HUT SHS
Headlines News :
Home » » KUMTUA KAHUKU DAN MASYARAKAT PULAU BANGKA DIFITNAH ANTEK-ANTEK PT MMP

KUMTUA KAHUKU DAN MASYARAKAT PULAU BANGKA DIFITNAH ANTEK-ANTEK PT MMP

Written By jhon simbuang on Rabu, 15 Juni 2016 | 20.00.00

Yang Masuk ke DPRD Provinsi Ternyata Para Penjilat Dari Pulau Bangka


Airmadidi, Identitasnews.com – Satu hal paling lucu terjadi dimana Mariati Antoni, IRT yang mengaku sebagai tokoh masyarakat Pulau Bangka mengungkapkan bahwa, sebagian besar masyarakat Pulau Bangka Kecamatan Likupang Timur Minahasa Utara sebagian besar masyarakat sangat mendukung aktifitas pertambangan biji besi yang dilakukan PT MMP (Mikgro Metal Perdana) disana.
Terbukti katanya, walau belum berproduksi namun keberadaan PT MMP sangat berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat di Pulau Bangka.
“Sejak MMP masuk tahun 2011 beberapa warga menjadi sarjana. Direkrut menjadi tenaga kerja kesejahteraan masyarakat meningkat. Kalau ada laporan perusahaan memaksa beli tanah warga itu tidak benar,” kata Mariati didampingi mantan Hukumtua Desa Kahuku dan Kumtua incumbant Desa Lihunu pada penyampaian aspirasi kepada anggota DPRD Sulut, Edwin Lontoh danEddyson Masengi, Selasa (14/6/2016) sore.

Aksi demonstrasi menolak PT MMP yang terjadi, ungkap Mariati, sebetulnya dilakukan oleh masyarakat luar Pulau Bangka atas nama masyarakat Pulau Bangka saja. “Saya pastikan yang datang demo tolak PT MMP itu paling banyak 10 orang warga Pulau Bangka. Itupun mereka hanya diprovokasi dan dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu, termasuk yang demo 9 Juni lalu,” tukas Mariati.
Inilah kelompok warga Pulau Bangka yang menghadap DPRD Provinsi Sulut dengan alasan sebagai perwakilan sebagian besar masyarakat pendukung PT MMP:
1. Hukum Tua Libas Abdel Victor Tukunang
2. Hukum Tua Lihunu Pentje Johan Datang
3. Mantan Kumtua Kahuku Rommy Lexi Tusang
4. Kepala Sekolah SMP GMIM Ehe Lansus Ruitang dan dua (2) warga lainnya.

Kepada anggota dewan mereka menyatakan sikap netral untuk aktifitas pertambangan maupun pariwisata di Pulau Bangka. “Jadi, jika ada pemberitaan kami mendukung salah-satu pihak itu tidak benar. Tapi realita bahwa sebagian besar menyetujui pertambangan kami tidak bisa menghalangi,” jelas Hukum Tua Lihunu Pentje Johan Datang.
Sangat disesalkan, dalam kunjungan beberapa warga Desa Kahuku itu, berembus isu yang mana Immanuel Tinungki Kumtua Desa Kahuku yang baru turut mendukung PT MMP.
Hal itu tentu saja membuat masyarakat Pulau Bangka tertawa terbahak-bahak. Pasalnya, mereka kenal betul kepribadian Immanuel Tinungki saat belum terpilih menjadi Kumtua dan sesudah menjadi Kumtua Desa Kahuku.
“Bayangkan saja kejujuran mereka itu seperti apa. Saat mereka turun ke DPRD Provinsi, Kumtua Kahuku sementara mengawasi pekerjaan perbaikan kantor Kumtua desa, bagaimana dia bisa bersama mereka,” kata Jhon Haerani aktivis penolak penambangan di Pulau Bangka.

Pengakuan mereka, lanjut Haerani adalah bukti dan cerminan dari para pembohong dan penjilat penambang asing. “Mereka dan masyarakat Pulau Bnagka tahu bagaimana sikap Kumtua Kahuku Immanuel Tinungki terhadap penambang asing di Pulau Bangka. Dia salah satu bagian dari masyarakat yang menentang keras pengrusakan disini sampai sekarang,” tukas Haerani.

DPRD Provinsi Sulut, harap Jhon, jangan hanya terima dengar dan mengabulkan semua alasan para pembelot yang datang, tapi turun ke Pulau Bangka dan lakukan pemungutan suara.
“Kenapa mereka bisa bolak-balik ke DRRD Provinsi, sebab saya duga sudah ada yang mendanai mereka. Mereka juga sudah menjadi bagian dari perusahaan itu. Turun ke sini, jangan terima dengar. Lakukan pemungutan suara kalau betul masyarakat yang menolak dan yang menerima penambangan mana lebih banyak,” tutupnya.(Reflin)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Redaksi | Layanan Iklan | Hubungi Kami
Copyright © 2013 - All Rights Reserved
Hosting by Manado Web Hosting Publikasi by Identitas Team
Kreasi by MWD