Iklan

Demo Damai HUT Pancasila, Dinodai Dengan Pemukulan Tak Manusiawi Oleh Polisi dan Satpol PP

Posted by jhon simbuang on Rabu, 01 Juni 2016

GMKI: “Kami Dianiaya Bukan Diamankan”



Manado, Identitasnews.com - Aksi damai puluhan mahasiswa yang menamakan diri Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Manado di dalam Kantor DPRD Kota Manado, Rabu (01/06/2016) berakhir bentrok, meninggalkan cerita tak sedap.
Anak-anak mahasiswa itu diketahui mengalami luka serius di wajah, kepala, lengan, badan bahkan ada yang sampai dirawat di RSUP Prof Kandou Malalayang. Dari informasi yang berhasil dirangkum menyebutkan, saat damai di dalam ruang paripurnah awalnya aman dan kondusif.
"Saat itu suasana sedang tenang. Ada yang sementara makan roti, kami waktu itu memang lapar. Ketua BPC GMKI Manado berbincang dengan polisi. Polisi menanyakan surat ijin, tapi kami sudah sampaikan surat pemberitahuan ke Polres Manado, kan ini aksi damai,"ujar Koordinator aksi Bryan Wagey.
Dikatakannya, sementara dialog dengan polisi masih berlangsung tiba-tiba masuk puluhan anggota polisi liannya. Kata dia, ada yang berseragam 'Tim Paniki' tak lama kemudian ada komando untuk menyerang.
"Kami tidak diamankan, kami dianiaya. Kami tidak melawan, teman-teman lari keluar karena dipukul pakai rotan. Yang lagi melantai ditendang, diinjak dan diseret keluar. Selama diseret, teman-teman terus dianiaya. Di luar juga kami diserang gunakan gas air mata dan dikejar sampai wilayah Mahakeret. Foto-foto itu tidak bisa berbohong,"ujar Wagey.
Sementara Ketua BPC GMKI Manado Hizkia Sembel mengatakan, aksi penganiayaan bukan hanya dilakukan oknum polisi tetapi ada sejumlah oknum Satpol-PP dan staf di DPRD Manado.
"Ada lima rekan kami yang mengalami pendarahan. Satu patah tulang hidung dan dirujuk ke gawat darurat RSUP Kandou Malalayang,"ujanya.
Dia kemudian mengecam dan mengutuk oknum aparat yang bertindak arogan pada mahasiswa. Kata Sembel, polisi seharusnya tidak menjadi musuh bagi orang-orang yang mencari keadilan.
"Ketika Presiden Joko Widodo menyatakan Bangsa ini sudah darurat narkoba, masih ada oknum-oknum polisi yang mau membela pengguna narkoba. Ingat, lambang organisasi kami adalah Salib dan kepala gerakan kami Yesus Kristus, kami tidak akan mungkin melakukan pembodohan publik kepada masyarakat, biar nanti masyarakat yang menilai apa yang terjadi pada bangsa ini. Akan ada banyak langkah yang kami ambil, termasuk langkah hukum dan organisatoris,"tandas Sebel.

Sebelumnya pihak polisi membantah ada aparat mereka yang melakukan pemukulan kepada mahasiswa. Kapolresta Manado AKBP, Suprayitno melalui Wakasat Reskrim AKP Rivo Malonda menegaskan, tidak ada keterlibatan anggota polisi dalam insiden tersebut. Menurutnya, sampai dengan malam ini (tadi malam) tidak ditemukan siapa oknum polisi yang melakukan pemukulan terhadap pendemo.
“Justru kami mengamankan situasi saat itu. Ada beberapa pendemo sudah diambil keterangan mengenai apa yang terjadi pada saat di dalam,”jelas Malonda.(Red)

@. Dikutip dari:  http://www.trenindo.com

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

18.00.00

0 komentar:

Posting Komentar