Iklan

Proyek Rp 595 juta Jalan Desa "Sapa Timur" Dari Rencana Hot-mix, Diubah Jadi Paving Buat Warga Curiga

Posted by jhon simbuang on Selasa, 24 Mei 2016

Jefran: “Kami akan turun lapangan, memastikan. Jika benar, kami akan buat laporan dan mengawalnya sampai tuntas”

Amurang, Identitasnews.com - Proyek pekerjaan jalan desa yang dibiayai melalui Dana Desa (Dandes) di Desa Sapa Timur Kecamatan Tenga menuai protes warga. Pasalnya perencanaan pengerjaan proyek tersebut dinilai hanya sebatas keingingan dari pihak pemerintah desa tanpa melibatkan elemen masyarakat.

Bahkan lebih memiriskan lagi, oleh panitia terkait,  jalan utama yang seharusnya dibuat jalan Hotmix malah dibuat Paving Blok.

"Makanya ini yang kami pertanyakan. Jangan-jangan ada yang disembunyikan. Kami minta proyek tersebut untuk diusut. Sebab ada dugaan penyalagunaan dalam proyek tersebut", kata Hasdy salah satu warga Sapa Timur.

Hasdy menambahkan, tertutupnya pengelolaan dana desa dari pihak pemerintah desa menimbulkan keresahan warga. Sebab dana yang bersumber dari pemerintah pusat itu hingga kini tidak jelas. Bahkan proyek belum selesai dana sudah habis.

"Ada beberapa syarat yang memang harus dipenuhi dalam pencairan dana desa. Pertama profil desa, RPJMDes, APBDes. Tapi perlu diketahui, bahwa beberapa syarat itu dicurigai hasil copy paste dari desa lain. Ini perlu ditelusuri", tuturnya.

Protes pekerjaan proyek desa dicurigai tidak merupakan hasil kesepakatan dari lembaga BPD serta elemen masyarakat yang ada di desa. Warga mengaku, tanpa ada sosialisasi jalan utama yang seharusnya dibuat jalan Hotmix, malah dibuat Paving Blok. "Ini salah satu langkah mundur dari pemerintah desa. Paving Blok itu harusnya hanya di lorong, bukan di jalan utama", tandasnya.

Di tempat terpisah Sekdes Sapa Timur Napisa Radjun mengatakan, bahwa dana pengerjaan Paving Block berjumlah  dari anggaran Dana Desa. Di mana dana tersebut rencananya akan digunakan untuk dua kegiatan yakni proyek 425 M untuk pembuatan jalan Desa dan sisanya untuk pembuatan tapal batas.

Namun Napisa sendiri enggan menjelaskan soal proyek pembangunan jalan apakah sudah sesuai perencanaan dengan masyarakat atau tidak.
Terkesan Sekdes sendiri ragu-ragu memberi keterangan terkait pembuatan jalan tersebut.

Menyikapi hal ini, Josep Lengkong Ketua Lembaga Investigasi Tindak Pidana Korupsi (LI TIPIKOR) melalui Koordinator Investigasi DPP Sulut Jefran Herodes De’Jong menilai hal seperti itu tidak bisa dianggap main-main.
“Kami akan turun lapangan, memastikan. Kita bicara penggunaan uang Negara, jadi jangan sampai ada penyimpangan atau penyalahgunaan uang Negara agar tidak berdampak hukum," semburnya Selasa (24/5).
Setelah turun lapangan nanti, lanjut Jefran, pihaknya akan menelaah apa ada kerugian negara dalam perubahan pekerjaan itu.
"Jika apa yang dikatakan warga itu ternyata benar, kami akan buat laporan dan mengawalnya sampai tuntas,” sembur pria yang akrab disapa Boets (baca BUDS red-) itu.(Meyvo Rumengan)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

16.45.00

0 komentar:

Posting Komentar