Iklan

EH POLDA DAN KEJATI SULUT LIDIK DONG... RASKIN SUSUT 1 SAMPAI 3 KG, DIDUGA BERAS DI GUDANG BULOG BITUNG SUDAH BERTAHUN-TAHUN DI SUNTIK

Posted by jhon simbuang on Senin, 06 Juni 2016

 Media ini akan Polisikan Bulog Bitung dan Sekurity-nya



Bitung,Identitasnews.com - Sebahagian lurah di Kota Bitung dan para hukumtua di Kabupaten Minahasa mengeluhkan tentang susutnya beras sejahtera (rastra) atau raskin untuk di salurkan kepada masyarakat ekonomi menengah ke bawah sebagai program bantuan pemerintah.

Selisih susutnya raskin berkisar 1 – 3 kg sehingga menimbulkan kecurigaan masyarakat,  bahwa ada permainan di gudang BULOG. Kecurigaan itu kian mengerucut saat www.identitasnews.com menyambangi gudang itu beberapa waktu lalu dengan maksud  menemui kepala gudang atau juru timbang selasa 14/04/2016 sekira pkl 12.00 wita silam,  wartawan diterima sekurity pos depan pintu masuk atas nama Youdi S.Tampi dengan sikap tidak terpuji.
“Kepala gudang lagi keluar,” serta beberapa alasan dengan tujuan menghalangi wartawan tuk masuk. Berbagai alasan di lontarkan Youdi padahal juru timbang waktu itu masih berada di kantor Gudang Bulog Bitung.
Upaya konfirmasi kepada kepala gudang atau juru timbang terkait keluhan para lurah dan hukumtua mengenai penyusutan yang terjadi dalam sak beras tidak kesampaian karena ulah security.

Perlu diketahui, dalam Undang - undang No 40 Tahun 1999 tentang PERS Pasal 18 Ayat 1 mengatakan bahwa barang siapa menghambat dan menghalangi tugas jurnalistik dapat di Pidana Penjara 3 tahun atau denda Rp.500.000.000.
Ketua LSM LPPNRI Zeth Wallo melalui Sekretaris LPPNRI Sulut H.Alkatiri mengatakan kalau ada tindakan penghalangan tugas Jurnalistik dapat di proses secara hukum yang berlaku.
“Kalau wartawan datang mengecek keabsahan dari laporan warga itu, harus nya pihak BULOG berani buka pintu untuk membuktikan hal itu. Kalau ada upaya menghalangi, berarti bisa saja kecurigaan tersebut benar,” semburnya.
Alkatiri membenarkan kalau yang mana, pihaknya sudah lama mendengar isu tersebut. “Tapi kami masih melakukan pul-baket. Jadi, saya tidak kaget kalau mendengar permainan curang tersebut. Terkait rasa tidak nyaman wartawan atas perlakuan security, itu hak wartawan untuk mem-polisikan security dan pihak instansi terkait,” tutup Alkatiri.
Sementara itu John Simbuang, Pemimpin Redaksi www.identitasnews.com Senin (6/6)  mengatakan, sebelum melaporkan kejadian tersebut ke POLDA SULUT, ia menugaskan wartawan terkait hal itu ke Kepala Bulog Sulut untuk mempertanyakan susutnya beras dalam sak dan apa kewenangan sekurity menghalangi kinerja pers.
BULOG kan bagian dari pemerintah RI, berarti harus mengedepankan Undang-undang Keterbukaan Publik dong. Sebenarnya ada persoalan apa yang di sembunyikan sampai-sampai tugas wartawan harus dihalangi, apakah laporan penyelewengan atau ada kongkalingkong Gudang Bulog Bitung itu benar adanya,” kata Simbuang.
Sesuai informasi yang didapat wartawan, praktik pencurian beras di Bulog Bitung sudah terjadi bertahun-tahun. Adapun modus menggembosan beras dalam sak, supaya tidak melahirkan kecurigaan, para pelaku memodifikasi Ppa (paralon), dibuat menjadi runcing, agar dapat menusuk sak/karung dengan leluasa.
Ketika sak/karung berhasil dilobangi, beras-pun tumpah melalui lubang pipa seperti pancuran.(Haris)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

10.23.00

0 komentar:

Posting Komentar