjut Maria Taramen, harusnya dihitung sebelum ada putusan Mahkamah Agung (Ma), karena setelah ada putusan MA, kerugian itu akibat kesalahan PT MMP sendiri bukan menjadi tanggung jawab negara.
“Tahun 2015 kurang lebih 8 bulan PT MMP tidak melakukan aktivitas apapun dan nyaris bangkrut. Gaji-gaji karyawan saja tidak diayar selama kurang lebih 8 bulan. Hutang-hutang kepada pengusaha lokal di Likupang saat itu tidak terbayar,” urai Maria.

Lucunya lagi, di tahun 2016 tepatnya bulan Maret, PT MMP kembali lagi masuk ke Pulau Bangka sampai hari ini, bahkan kian melebarkan sayapnya dengan upaya melobi Pemprov dan Deprov Sulut.
“Mereka yang melawan hokum dan meterus mencoba menerobos aturan, kenapa terkesan mau minta ganti rugi kepada Negara kita, kalau PT MMP mau, silahkan melapor ke KPK, suruh KPK lakukan Audit Lingkungan. Atau, laporkan saja siapa-siapa pejabat yang sudah mengambil uang banyak milik MMP. Dengan demikian, semua kan bias terkuak,” tukas aktivis vocal asal Minut itu.
Dimintai tanggapan tentang penolakan Bupati Vonnie Panambunan terhadap upaya balik PT MMP ke Pulau Bangka, menurut Taramen itu adalah keputusan yang tepat.

“Ibu VAP tidak ada beban moril dan tanggung jawab kepada mereka. Kan Ibu nda terima doi dari pa dorang, dan Ibu VAP tahu persis apa dan siapa PT MMP itu. Malahan kalau Ibu mengijinkan mereka, Ibu justru akan dituduh pengkhianat oleh masyarakat Pulau Bangka,” sembur Maria..

Ditambahkan Maria Taramen, penolakan Bupati VAP terhadap PT MMP sebab, selain VAP tahu cara dan system pertambangan, uang banyak dari MMP sudah terkuras ke pihak lain.
“Keputusan Ibu Bupati saya nilai tepat, mengingat orang lain yang cair dari mereka, sedangkan sebab – akibat dampak kehancuran Pulau Bangka nanti, justeru akan dibebankan ke Ibu VAP selaku Bupati Minut terkini. Mewakili lingkungan hidup dan masyarakat Pulau Bangka, saya ucapkan banyak Terima Kasih Ibu Bupati Minut,  Vonnie Panambunan,” tutup Maria Taramen.(John)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Redaksi | Layanan Iklan | Hubungi Kami
Copyright © 2013 - All Rights Reserved
Hosting by Manado Web Hosting Publikasi by Identitas Team
Kreasi by MWD