Iklan

VINA TERNYATA TIDAK PERNAH DIPERKOSA 14 PRIA DI GORONTALO

Posted by jhon simbuang on Minggu, 15 Mei 2016

Liputan Khusus Klarifikasi Polda Sulut:

Pitra: “Kasus Perkosaan Belasan Orang Terhadap Vina Itu Tidak Benar Sebab Vina Parno”

Manado, Identitasnews.com - Inilah uraian Kapolda Sulut Brigjenpol Wilmar Marpaung melalui DIRRESSKRIMUM Kombespol Pitra Ratulangi, tentang kenapa Penyidik RESSKRIMUM POLDA SULUT mau berlelah tangani kasus laporan perkosaan terhadap korban Vina (19 tahun) warga Kuhun Manado, padahal TKP-nya di Gorontalo?


Ini alasannya:

1. Karena kami peduli dan Ingin lindungi warga Sulut yang katanya alami perkosaan belasan laki-lai di Gorontalo

2. Karena kami Ingin bantu korban dan gerem ingin tangkap pelaku perkosaan sebagaimana yang dilporkan saudari Rina Supit (ibunda koraban)

3. Karena kami ingin membuat terang kasus ini bagaimana sih cerita yang sebenarnya

Bahkan, Kapolda Sulut melalui Direskrimum Kombespol Pitra Ratulangi menguraikan hal ini secara panjang lebar sebagai berikut. Penyidik Reskrimum Polda Sulut bisa membuka tabir rangkaian ceritanya. “Polda bahkan telah mengantar kasus ini sampai menemukan inisial sekitar 6 orang pria di Provinsi Gorontalo (bukan 9,15,17,19 orang) seperti beredar diberita media), yang terkait dalam rangkaian cerita kasus ini,” katanya.

Selaku Dirreskrimum Polda Sulut, Ratulangi memohon maaf kepada pihak pelapor bahwa kesimpulan dalam penyelidikan yang didapat aparat,  tidak ditemukan unsur-unsur pidana perkosaan sesuai fakta dan alat bukti keterangan saksi dan korban sendiri serta hasil visum yang ada.

“Dan kalau mau jalan singkat, laporan Polisi tentang perkosaan ini seharusnya sudah dihentikan saat diketahui tidak ada unsure-unsur perkosaan sebagaimana laporan dari Rina Supit ibu dari adik Vani, namun kami tidak buru-buru lakukan itu, karena masih berharap ada petunjuk lain,” ujarnya.

Lanjut Ratulangi, agar tidak terjadi kesimpang - siuran ceritanya maka Dirreskrimum Polda pun menjelaskan kronologis jalan cerita dugaan kasus pemerkosaan sebagaimana LP No 232/2016/Sulut Resta Manado, tgl 30 Jan 2016 pelapor Rina Supit (orang tua korban), korban Silvani Tan Canon alias Vani, 19 tahun, terlapor nihil.
“Kasus ini tadinya dilporkan tanggal 30 Januari 2016 di Polresta Manado lalu 23 Februari 2016, dilimpahkan ke Polda Sulut dengan alasan lopus delicty-nya di luar wilayah hukum Polresta Manado. Lalu dengan niat ingin bantu korban membuat terang kasus ini, maka sejak 23 Februari 2016 Penyidik Unit PPA Ditreskrimum Polda Sulut mulai lakukan serangkaian giat penyelidikan berupa :

A. Pemeriksaan Saksi-saksi atas nama : 

1. MBK als Memey, 18 th ( yg jemput krb di swissbel htl Mdo)
2. RL als Octa, 18 th (teman kost krb)
3. DM als Decky, 61 thn (penjaga tpt kost krb)
4. YEPM als yuyun, 18 thn (tmn yg berangkat bersm krb ke Gtlo)
5. STC als Vani, 19 th (Korban)
6. Rina Supit (ortu krb/saksi pelapor)
7. Aura, 18 th (tmn kost krb)
8. Sarah (mami pub B'one tpt krb bekerja)
9. Dr Kristina Sanger (ahli)

B. Hasil Visum 30 Januari 2016 (hasil ada tanda kekerasan luka memar di lengan kanan /kiri dan ada luka lama robekan pada kemaluan korban posisi jam 12, 3, 5, 6,7, 9 (hampir semua arah jarum jam).

