Iklan

Wakil Ketua PN Airmadidi Diduga Kuat Usir 2 Wartawan

Posted by jhon simbuang on Senin, 02 Mei 2016

Mahendra: "Hanya miss komunikasi karena hakim yang bersangkutan kondisinya sedang tidak fit.Atas nama PN kami minta maaf...."

Airmadidi , Identitasnews.com - Wartawan Televisi Nasional Rahma dan media online Rahman Ismail mengeluh sikap arogansi yang ditunjukan Wakil Ketua Pengadilan Negeri (PN) Airmadidi, Erents Ulean SH MH. Pasalnya, Ulean disebutkan Ama panggilan akrab wartawan ANTV, sengaja mengusirnya saat meliput persidangan di PN Airmadidi,

Senin (2/5) kemarin. Menurut Ama dan Rahman saat melakukan peliputan mereka tidak masuk dalam ruang sidang, namun mengambil gambar dari luar ruangan. Pengusiran terhadap wartawati televisi dan media online yang sedang bertugas mel-akukan peliputan membuat Ama dan Rahman tersinggung.

Sejumlah wartawan khusus peliputan biro Minut pun mendatangi kantor PN Airmadidi. Disana hampir seluruh wartawan biro dipertemukan dengan ketua PN Airmadidi, Agus Tjahjo Mahendra. Agus sapaan ketua PN saat berbicang-bincang dengan sejumlah wartawan mengaku bahwa kejadian tersebut hanya miss komunikasi karena hakim yang bersangkutan kondisinya sedang tidak fit.
"Atas nama PN kami minta maaf. Kalau memang ada kekeliruan, saya yakin itu hanya karena miss komunikasi. Iya hanya komunikasi saja yang kurang jalan dengan baik," tukas ketua PN Airmadidi didampingi humas PN.

Sayangnya, etiket baik Ketua PN Airmadidi justeru berbeda dengan sikap Wakil Ketua PN Airmadidi, Erents Ulean. Dengan tegas ia menampik tudingan mengusir wartawan saat meliput.
"Keliru kalau bilang saya mengusir wartawan. Saya bilang kalau meliput tolong minta ijin. Jujur saja, mungkin hal ini ditanggapi lain. Saya juga orang kehumasan, tidak mungkinlah dengan teman-teman pers, saya tahu tugas mereka," jelas mantan humas PN Bitung.
Di sisi lain, Erents Ulean sebagai ketua majelis hakim dalam sidang No.Reg.PERK:-PDM-21/Airmd/03/2016 dengan terdakwa Magdalena Stefi Bernadus terpaksa dilarikakan ke RS Hermana Lembean karena mengalami strok ringan akibat shock akibat hakim yang mengetuk palu sidang terlalu keras.
"Klien saya terkejut saat ketua majelis hakim mengetuk palu sidang terlalu keras dalam sidang dengan agenda pembacaan dakwaan," tutur Alfian Rattu penasehat hukum terdakwa.(Red)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

19.30.00

0 komentar:

Posting Komentar