Iklan

Aturan Lama, Bikin Warga Enggan Pangkas Pohon Pelindung Yang Berisiko

Posted by jhon simbuang on Sabtu, 25 Juni 2016


Airmadidi, Identitasnews.com - Pengalaman pahit di beberapa lokasi di Sulut, dengan peristiwa tumbangnya pohon pelindung yang berada di pinggiran jalan, bahkan sampai menelan korban jiwa. Pernah terjadi di ruas jalan utama Samratulangi Manado di awal tahun 2016,
Tumbangnya pohon pelindung tersebut menghantam mobil mikrolet. Tapi untunglah tidak memakan korban jiwa. Yang terakhir peristiwa naas menimpa salah seorang guru SMAN 1 Manado, di wilayah Malalayang kemarin.
Kendaraan roda empat yang ditumpangi korban dan keluarganya tertimpa tiang listrik, akibat ambruknya pohon besar yang ada disekitar lokasi.

Melihat pengalaman pahit yang terjadi, Koordinator Lembaga  Investigasi Tindak Pidana Korupsi (LI-Tipikor) dan HAM Sulut, Jefran de'Jong mengingatkan instansi teknis terkait agar memperhatikan kondisi pohon-pohon pelindung yang berjejer di pinggiran jalan.

Jika pohon sudah tua, menurut De'Jong sebaiknya di tebang, paling tidak dipangkas agar terkesan tidak semrawut. "Sebaliknya perlu peremajaan, agar tidak berdampak buruk di hari-hari kedepan. Mengingat belakangan ini terjadi angin dan hujan," ungkap Buts sapaan akran De'Jong.

Dia menyentil, sering terjadi selisih paham Dinas Tata Ruang dengan petugas PLN di lapangan, akibat pihak PLN memangkas ranting-ranting pohon yang tersentuh kabel listrik.
"Seharusnya instansi teknis terkait ada perhatian, jika tidak kemudian patahnya pohon merusak jaringan, ujung-ujungnya PLN lagi yang dikritik," sebutnya.

De'Jong juga menyentil sejumlah pohon pelindung yang ada di wilayah Minahasa Utara (Minut), di sepanjang jalan utama terdapat banyak pohon yang sudah tua, Jalur-jalur ini menurut Jefran sangat ramai, volume kendaraan begitu tinggi, fatal jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan terjadi. "Kalau pohon tumbang di ruas jalan utama Manado-Bitung, hanya hitungan menit bakal terjadi antrian panjang. Belum lagi berakibat fatal bagi pengguna jalan," imbuhnya.

Untuk itu, dia meminta bupati Minut Vonnie Anneke Panambunan (VAP), segera memerintahkan unit-unit terkait untuk menyikapi permasalahan ini.
“Bupati sebaiknya arahkan instansi terkait ke DPRD untuk membahas Perda baru, mengingat bias saja ada Perda lama yg melarang penebangan tersebut,” pungkas aktivis berdarah Kema itu.
Menyikapi permintaan Jefran de’Jong terhadap penebangan itu.(John)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

12.13.00

0 komentar:

Posting Komentar