C. Pemeiksaan saksi ahli Dr Kristina Sanger sebagaimana hasil visum dengan hasil:

- Ada tanda kekerasan luka memar pada lengan kiri dan kanan serta siku kanan Vani.
- Ada luka lama robek di kelamin korban diperkirakan sudah ada sebelum peristiwa di Gorontalo.
- Tdk melihat indikasi korban alami perkosaan.

Berdasarkan hasil riksa saksi-saksi, korban dan ahli maka fakta jalan ceritanya sagai berikut: 

- Memey ajak Vina pergi ke Gorontalo mau ketemu temannya, karena Vani pernah minta ke Memey untuk ajak-ajak dia jika mau pergi Gorontalo ketemu teman dekat lelaki bernama Ko Adi. Lalu Vani ajak Yuyun, sehari sebelumnya Yuyun diajak Vani nginap di kos-kosannya Vani di Sario Manado.
- 24 Januari saat akan berangkat ke Gorontalo, Memey dengan R4 rental, sekitar jam 23.00 wit jemput Vina dan Yuyun di depan "Pub B One" hotel Swisbell Manado tempat kerja Vina, (Sesuai keterangan saksi bahwa Vani sudah sekitar 6 bulan bekerja sebagai ladies lepas dengan nama samaran "Laras" ), lalu berempat menuju Gorontalo, sempat mampir sebentar di Amurang meletakkan barang-barang Memey, melanjutkan perjalanan, 25 Januari tiba di hotel Misfalah Goronatlo disambut oleh 2 lelaki bernama E dan G (teman dekat Memey). Di hotel Vani sempat membeli pembalut diwarung depan hotel.
- Di Hotel Misfalah, berempat langsung masuk ke kamar yang di dalamnya sudah ada alat hisap sabu-sabu, lalu beberapa saat kemudian datang lagi 4 laki-laki (A, I, O, W ) lalu mereka pesta sabu secara bersama dalam kamar.
- Aktifitas mereka pada tanggal 25- 28 Januari di Gorotalo adalah ke tempat makan, tempat karoke nyanyi-nyanyi dan komsumsi narkoba bersama kenalan mereka inisial A, I, O, dan W. Diduga mereka yang menyediakan narkobanya, dan beberapa saat kemudian Vani meminta narkoba jenis Inex kepada salah satu lelaki itu, lalu Vani dan Yuyun dibawa ke sebuah tempat. Oleh salah satu laki-laki dan diberilah beberapa butir Inex kepada Vani, lalu Vani meberikan 1 butir ke mulut Yuyun (mulai saat itu diduga Vani mulai parno (over dosis) karena  sblmnya juga sudah hisap banyak sabu bersama).
- Saat balik ke hotel Misfalah, Vani daalm kondisi mulai rese tidak kontrol diri serta buat keonaran sehingga tdk nyaman, lalu Yuyun hubungi Memey yang lagi diluar hotel untuk balik ke hotel.

- Saat bertiga gabung lagi di hotel terjadi cekcok adu mulut sampai jambak-jambakan dan tampar-tamparan karena perilaku Vani semakin menjadi sampai buat keonaran di hotel, sehingga diputuskan utk pindah hotel. Saat pindah hotel Memey dan Yuyun karena malu dengan pengelola hotel, menarik paksa Vani masuk ke R4 lalu mereka berpindah ke hotel lain yaitu hotel Amaris di Gorontalo.

- 29 januari lalu sampai di hotel Amaris si Memey pergi jalan lagi dengan kenalan laki-lakinya, sedangkan Vani  dan Yuyun hanya berdiam dalam kamar dimana  Yuyun menjaga Vani yang sempat ingin loncat dari jendela dan banyak lagi perilaku aneh lainnya Vani yang menakutkan Yuyun.

