Iklan

Lomban Apresiasi Sistem Layanan Kesehatan Bantaeng

Posted by jhon simbuang on Rabu, 11 Mei 2016

Bitung, Identitasnews.com - Pelayan Kesehatan Sistem Emergency Call menjadi salah satu bahan Studybanding penting saat Pemkot Bitung dibawah pimpinan Walikota Bitung Maxmilian J Lomban dan Ketua TP-PKK kota Bitung Ny. khouni Lomban Rawung mengunjungi Kabupaten Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan.
Lomban mengatakan, Kabupaten Bantaeng menggunakan sistim pelayanan kesehatan dengan sistim emergency call centre, dimana petugas kesehatan yang datang mendatangi ke rumah masyarakat yang sakit, lengkap dengan tenaga kesehatan dan paramedic ke masyarakat yang memerlukan pelayanan kesehatan.
“Dalam studi banding kemarin, Selasa (10/5) kami Pemerintah Kota bitung (Pemkot Bitung) menyertakan Direktur RSUD kota Bitung dan Perwakilan beberapa dokter dari puskesmas yang ada di Kota Bitung" terang Lomban.
Dalam study banding tersebut, disampaikan Lomban, pertama, pihaknya mempelajari Sistim Pelayanan Kesehatan, Koordinasi institusi kesehatan yaitu kesehatan, RSUD dan Puskesmas, Kekuatan SDM kesehatan yang diperlukan untuk untuk menjalankan sistim tersebut secara kualitas maupun kuantitas, dan Sinergisitas antara institusi kesehatan yang ada di kabupaten dengan program JKN dengan BPJS dalam menjalani sistim pelayanan emergency call centre tersebut.

“Dipilihnya Kabupaten Bantaeng sebagai lokasi studi banding dikarenakan kabupaten bantaeng ini mendapatkan program yang mendapatkan penghargaan dalam inovasi pelayanan publik seluruh Indonesia, dan wakil indonesia tingkat nasional yang menempati urutan 4 dunia,” ungkapnya
Menurut Lomban,  program pelayanan kesehatan yang digunakan Kabupaten Bantaeng tersebut  akan diadopsi oleh pemerintahan Kota Bitung sebagai sistim pelayanan publik bidang kesehatan ke depan.

"Pelayanan emergency call centre ini dilakukan dengan membentuk brigade siaga bencana ( BSB ), yang terdiri dari beberapa SKPD yang memiliki tugas dan fungsi yang hampir sama seperti Tagana, Damkar , dinas kesehatan  yang dikoordinatori oleh Dinas Kesehatan. dimana BSB ini memiliki kekuatan dengan 22 dokter dan 26 perawat yang memiliki kualitas yang lebih dengan peralatan yang lengkap di ambulan tersebut,” papar Lomban.

BSB ini, lanjut Lomban, siaga  24 jam yang siap menunggu panggilan dari masyarakat. dimana tim BSB in akan menangani semua masyarakat yang membutuhkan pelayanan medis pertama.
” jika dalam penanganan perlu dirujuk, langsung dirujuk ke puskesmas atau RSUD sesuai dengan tingkat kegawatan dari penyakit yang ditangani,” jelasnya.
Untuk itu, hasil studibanding ini akan dianalisa dan dipelajari kemungkinan untuk membuat sistim pelayanan kesehatan ini di kota Bitung yang sangat membantu dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang tentunya juga akan mensejahterakan masyarakat kota Bitung. (Katie)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

21.30.00

0 komentar:

Posting Komentar