Iklan

Duduga, Demi Uang Saku, Balai Desa Kawiley Yang Sudah 40 Tahun Berdiri, Dikorbankan

Posted by jhon simbuang on Senin, 06 Juni 2016

Balai Desa Ini Sudah 2 Kali di Rehab Pakai Dana APBD

Airmadidi, Identitasnews.com - Sebagian besar masyarakat Desa Kawiley Kecamatan Kauditan Minahasa Utara bertanya-tanya tentang nasib dari balai desa yang telah dibongkar tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu.

Menyikapi hal itu, Yorri Pangemanan warga Desa Kawiley mengecam pemindahan Kantor Kumtua di Desa yang diampit oleh Desa Treman serta Desa Kauditan itu. "Memang sih kantornya hanya dipindah ke sebelahnya saja, tapi alangkah baiknya sebelum dilakukan, adakan rapat desa dahulu, biar masyarakat tahu tujuan pembongkaran itu. Jangan timbulkan perseden buruk dimata masyarakat bahwa Eksekutif dan legislatif so jadi eksekutor," katanya.

Menurut Pangemanan, pembongkaran balai desa yang dibangun pada Tahun 1976 itu 2016 ( sudah 40 tahun berdiri), termasuk inprosedural. "Dijaman keterbukaan publik seperti ini, saat pemerintah hendak melakukan hal-hal menyangkut kepentingan umum, pemerintah harus menggelar sosialisasi, bertukar pikiran, biar pemerintah menilai dahulu segi positif dan negatif-nya seperti apa. Jangan korbankan nilai sejarah dan historis dari bangunan itu," beber dia.

Menurut informasi masyarakat, gangunan balai desa itu dibongkar pada tahun 2014 silam, karena ada pihak mengklaim, tanah yang diapakai membangun balai desa itu milik orang.
"Walau hanya pindah disebelahnya saja, walau ada yang klaim tanah itu ada yang punya, tapi harus melalui prosedur. Bayangkan, Ketua BPD Pak Yos Waturandang saja tidak diberi tahu,"keluh Yori Pangemanan.

Harusnya kata Yori lagi, bila benar lahan itu milik orang, itu tetap harus melalui prosedur. Kalau ada surat kepemilikan, harus ada uji kelayakan atau keabsahan. "Kan sekarang sudah banyak kejadian dengan lahirnya sertifikat tanah dadakan.Saya hubungi camat via Ponsel, Camat lempar ke Kumtua Kawiley Feddy Ngantung. Ada apa dibalik semua ini.

Sepengetahuan Pangemanan, Desa Kawiley sudah melalui kepemimpinan 2 kumtua dan 2 kali turun anggaran APBD. "Sudah melalui 2 kali APBD untuk membangun balai desa ini, kenapa dibongkar tanpa alasan yang pasti, jadi APBD yang turun itu mubazir dong," tandasnya.
Sayangnya, sampai berita ini naik terbit, Kumtua Desa Kawiley tidak dapat dihubungi.(John/ficky)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

13.09.00

0 komentar:

Posting Komentar