Iklan

Didemo Ratusan Buruh, Bupati VAP Mampu Beri Solusi

Posted by jhon simbuang on Kamis, 02 Juni 2016

E-N: “Ibu Vonnie Bukan Guru Skolah Minggu, Tapi Guru Besar”

Airmadidi, Identitasnews.com – Kalimat yang dilontarkan kebanyakan masyarakat Minahasa Utara “So yanda salah ada pilih pa Vonnie”, ternyata kembali terbukti. Kalau dalam pengakuannya Bupati Vonnie Aneke Panambunan mengatakan dirinya tidak sekolah tinggi, namun dalam prakteknya, sosok wanita cantik ini malahan bagai seorang guru besar.

Hal ini terbukti manakala Kamis (02/6) sekira pukul 11.30 wita, terpantau ratusan kaum buruh menggelar unjuk rasa (unras). Berbeda dengan waktu-waktu lalu, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara terkesan alergi dengan unjuk rasa masyarakat, kali ini sebaliknya, para pendemo disambut dengan hangat langsung oleh Bupati Vonnie Aneke Panambunan dan jajaran serta aspri-nya.
Kepada pendemo VAP memberi kesempatan menyampaikan uneg-unegnya. Sekitar sepuluh menit massa terkonsentrasi menyampaikan aspirasinya, ditunggui bupati dengan sabar.

Tiba giliran VAP menanggapi, hadirin terdiam seribu bahasa bagai dihipnotis wanita cantik bersuara kharismatik itu.Dari mulai sampai selesai penyampaian VAP, massa terkesan enggan bersuara lagi.
“Ngoni warga Minut adalah pahlawan Devisa yang juga so pilih pa kita jadi ngoni pe Bupati, kita nda mungkin mo kase biar ngoni disakiti atau dirugikan, “ kata VAP disambut tepuk tangan dan pekikan haru massa terutama para ibu-ibu.
Lanjut Vonnie, ia dan dinas terkait akan memanggil pihak perusahaan untuk membahas solusi bersama agar tidak ada lagi pihak yang dirugikan. Kita akan undang pihak perusahaan, Disosnakertrans, semua elemen terkait, duduk bersama mencari solusi untuk meraih kesuksesan bersama, tanpa ada yang dirugikan atau disakiti dalam waktu dekat,” ujar Bupati.

Kepada pihak-pihak perusahaan yag merupakan investor, VAP menjamin akan member kenyamanan sesuai aturan yang berlaku, tapi jangan sdampai lupa daratan. “Silahkan berinvestasi di Minut, tapi jangan lupa hak dan kewajiban baik itu pajak, gaji karyawan. Kita akan tuntaskan masalah ini,” pungkasnya.
Usai menyampaikan pidatonya, VAP langsung diberi tepuk tangan dan pekikan “Hidup Ibu Vonnie Panambunan” oleh seluruh hadirin.
Singkat kata, para pendemo pun secara tertib berbaris beriringan satu-persatu berjabatan tangan dengan sang Bupati yang dengan sabar menyalami semua tanpa ketinggalan satu orangpun.

Massa akhirnya meninggalkan Pemkab Minut dengan perasaan puas. “Aduh senang skali torang dengan cara penyambutan Ibu Vonnie. So yanda salah kasiang torang ada dukung pa dia jadi Bupati Minut,” seru Ibu Elsye.
Lain lagi tanggapan EN satu dari sekian buruh yang ada. Ia mengaku, sebetulnya dari rumah dirinya telah siap berkoar-koar menuntut hak mereka didepan pemerintah. Namuin hal itu mendadak sirna saat melihat dan mendengar pidato Bupati.
“Mo ba orasi apa ley, napa Ibu Vonnie do pe alus bicara pa torang. Bukan main ini Ibu, beda skali deng bupati dulu kang, kalu bupati dulu tiap ada demo, pasti nda ba tunjung. Ibu Vonnie do sebaliknya, malah abis pidato, dia polo ley pa torang,” katanya terharu.

Kalau masyarakat Minut banyak tahu yang mana Bupati VAP dulu pernah menjadi Guru Sekolah Minggu di Perkamil, hal itu dibanyah EN. “Ibu Vonnie itu bukan guru skolah minggu, tapi justeru seorang guru besar,” pungkasnya.(Sefdy)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

14.00.00

0 komentar:

Posting Komentar