- Yuyun tidak pernah meninggalkan Vani dan menemani Vani dalam kamar hotel  menjadi ketakutan dengan perilaku Vani, lalu hubungi Memey untuk balik ke hotel, lalu Memey akhirnya kembali ke hotel, mereka sepakat harus segera balik ke Madado karena kawatir dengn kondosi Vani yang semakin menjadi, dan bergegas balik. Saat akan perjalanan balik ke Manado, Vani rese lagi dan antara Memey, Yuyun dan Vani berantem saling jambak rambuk juga saling tampar. Karena Vani tidak bisa diatur karna sedang dalam kondisi parno juga dalam masa haid sehingga diingatkan oleh Memey dan Yuyun untuk pakai pakaian dalam (CD) dan pembalut, namun Vani marah dan tidak mau. Vani jadi rese sehingga mereka paksa korban naik ke mobil sewa umum yang di dalamnya juga banyak penumpang lain ibu-ibu. Selama perjalanan ke Manado Vani tidak  gunakan pakaian dalam dan pembalut, sehingga selama perjalanan ke Manado,  celana panjang warna putih yang digunakan Vani menjadi berlumuran darah rembesan merah kehitaman & berbau.
Tiba di Manado Vani langsung diantar ke tempat kostnya di Jln Siswa Kelurahan Sario Kotabaru Manado, diterima oleh Decky (penjaga kost). Menurut Decky, saat itu Vani kelihatan masih dalam kondisi mabuk dan linglung diduga pengaruh narkoba. Demikian juga keterangan Octa dan Aura teman kost Vani yang saat itu Vani dalam keadaan linglung dan meminta pembalut kepada mereka berdua, dan diceritakan Vani bahwa ia dipukul mereka.

KENDALA: 

1. TKP yg diduga perkosaan berada di wilayah hukum Gorontalo

2. Celana yang digunakan korban telah dicuci sebelum melapor ke Polisi

3. Belum ada keterangan saksi termasuk korban Vani yang menerangkan bahwa terjadi perkosaan secara beramai-ramai.

4. Berdsrkan keterangan ahli sebagaimana hasil visum dokter tidak ada indikasi perkosaan dan kemaluan korban terdapat luka lama robekan pada hampir seluruh arah jarum jam.

5. Hasil visum tidak ditemukan sperma dalam kemaluan korban.

“Sesuai hasil lidik, sejauh ini belum bisa disimpulkan terjadinya perkosaan, seandainya ada bukti kuat terjadi perkosa pasti sudah duluan saya perintahkan Tim Manguni123 menangkap pelakunya.Sy mohon maaf kepada pelapor saudari Rina Supit (ibunya Vani), kami tidak bisa memaksakan kasus ini untuk penuhi keinginan saudari sebagaimana dalam laporannya bahwa terjadi PERKOSAAN terhadap anaknya Vani,19 tahun. (Niat baik Polisi ingin bantu pelapor, tetap harus menjaga profesionalisme Penyidik), namun dalam rangkaian cerita ini, ada unsur pidana aniaya yang dilakukan  oleh Memey dan Yuyun kepada Vani, namun dalam peristiwa yang sama juga, Vani ikut lakukan aniaya kepada Memey dan Yuyun (berantem).

Untuk optimalnya penanganan kasus ini, maka telah dilaksanakan penyelidikan bersama antara Polda Sulut  dan Polda Gorontalo, dan sudah dapat dipastikan, lopus delicty-nya berada pada wil-kum Polda Gtolo, shg penanganan selanjutnya dilimpahkan ke Polda Gtlo, biar nanti Polda Gorontalo yang akan ambil keputusan kemana arah kasus ini. Namun Penyelidik Polda Sulut siap bantu jika msh dibutuhkan pihak Penyelidik Polda Gtlo.
Dmknlah penjelasan saya, sama seperti saat jumpa pers dengan para wartawan dn juga penjelasan kepada Bpk Menpan RB, Salam Manguni123 lovers.(Redaksi www.identitasnews.com)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

18.16.00

0 komentar:

Posting Komentar